Connect with us

Nasional

Gelar Silaturahmi Nasional, AGSI: Sejarah Sebagai Sapu Jagat

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) menggelar silaturahmi nasional yang dikemas dalam acara syawalan pada Jumat 4 Juni 2021 malam. Tujuan acara ini untuk mempererat persaudaraan dan menjaga keutuhan bangsa dan negara serta kebhinekaan.

Pembicara yang didapuk memberikan wawasaan tentang kebangsaan adalah KH. Mukti Ali Kusyairi, Lc., MA anggota Komisi Fatwa MUI Pusat dan Romo Baskara T Wardaya, PhD sejarawan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Acara yang diikuti oleh semua anggota AGSI di seluruh Indonesia dan didukung oleh MGMP sejarah SMA/MA/SMK dan MGMP SMP IPS seluruh Indonesia itu menghadirkan tamu kehormatan Dra. Triana Wulandari, M.Si dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementrian Pendidikan kebudayaan Riset dan teknologi. Tidak lupa panitia juga mengundang pendiri AGSI sekaligus presiden pertamanya Ratna Hapsari, M.Si.

Dalam sambutanya, Triana Wulandari menyampaikan bahwa sejarah merupakan ilmu yang berfungsi sebagai sapu jagat karena sejarah sebagai metode pemajuan kebudayaan. Guru sejarah merupakan garda paling depan sehingga tugasnya super mulia karena menyampaikan informasi pertama terhadap generasi penerus bangsa.

“Kita harus membudayakan gerakan melek sejarah yaitu menjadikan peristiwa sejarah dapat dianalisis dari sudut pandang kausalitas karena segala peristiwa pasti ada sebab akibat dan berdampak pada peristiwa berikutnya,” kata Triana.

Baca juga: Presiden AGSI: Sejarah Perkuat Jati Diri dan Karakter Bangsa

Triana juga berharap agar guru-guru sejarah dapat mengikuti diklat tenaga kesejarahan yang akan diluncurkan nanti dan mendapat sertifikat resmi sehingga berhak memandu pengunjung di situs-situs sejarah dan wisata sejarah karena kompeten di bidangnya.

Ratna Hapsari mengapresiasi AGSI sebagai komunitas yang dinamis dan berkemajuan memikirikan pendidikan bangsa khususnya pendidikan sejarah. Sehingga pemerintah dalam hal ini kementrian pendidikan tetap menjadikan sejarah sebagai mata pelajaran penting agar generasi mudanya tidak amnesia dengan sejarah bangsanya.

Sumardiansyah Perdana Kusuma menyampaikan bahwa acara silaturahmi ini segaja menghadirkan dua tokoh sebagai pembicara dari latar belakang agama yang berbeda. Hal ini wujud dari keharmonisan yang dibangun AGSI untuk bangsa Ini sehingga akan mengimbas kepada seluruh komponen bangsa bahwa untuk membangun bangsa dibutuhkan keharmonisan dari berbagai elemen bangsa, bukan bercerai berai apalagi saling membenci dan menghujat.

Sumardiansyah juga berpesan agar guru sejarah tidak mudah termakan hoaks. Guru sejarah harus mencerna secara matang dari mana sumber informasi itu didapat valid atau tidak sehingga terbiasa berfikir dengan konsep historical thingking skill.

Sebagai pembicara utama dalam acara yang dipandu oleh Lilik Suharmaji, Kepala Departemen Litbang AGSI pusat, Kyai Mukti Ali berujar sekarang media sosial sangat mengkhawitrkan. Informasi seperti air bah sehingga informasi itu harus ada filter yang kuat agar setiap orang tidak mudah terhasut yang akan memecah belah bangsa.

Kyai Mukti menyampaikan, negara yang kuat adalah negara mampu menjaga persatuan dan kesatuan, sebaliknya negara yang gagal adalah negara yang tidak bisa mempersatukan elemen satu dengan elemen yang lain.

Kyai alumni pondok pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur ini mengingatkan bahwa paham-paham yang membuat berantakan seperti negara-negara di Arab jangan sampai diterapkan di Indonesia jika akan memecah belah bangsa yang akhirnya menjadi negara yang gagal.

Kyai Mukti berpesan agar guru-guru sejarah dan sejarawan serta elemen lain bangsa agar tidak mudah termakan informasi yang sumbernya tidak jelas dan tidak valid. Untuk menulis sejarah harus dengan sumber yang kuat dan dapat dipercaya.

“Sejarah merupakan sapu jagat karena sejarah juga menulis sejarah yang keci-kecil seperti sejarah ekonomi, sejarah budaya dan sejarah orang kecil bukan hanya sejarah orang besar,” katanya.

Romo Baskara T Wardaya menguatkan bahwa Indonesia yang beragam ini ternyata disatukan oleh sejarah. Mereka dari berbagai suku, agama, budaya, bahasa, dan daerah-daerah yang letaknya saling berjauhan disatukan oleh sejarah yang sama yakni Majapahit dan Sriwijaya.

Peran sejarah sangat penting dan sangat sentral dalam mempersatukan bangsa dan negara dari disintegrasi bangsa. Sejarawan sekaligus rokhaniawan alumni Marquette University Amerika Serikat itu menandaskan bahwa AGSI sangat penting tetapi juga sentral dan guru sejarah bukan saja penting tetapi juga sangat sentral.

Acara syawalan silaturahmi nasional AGSI ini dimeriahkan dengan penampilan berbalas pantun dari anggota AGSI Riau dan pembacaan puisi dari anggota AGSI Banten dan anggota AGSI Riau sehingga malam itu bertebaran pantun di mana-mana. Acara juga diwarnai pembagian doorprize berupa buku sumbangan dari Kyai Mukti Ali Qusyairi.

HY

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Kemendagri Bekerjasama dengan IAP Terkait Peningkatan Kapasitas ASN

Published

on

By

Kemendagri Bekerjasama dengan IAP Terkait Peningkatan Kapasitas ASN

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menjalin kerja sama dengan Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia. Kerja sama itu diresmikan lewat penandatanganan nota kesepahaman antara Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Muhammad Hudori, dengan Ketua Umum IAP Indonesia Hendricus Andy Simarmata, di Ruang Rapat Sekjen, Rabu (23/6/2021).

Hudori menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya penandatanganan kerja sama tersebut. “Hari ini kita menandatangani nota kesepahaman, jadi nota kesepahaman ini kan bentuk konkret wujud kerja sama, ini kerja sama lembaga dan lembaga, artinya Kemendagri dengan IAP,” ujar Hudori.

Baca juga: HUT DKI, Sekjen Kemendagri Paparkan Capaian dan Tantangan ke Depan

Hudori mengungkapkan, kerja sama ini berkaitan dengan upaya meningkatkan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemendagri dan pemerintah daerah, terutama dalam hal perencanaan. Dia menekankan, kerja sama ini harus dilanjutkan dengan langkah konkret yang bisa dilakukan dengan para komponen Kemendagri.

Dirinya menyoroti organisasi IAP yang telah tersebar di 31 provinsi. Meski jumlahnya belum menjangkau ke seluruh provinsi, Hudori meyakini organisasi tersebut memiliki jaringan yang luas.

Continue Reading

Nasional

Penyekatan Suramadu Ditiadakan, Polda Jatim Fokus ke Wilayah Zona Merah

Published

on

By

Penyekatan Suramadu Ditiadakan, Polda Jatim Fokus ke Wilayah Zona Merah

Channel9.id-Surabaya. Kabid Humas Polda Jatim, Kombe Pol Gatot Repli Handoko memastikan pos penyekatan tes swab antigen di dua sisi Jembatan Suramadu wilayah Bangkalan dan Surabaya ditiadakan. Namun, penyekatan akan bergeser di zona merah COVID-19 di Bangkalan.

Lima kecamatan yang dilakukan penyekatan dan pelaksanaan PPKM Mikro yakni Kecamatan Bangkalan Kota, Arosbaya, Klampis, Geger dan Berneh.

“Penyekatan digeser ke zona merah di delapan desa lima kecamatan PPKM Mikro,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko di Surabaya, Rabu (23/6/21).

Baca juga: Khofifah Terapkan Mikro Lockdown Daerah Zona Merah di Jatim

Dicabutnya pos penyekatan Suramadu, lanjut Gatot, setelah dilakukan analisa dan evaluasi, ada penurunan kasus dari warga yang di-swab di penyekatan Suramadu.

“Penyekatan di Suramadu kan sudah 14 hari dan kita analisa terus sudah ada penurunan masyarakat yang positif COVID-19. Makanya kita bergesernya ke delapan desa di lima kecamatan tersebut,” ungkap Gatot.

Disinggung terkait pemeriksaan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), Gatot mengatakan tetap digelar di penyekatan pada delapan zona merah dan beberapa wilayah di Madura.

“Itu yang kita gunakan di-full-kan ke hulunya nantinya pemeriksaan SIKM dilakukan di sana. Ada beberapa pos penyekatan di Sampang, Bangkalan yang di sana akan diminta SIKM-nya,” papar Gatot.

Selain itu, Gatot mengatakan ada sejumlah petugas gabungan yang akan bekerja sama dalam penanganan COVID-19 di Bangkalan meski penyekatan Suramadu ditiadakan.

“Ada petugas gabungan dari TNI dan pemerintah. Ada juga petugas dari Polda, Kodam V/Brawijaya.

Ada pasukan Brimob yang membantu penyekatan, lalu petugas lainnya ada yang membagi sembako dan bantuan. Selain itu, ada petugas yang ikut mengawasi proses vaksinasi,” jelasnya.

Dari seluruh upaya ini, Gatot berharap penyebaran COVID-19 di delapan desa berzona merah yang ada di lima kecamatan Bangkalan bisa segera diatasi.

“Harapan ke depannya delapan zona merah ini bisa menjadi zona oranye, kuning, bahkan bisa hijau,” pungkas Gatot.

Continue Reading

Nasional

Parkir Mobil 60 Ribu Perjam, Wagub: Tarif Parkir Dunia Terus Meningkat

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Rencana Unit Pengelola (UP) Perpakiran Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta untuk menaikkan tarif parkir mobil cukup bikin heboh warga ibukota.

Nantinya tarif parkir akan naik hingga Rp 60 ribu per jam untuk kendaraan roda empat dan Rp 18 ribu per jam untuk roda dua.

Hal ini tertera dalam revisi Peraturan Gubernur (Pergub) Provinsi DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2017.

Terkait hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menjelaskan, saat ini aturan tersebut masih dalam kajian.”Tarif parkir terus meningkat di seluruh dunia seiring dengan pendapatan, kemampuan, seiring dengan kemacetan,” ujar Ariza di Balai Kota, Selasa, 22 Juni 2021.

Orang nomor dua di ibukota itu menambahkan, upayakan ini juga dilakukan supaya masyarakat dapat pindah menggunakan transportasi publik.

“Mengurangi kemacetan kan tidak hanya satu sumber, tidak hanya melalui parkir, banyak lainnya. Tapi itu sangat terkait ya. Satu sama lain terintegrasi baik,” pungkasnya.

Usulan penerapan tarif parkir tinggi ini berdasarkan kajian ability to pay (ATP) dan willingness to pay (WTP) yang sudah diterapkan UP Perparkiran di bawah Dishub DKI Jakarta.

Revisi Pergub tentang penerapan tarif parkir tinggi di beberapa koridor jalan diterapkan pada ruas-ruas yang sudah tersedia angkutan umum dengan tingkat layanan yang telah dioptimalkan.

IG

Continue Reading

HOT TOPIC