Nasional

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pj Gubernur Sulbar Tanam Mangrove

Channel9.id-Mamuju. Puncak Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada hari ini, Selasa (11/6/2024), Pj Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Bahtiar Baharuddin bersama anak-anak milenial dan Gen Z dengan menanam Mangrove di pinggir laut Sumare Mamuju.

Menanam Mangrove bersama siswa SMP dan SMA ini merupakan rangkaian dari gerakan menanam sejuta pohon yang dilaksanakan serentak di enam kabupaten pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Laut Sedunia.

Bahtiar tampak berbaur dengan para pelajar dan mengobrol dengan antusias. Bahtiar mengajak agar bersama-sama menjaga dan merawat alamnya Sulbar.

”Berdasarkan indeks risiko bencana Indonesia, Sulbar merupakan wilayah dengan risiko paling tinggi. Kita harus lakukan upaya ekstra ordinary menyelematkan seluruh ekosistem lingkungan,” kata Bahtiar.

Bahtiar juga mengingatkan, bahwa daerah ini memiliki keistimewaan yakni sebagai  udara terbersih di Indonesia dan sebagai generasi masa depan Sulbar maka mulai sekarang harus menjaga dan mempertahankannya.

“Pastikan tanah ini masih tanah terbersih udaranya dan menjadi pilihan orang. Ini menjadi kebanggaan kita, artinya lingkungan kita masih terjaga,” tandasnya.

Sebelum puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Pemprov Sulbar melakukan sejumlah rangkaian penanaman pohon. Termasuk penanamam pohon yang dilakukan oleh OPD Pemprov, para bupati melalui Pemda Kabupaten, TNI, Kepolisian serta instansi lainnya di Sulawesi Barat. Rangkaian tersebut merupakan bagian dari upaya warga Sulawesi Barat menjaga dan merawat alamnya.

Seperti diketahui, WWF Indonesia pernah melakukan survey terhadap persepsi Milenial dan Gen Z. Dari hasil survey tersebut isu pelestarian lingkungan menjadi salah satu prioritas penting bagi milenial dan gen Z. Mereka mengkhawatirkan  penyediaan air bersih, pengembangan kota hijau, pembatasan polusi industri, dan juga melindungi keanekaragaman hayati, flora, dan fauna.

Sementara itu Greenpeace juga pernah melakukan survey pada 9 Januari hingga 1 Februari 2024 terhadap 6000 generasi milenial di Indonesia. Mayoritas generasi milenial ini mempersoalkan kelestarian lingkungan dan mendesak pemerintah beralih ke ekonomi hijau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

51  +    =  52