Channel9.id-Jakarta. Keputusan membeli rumah, mengganti mobil hingga membelikan motor untuk anak justru membawa Bima ke pusaran masalah finansial. Beban cicilan yang terus menumpuk membuat kepala keluarga tersebut harus mengambil keputusan sulit yang kemudian berdampak pada keluarganya.
Kisah tersebut diangkat dalam film drama keluarga ‘Menang Untuk Kalah’ produksi Rumah Produksi Para Kreator. Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 19 November 2026.
Bima (Surya Saputra) awalnya ingin memberikan kehidupan yang lebih baik bagi istri, Dewi (Lulu Tobing), dan kedua anaknya, Reina (Putri Ziani) serta Rako (Ajil Ditto). Namun, berbagai kebutuhan yang dibeli secara kredit membuat kondisi keuangan keluarga semakin tertekan.
Situasi semakin pelik karena penghasilan Bima berasal dari pekerjaan lepas pada sebuah proyek. Ketika keluarga menghadapi masalah tak terduga yang membutuhkan biaya besar, Bima mengambil keputusan tanpa berdiskusi dengan Dewi.
Keputusan tersebut menjadi awal dari rangkaian persoalan baru. Bima pun harus menghadapi tekanan finansial sekaligus konflik keluarga akibat pilihan yang sebelumnya ia anggap sebagai jalan keluar.
Disutradarai Hasto Broto dan ditulis oleh Jujur Prananto, film ini mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, terutama ketika keinginan memberikan kebahagiaan kepada keluarga justru berbenturan dengan kemampuan finansial.
Selain Surya Saputra dan Lulu Tobing, film ini dibintangi Yessy Gusman, Allesandrio Reinhard Karamoy, Tike Priatnakusumah, Beddu, dan Tigor.
Proses produksi berlangsung sekitar 10 bulan dengan 22 hari pengambilan gambar di kawasan Bandung Raya. Film ini juga menghadirkan 16 lagu original soundtrack untuk memperkuat emosi cerita.
‘Menang Untuk Kalah’ akan mengajak penonton melihat bagaimana keputusan finansial dapat berubah menjadi konflik keluarga ketika tidak disertai perhitungan dan komunikasi yang matang.
Film ini tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 19 November 2026.
Kontributor: Akhmad Sekhu




