Connect with us

Hukum

Gisel Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Artis Gisella Anastasia alias Gisel memenuhi panggilan Polda Metro Jaya untuk diperiksa sebagai saksi terkait video syur yang disebut-sebut mirip dirinya pada Selasa (17/11).

Gisel tiba sekitar pukul 10.30 WIB dengan menggunakan kemeja berwarna putih dan celana coklat. Ia tampak ditemani pengacaranya memasuki gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Mantan istri Gading Marten ini hanya berjalan sambil tertunduk tanpa mengeluarkan komentar kepada awak media yang telah menunggunya.

Baca juga: Polisi Tangkap Pelaku Penyebar Video Syur Mirip Gisel 

Sebelumnya, Jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah menangkap dua tersangka penyebar video porno mirip artis Gisella Anastasia atau Gisel berinisial PP dan MN. Dalam pemeriksaannya, mereka sempat menyebut nama mantan istri Gading Martin itu.

“Pada saat kita lakukan pemeriksaan tersebut nama artis yang mirip itu inisialnya GA,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (13/11).

Karena itu, lanjut Yusri, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya akan memanggil Gisel untuk diperiksa sebagai saksi pada Selasa (17/11) pekan depan.

“Rencana akan kita akan lakukan pemeriksaan (terhadap Gisel) sebagai saksi terhadap yang bersangkutan pada Selasa nanti,” ucapnya.

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Kasus Djoko Tjandra, Irjen Napoleon: Ada Restu Azis Syamsuddin

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Mantan Kadiv Hubinter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte mengungkap adanya restu dari Wakil Ketua DPR asal Golkar Azis Syamsuddin, untuk membantu pengusaha Tommy Sumardi mengecek status red notice buronan Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra).

Irjen Napoleon Bonaparte mengungkap restu dari Azis Syamsuddin saat bersaksi di sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait pengurusan penghapusan nama Joko Soegiarto Tjandra dari daftar red notice Polri. Napoleon Bonaparte bersaksi untuk terdakwa Tommy Sumardi.

Awalnya, kata Napoleon, Tommy Sumardi sempat menyeret nama Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, untuk meyakinkan dirinya. Kata Napoleon, Tommy berupaya meyakinkan dirinya agar dapat membantu mengecek status red notice Djoko Tjandra.

Baca juga: Mantan Sespri Napoleon Beberkan Pertemuan Prasetiho dan Tommy Sumardi

Kendati demikian, Napoleon mengklaim dirinya tidak seutuhnya percaya kepada Tommy Sumardi. Meskipun, Tommy Sumardi menemui Napoleon didampingi dengan seorang Brigjen, Prasetijo Utomo, ditambah adanya klaim soal kedekatannya dengan Kabareskrim.

Berdasarkan cerita Napoleon, Tommy tak patah semangat untuk meyakinkan dirinya. Bahkan, kata Napoleon, Tommy sempat menghubungi Wakil Ketua DPR, Azis syamsuddin untuk meyakinkan dirinya.

“Terdakwa menelpon seseorang. Setelah sambung, terdakwa seperti ingin memberikan teleponnya pada saya. Saya bilang siapa yang Anda telepon, mau disambungkan pada saya? Terdakwa mengatakan bang Azis, Azis siapa? Azis Ayamsuddin. oh Wakil ketua DPR RI? Ya,” beber Napoleon saat menceritakan perbincangannya dengan Tommy di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2020).

Napoleon mengaku sempat mengenal Azis Syamsuddin saat menjadi Perwira Menengah (Pamen). Atas dasar itulah Napoleon kemudian menerima sambungan telepon dari Azis Syamsuddin menggunakan handphone Tommy Sumardi.

“Karena dulu waktu masih pamen, saya pernah mengenal beliau, jadi saya sambung,” terangnya.

Ia pun menceritakan obrolan singkat dengan Azis Syamsuddin menggunakan handphone milik Tommy. Intinya, kata Napoleon, Azis Syamsuddin mempersilakan Napoleon untuk membantu Tommy Sumardi mengecek status Djoko Tjandra.

“Assalamualaikum, selamat siang Pak Azis. Eh bang apa kabar?. Baik. Pak Azjs saya sampaikan, ini di hadapan saya ada datang Pak Haji Tommy Sumardi, dengan maksud tujuan ingin mengecek status red notice. Mohon petunjuk dan arahan pak?. Silakan saja, Pak Napoleon. Baik,”tuturnya.

“Kemudian telepon ditutup, saya serahkan kembali. Menggunakan nomor hape dari milik terdakwa (Tommy Sumardi),” imbuhnya.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK dikabarkan menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Komisioner KPK Nawawi Pomolango. Ia membenanarkan operasi tangkap tangan pihaknya terhadap menteri KKP dari partai Gerindra itu.

“Benar kita telah mengamankan sejumlah orang pada malam dan dini hari tadi,” kata Nawawi sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, Rabu (25/11).

Baca juga: Kantor KKP Lockdown, Menteri Edhy Prabowo Diduga Positif Covid-19 

Meski demikian, Nawawi masih ebnggan membeberkan seluruh operasi yang digelar dini hari tadi dan mlam kemarin. “Selebihnya nanti,” katanya

Sebelumnya, Menteri Eddy Prabowo ditangkap dini hari, Rabu 25 November 2020, di Bandara Soekarno-Hatta.

Penyidik KPK langsung menggiring Edhy dan beberapa orang lainnya ke KPK guna dilakukan pemeriksaan. Belum diketahui berapa jumlah orang yang dibawa ke KPK untuk penyelidikan. Begitu pula dengan kasus yang melatarbelakangi penangkapan tersebut.

Continue Reading

Hot Topic

48 Tahanan Bareskrim Terpapar Corona, Polri: Kami Jamin Dapat Perawatan Maksimal

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Sebanyak 48 tahanan Bareskrim Polri dinyatakan positif Covid-19. Terkait hal itu, Polri memastikan seluruh tahanan tersebut sudah diberikan fasilitas kesehatan yang layak, seperti pasien covid-19 pada umumnya.

“Tentunya kami tidak bisa meng-update satu per satu (tahanan) terkait kondisi. Tapi percayalah, yang sudah dirawat di RS Polri tentu diberikan fasilitas layaknya pasien covid-19,” jelas Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono, Selasa (24/11).

Baca juga: Sebanyak 48 Tahanan Bareskrim Positif Covid-19

Awi menuturkan, Polri juga memberikan perawatan dan pengobatan semaksimal mungkin terhadap 48 tahanan Bareskrim Polri yang terpapar virus corona. Sementara, tahanan sehat dan orang tanpa gejala akan dipisahkan.

“Kami juga melakukan terapi. Dilakukan juga penyemprotan disinfektan. Lalu, diberikan vitamin, suplemen dan pengobatan seperlunya,” tandas Awi.

Seperti diketahui, 48 tahanan Bareskrim positif Covid-19 pada pekan lalu. Dari jumlah tersebut, terdapat salah satu pimpinan Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jumhur Hidayat.

Jumhur saat ini menjadi tersangka kasus dugaan ujaran kebencian atau hoaks terkait aksi menolak UU Ciptaker berujung ricuh. Tiga tersangka dari kasus yang sama dengan Jumhur juga dinyatakan positif Covid-19,

Selain itu, tersangka kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama (NU), Gus Nur, juga positif Covid-19.

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC