Channel9.id-Jakarta. Film Indonesia dapat sambutan baik di luar negeri dengan tayang negara-negara serumpun. Kali ini, film ‘Tak Kenal Maka Taaruf’ siap tayang di bioskop Malaysia dan Brunei Darussalam mulai akhir Februari 2026 dan juga dijadwalkan akan segera tayang di platform streaming alias OTT.
Film produksi Yahywa Titi Mangsa ini diadaptasi dari novel berjudul sama dengan bintang Fadi Alaydrus, Sadkia Chadwik, dan Dinda Mahira.
Produser Wahyudi menjelaskan, perjalanan film ‘Tak Kenal Maka Taaruf’ melintasi sejumlah negara membuatnya bangga.
Film ‘Tak Kenal Maka Taaruf’ sendiri menghadirkan drama religi yang segar dan penuh makna, terutama bagi remaja yang mendamba kisah cinta sehat sekaligus inspiratif.
“Saya dan produser lain, Mohammad Salim dan Mim Yudiarto, punya rasa gelisah sebagai orang tua. Film ini dibuat sebagai bentuk perhatian seorang ayah untuk anaknya,” kata produser Wahyudi dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (19/2/2026).
‘Tak Kenal Maka Taaruf’ mengisahkan tentang Zoya (Saskia Chadwick), mahasiswi kedokteran yang memegang teguh kaidah-kaidah agama. Ia menganut konsep pernikahan tanpa pacaran. Zoya, yang mengidap Philophobia atau takut jatuh cinta, bertemu Faris (Fadi Alaydrus).
Faris adalah mahasiswa teknologi kelautan, ganteng, tinggi, dan seorang vokalis. Pandangan pertama membuat Zoya dilanda bimbang. Mulanya ia merasa terganggu dengan suara bising motor Faris setiap kali pergi salat ke masjid kampus. Yang terjadi kemudian, di luar dugaan.
Wahyudi menjelaskan, Tak Kenal Maka Taaruf adalah potret kekhawatirannya terkait pergaulan remaja yang kurang sehat dan interaksi antar lawan jenis yang dianggap bebas.
“Semua yang terlibat dalam film ini punya anak, adik, dan saudara yang harus diperhatikan masa depannya,” ungkap Wahyudi lalu menyebut, tujuan ‘Tak Kenal Maka Taaruf’ hadir adalah memberi gambaran ideal pergaulan remaja yang sehat.
“Dari film ini, kami ingin kembali memperkenalkan cara kenalan dan pergaulan yang baik untuk mendapat takdir hidupnya,” tutur Wahyudi seraya berharap Tak Kenal Maka Taaruf disambut hangat masyarakat Malaysia dan Brunei Darussalam.
Diberitakan sebelumnya, Saskia Chadwick menjelaskan, karakter Zoya sudah di tahap fobia jatuh cinta. Latar belakang keluarga turut memengaruhi pertumbuhan hati maupun mental Zoya ketika beranjak dewasa. Saskia Chadwick kemudian menarik hikmah dari tokoh Zoya.
“Pertama, ternyata cinta yang benar adalah cinta yang baik, yang bikin kita merasa aman dan senang. Yang bikin kita tidak takut walau ke depannya banyak risiko. Kedua, soal taaruf. Dulu sebelum memerankan Zoya dengar kata taaruf itu menyeramkan,” ulasnya.
Berkaca pada perjalanan menyelami karakter Zoya, Saskia Chadwick menyimpulkan taaruf proses pengenalan sebelum ke jenjang yang lebih serius. Berkaca pada kisah cinta Zoya dan Faris dalam film, taaruf ternyata bisa sweet, gemas, serta tidak sekaku yang dibayangkan.
Kontributor: Akhmad Sekhu





