Connect with us

Ekbis

Faisal Basri: Pak Jokowi Jangan Dengarkan Bank Dunia, Dengarlah Rakyat!

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Ekonom senior Faisal Basri meminta Presiden Jokowi tidak hanya mendengarkan pernyataan dari Bank Dunia. Sebaliknya, ia meminta kepala negara mendengarkan suara masyarakat.

Pernyataan itu disampaikannya melalui akun Twitternya @FaisalBasri.

“Pak Jokowi, jangan dengar celotehan Bank Dunia, dengarkanlah rintihan rakyat yang merasa dikhianati,” tulisnya dikutip Rabu (21/10).

Faisal memang tidak menjelaskan lebih lanjut maksud pernyataan tersebut. Namun, baru-baru ini Jokowi mengunggah sebuah pernyataan dari Bank Dunia mengenai UU Omnibus Law Cipta Kerja melalui akun Instagram dan Twitter resminya, @Jokowi.

Baca juga: Sri Mulyani Defisit APBN Mencapai Rp682 Triliun

Dalam unggahan itu, ia menuliskan jika Bank Dunia menyatakan UU Cipta Kerja dapat menjadikan Indonesia lebih kompetitif.

“Undang-Undang Cipta Kerja adalah upaya reformasi besar untuk menjadikan Indonesia lebih kompetitif. Ini kata Bank Dunia,” tulisnya pada Sabtu (17/10).

Selain itu, ia juga melampirkan pernyataan dari Bank Dunia. Secara umum, Bank Dunia sangat mendukung pengesahan UU Cipta Kerja.

Selain menjadikan Indonesia lebih kompetitif, Bank Dunia dalam pernyataan tersebut juga menyatakan bahwa UU Cipta Kerja dapat mendukung pemulihan ekonomi yang memiliki daya tahan dan pertumbuhan jangka panjang di Indonesia.

Lebih lanjut, upaya penghapusan berbagai pembatasan dalam investasi dalam UU Cipta Kerja dinilai sebagai sinyal positif bahwa Indonesia terbuka untuk bisnis. Hal ini dapat membantu RI menarik investor asing guna menciptakan lapangan kerja dan membantu memerangi kemiskinan.

Namun, pernyataan Bank Dunia baru-baru itu berbeda dengan yang mereka sampaikan pada saat pembahasan UU Cipta Kerja pada Juli 2020 lalu. Kala itu, UU Cipta Kerja masih berbentuk Rancangan Undang-undang (RUU).

Mengutip laporan Bank Dunia periode Juli 2020 yang bertajuk Jalan Panjang Pemulihan Ekonomi, lembaga itu mengungkapkan manfaat RUU Cipta Kerja bagi perekonomian Indonesia.

Namun, dalam laporan itu Bank Dunia sekaligus memaparkan sejumlah dampak negatif RUU Cipta Kerja pada sejumlah aspek.

Pertama, Bank Dunia mengatakan RUU Cipta Kerja mengusulkan reformasi perizinan sektor lingkungan hidup yang dapat mengakibatkan dampak buruk, terutama bagi perekonomian. Misalnya, usulan dalam RUU Cipta Kerja mengenai relaksasi persyaratan perlindungan lingkungan hidup akan merusak kekayaan sumber daya alam (SDA).

Padahal, SDA itu penting bagi mata pencaharian banyak orang dan dapat berdampak negatif terhadap investasi. Pemerintah menargetkan reformasi itu mengurangi lambatnya perizinan lingkungan hidup.

“Namun, penyebab keterlambatan dan ketidakpastian untuk mendapatkan izin lingkungan hidup adalah proses yang rumit dan pelaksanaannya yang sewenang-wenang dan korup,” tulis Bank Dunia, Juli 2020.

Kedua, Bank Dunia mengatakan RUU Cipta Kerja menghapus prinsip keselamatan dari beberapa uu yang mengatur perizinan kegiatan dan produk-produk yang berisiko tinggi. Meliputi, obat-obatan, rumah sakit, dan konstruksi bangunan.

Ketiga, Bank Dunia mengatakan beberapa revisi UU tentang Ketenagakerjaan di dalam RUU Cipta Kerja dapat mengurangi perlindungan bagi para pekerja. Salah satu sorotan mereka berikan terhadap usulan pembebasan kepatuhan terhadap upah minimum dan reformasi penghapusan pembayaran pesangon, tanpa usulan tunjangan pengangguran yang efektif dan skema asuransi.

Bank Dunia menilai upaya itu dapat melemahkan perlindungan bagi para pekerja dan meningkatkan ketimpangan pendapatan. Khususnya, pada saat pengangguran di Indonesia meningkat Covid-19.

“Pada saat yang sama, reformasi UU tentang Ketenagakerjaan kurang penting dibandingkan reformasi perdagangan dan investasi untuk merangsang investasi baru,” tulis Bank Dunia pada Juli lalu.

Namun, masalah-masalah itu tidak mereka sampaikan dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Oktober ini.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Asyik, Harga Emas Antam Naik Rp5.000

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali naik. Logam mulia Antam diperdagangkan Rp957.000 per gram atau naik Rp5.000 pada perdagangan hari ini, Kamis (03/12).

Sebelumnya, emas Antam berada di level Rp952.000 per gram. Sementara itu, harga buy back atau beli kembali pun ikut naik Rp7.000 ke posisi Rp832.000 per gram.

Baca juga: Ambrol, Emas Antam Dibanderol Rp938.000 per Gram 

Berikut daftar harga emas Antam pada Kamis, 3 Desember 2020:
1 gram Rp 957.000
2 gram Rp 1.854.000
3 gram Rp 2.756.000
5 gram Rp 4.560.000
10 gram Rp 9.065.000
25 gram Rp 22.537.000
50 gram Rp 44.995.000
100 gram Rp 89.912.000

Continue Reading

Ekbis

Gairahkan Pariwisata Flores, Kemenparekraf Gelar Molas Trip 2020

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kemenparekraf akan melakukan Molas Trip atau Perjalanan Cantik dengan konsep touring motor, yang akan melintasi destinasi-destinasi cantik yang ada di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Molas Trip akan dilaksanakan awal Desember 2020.

Rencananya, rute yang akan dilalui peserta akan meliputi jalur utama trans Flores, seperti Labuan Bajo, Ruteng, Aimere, Bajawa, Ende sampai ke Moni – Kelimutu. Selanjutnya tim akan mengeksplorasi jalan-jalan di Kota Mbay, Riung, Pota, Reo dan ke Labuan Bajo melalui Rego.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu, mengatakan Molas Trip digelar untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata. “Molas Trip menjadi salah satu upaya Kemenparekraf untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata. Kita kombinasikan dengan aktivitas touring motor yang memang sedang tren,” tuturnya dalam pernyataan tertulis, Selasa (2/12/2020).

Baca juga: Menparekraf: Rp33 Triliun Dana Hibah Untuk Bangkitkan Pariwisata 

Menurut pria yang akrab disapa VJ itu, jumlah orang yang menggunakan sepeda motor dalam kegiatan wisatanya semakin banyak.

“Kita melihat ada peluang bagus dari kegiatan itu. Touring dengan sepeda motor memiliki potensi kontribusi ekonomi yang cukup besar. Kita coba memanfaatkan ini untuk menghidupkan kembali perekonomian masyarakat sekitar destinasi,” tuturnya.

Scenic Route atau rute wisata, bukan hal baru. AKtivitas ini sudah dimulai pada permulaan abad ke 21. Contohnya di Amerika Serikat dan beberapa negara di Eropa seperti Inggris, Jerman dan Norwagia telah lama mengembangkan scenic road atau scenic route untuk menarik pada wisatawan.

Mengenai rute yang dipilih untuk Molas Trip 2020, Vinsen menilai diperlukan kendaraan khusus.

“Yang harus digunakan adalah motor dengan tipe dual purpose atau dualsport, yaitu campuran antara touring aspal dan semi offroad,” katanya.

Oleh karena itu, Molas Trip 2020 juga melibatkan Dualsport Adventure Indonesia. Komunitas ini juga yang merekomendasikan jalur yang akan dilalui peserta.

“Flores punya segalanya, mulai dari Komodo sampai Kelimutu, keramahan masyarakat sampai tradisional budaya yang unik, serta lansekap yang membuat jalananya berkelok-kelok yang sangat cocok untuk wisata touring motor,” kata Vinsen.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya dalam menciptakan akftivitas wisata baru di Mainland (Flores), agar wisatawan tidak hanya terkonsentrasi di Taman Nasional Komodo.

“Seharusnya Flores itu menyediakan banyak pilihan aktivitas wisata. Semakin banyak aktivitas wisata, maka akan semakin baik bagi ekonomi masyarakat Flores dan turut mengurangi beban daya dukung di Taman Nasional Komodo. Jadi wisatawan itu terdistribusi dan menyebar keseluruh Flores,” tandas Vinsen.

IG

Continue Reading

Ekbis

Ambrol, Emas Antam Dibanderol Rp938.000 per Gram

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Mengawali Desember, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melanjutkan tren penurunan. Logam mulia Antam diperdagangkan Rp938.000 per gram atau turun Rp5.000 pada perdagangan hari ini, Selasa (01/12).

Baca juga: Tak Bergerak, Emas Antam Dibandero Rp953.000 

Sementara itu, harga buy back atau beli kembali pun ikut turun Rp5.000 ke posisi Rp811.000 per gram. Berikut daftar harga emas Antam pada Selasa, 1 Desember 2020:

1 gram Rp 938.000

2 gram Rp 1.816.000

3 gram Rp 2.699.000

5 gram Rp 4.465.000

10 gram Rp 8.875.000

25 gram Rp 22.062.000

50 gram Rp 44.045.000

100 gram Rp 88.012.000

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC