Hot Topic

Hadiri Eastern Economic Forum, Prabowo Tawarkan Indonesia sebagai Gerbang ASEAN

Channel9.id – Vladivostok. Presiden Prabowo Subianto mendorong Rusia dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU) segera menyelesaikan proses ratifikasi Indonesia-EAEU Free Trade Agreement (I-EAEU FTA). Prabowo menilai perjanjian tersebut dapat memperluas akses perdagangan Eurasia ke Indonesia dan pasar ASEAN yang berpenduduk sekitar 680 juta jiwa.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menjadi tamu kehormatan utama dan berpidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Dalam forum tersebut, Prabowo menempatkan Indonesia sebagai penghubung perdagangan antara Eurasia dan Asia Tenggara.

Menurutnya, posisi Indonesia sebagai pasar terbesar di kawasan dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha Eurasia ke pasar ASEAN.

“Bagi dunia usaha Eurasia, Indonesia merupakan pintu masuk alami ke ASEAN. Kami adalah pasar terbesar di kawasan dan merupakan gerbang menuju 680 juta penduduk ASEAN,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia memiliki potensi karena kedua negara memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Rusia memiliki kekuatan di sektor gandum, pupuk, energi, ilmu pengetahuan, dan teknik maju, sedangkan Indonesia memiliki komoditas dan produk seperti minyak sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, serta barang konsumsi.

Menurut Prabowo, perbedaan kekuatan ekonomi tersebut dapat menjadi dasar untuk memperkuat perdagangan kedua negara sekaligus hubungan ekonomi dengan negara-negara EAEU.

“Satu sisi memiliki kekuatan yang dapat menjawab kebutuhan sisi lainnya. Inilah fondasi perdagangan yang adil dan berkelanjutan,” ujar Prabowo.

Potensi tersebut, kata Prabowo, semakin terbuka melalui I-EAEU FTA. Perjanjian yang ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025 itu melibatkan Indonesia, EAEU yang terdiri atas Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia, serta Eurasian Economic Commission.

Melalui perjanjian tersebut, sebanyak 11.882 pos tarif atau lebih dari 90 persen barang yang diperdagangkan akan dihapus atau dikurangi bea masuknya. Prabowo menyebut Indonesia telah menyelesaikan persetujuan parlemen dan pada Juli 2026 menandatangani Peraturan Presiden terkait ratifikasi perjanjian tersebut.

Prabowo berharap implementasi perjanjian dapat dilakukan segera setelah proses pertukaran ratifikasi selesai. Dia juga meminta negara-negara anggota EAEU menyelesaikan prosedur internal masing-masing.

“Saya menghendaki perjanjian ini berlaku dan dimanfaatkan sesegera mungkin setelah pertukaran ratifikasi memungkinkan. Saya dengan hormat mengajak seluruh negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internalnya sehingga kita dapat segera memanfaatkan perjanjian ini,” ujar Prabowo.

Prabowo menekankan kesiapan perdagangan perlu dibangun sebelum perjanjian mulai berlaku. Menurut dia, pembukaan akses tarif perlu diikuti kesiapan barang, jalur distribusi, dan kontrak perdagangan agar manfaat perjanjian dapat segera direalisasikan.

“Ketika jadwal tarif mulai dibuka, barang-barang, rute, dan kontrak harus sudah tersedia. Forum ini harus menjadi pasar dari perjanjian tersebut,” tegasnya.

Selain perdagangan, Prabowo mendorong penguatan konektivitas langsung antara Rusia dan Indonesia. Dia mengundang Rusia serta seluruh negara anggota EAEU untuk mempererat hubungan ekonomi dengan Asia Tenggara melalui peningkatan konektivitas.

“Indonesia kini mengundang Rusia dan setiap anggota EAEU untuk membantu menghubungkan Eurasia lebih erat dengan Asia Tenggara,” tutur Prabowo.

Prabowo secara khusus mendorong pembukaan jalur pelayaran langsung antara Vladivostok dan Indonesia serta penerbangan langsung kedua wilayah. Menurut dia, konektivitas tersebut dapat mendukung peningkatan hubungan perdagangan dan ekonomi.

“Mari kita bangun jalur pelayaran langsung. Mari kita buka penerbangan langsung,” pungkasnya.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  67  =  76