Facebook Tak Lagi Berminat Pada Fitur Audio
Techno

Facebook Tak Lagi Berminat Pada Fitur Audio

Channel9.id-Jakarta. Sejak April 2021 lalu, Facebook merambah ke fitur podcasting dan audio sebagai respons terhadap dominasi aplikasi live audio Clubhouse. Namun, baru-baru ini, minat perusahaan terhadap fitur tersebut mulai memudar.

TechCrunch melaporkan bahwa Facebook kini fokus mengejar peluang lain dengan mitra podcast, seperti acara di metaverse dan e-commerce. Perusahaan induk Facebook, Meta, pun dilaporkan sedang memprioritaskan fitur video pendek untuk menyaingi TikTok.

Baca juga: Facebook Ingin Pengguna Unggah Reels dari Aplikasi Pihak Ketiga

Juru bicara Meta mengatakan pihaknya melihat engagement yang baik di fitur audionya, dan mereka percaya bahwa audio merupakan media penting untuk berekspresi. Ia juga mengatakan pihaknya mendapat feedback dari para konten kreator terkait apa yang baik dan apa yang harus diperbarui. Sayangnya, ia tak menjelaskan secara rinci terkait masalah ini.

Perihal mundurnya minat Facebook terhadap fitur podcasting dan audio bisa terlihat jelas. Bloomberg mencatat bahwa Facebook tak pernah mewujudkan rencana untuk program pelatihan konten kreator. Selain itu, setelah mensponsori konferensi “Podcast Movement” pada Agustus 2021 lalu, Facebook tak lagi mensponsori acara tersebut pada bulan lalu dan tak mengirim karyawan Meta untuk menghadiri acara tersebut. Kemudian dilaporkan juga bahwa beberapa kesepakatan Live Audio Room Facebook belum diperpanjang.

Adapun hubungan Meta dengan mitra podcast-nya, yang cenderung mengarah ke metaverse, tak mengejutkan. Terutama mengingat perusahaan telah melakuka “rebranding” dan ingin memprioritaskan metaverse.

Perluasan Facebook ke audio merupakan langkah kompetitif yang diambil perusahaan untuk menyaingi Clubhouse yang bervaluasi $4 miliar, serta Spotify dan Apple yang mendominasi pasar podcasting. Namun, Facebook bakal membutuhkan banyak biaya jika keukeuh untuk bersaing dengan Spotify dan Apple. Sementara itu, Metaverse juga bakal banyak memakan biaya. Untuk awal tahun ini saja diumumkan bahwa perusahaan hampir menghabiskan $10 miliar. Padahal upaya merambah ke metaverse ini baru saja dimulai.

Sekadar informasi, untuk pasar live audio, sebagian besar masih didominasi oleh Clubhouse dan Twitter Spaces. Keduanya terus mengembangkan lebih banyak fitur. Live audie semakin populer di tengah pandemi COVID-19, lantaran orang-orang di seluruh dunia banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Namun, karena sebagian besar pembatasan telah dicabut di seluruh dunia dan acara tatap muka telah kembali, Clubhouse dan Twitter Spaces telah berupaya mempertahankan pengguna dengan meningkatkan platform mereka.
(LH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

  +  40  =  46