Connect with us

Lifestyle & Sport

Hobi Baca dan Lama Main Gawai? Perhatikan Hal Ini Agar Mata Tetap Sehat

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Bagi Kamu, bagaimana posisi yang paling nyaman untuk membaca? Tiduran? Tengkurap?

Perlu Kamu ketahui, posisi membaca akan memengaruhi kesehatan tubuh, lo, terutama mata. Membaca dengan posisi semaunya, seperti tiduran dan duduk asal-asalan, bisa berisiko menyebabkan rabun jauh (miopi) dan gangguan penglihatan lainnya. Demikian pula ketika membaca di tempat yang pencahayaannya redup dan terlalu terang.

Selain itu, Kamu juga berisiko mengalami nyeri punggung, leher kaku, dan pegal-pegal di bahu.

Oleh karena itu, penting untuk membaca dengan posisi yang benar. Terlebih bila Kamu sering membaca dalam waktu lama. Selain membaca, posisi yang benar pun sebaiknya diterapkan ketika Kamu lama menggunakan laptop dan smartphone.

Memangnya bagaimana posisi yang ideal untuk membaca dan hal apa saja yang harus diperhatikan? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasan berikut ini.

1. Duduk tegak
Posisi membaca yang sangat disarankan ialah duduk dengan posisi punggung yang tegak dan kaki yang lurus. Selain itu, gunakanlah kursi dengan sandaran yang nyaman untuk menopang tulang belakang agar tetap tegak. Pun usahakan untuk tak menundukkan kepala atau membungkukkan bahu mendekati objek bacaan selama membaca.

Posisi membaca seperti itu menjaga kelancaran sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Keluhan seperti nyeri punggung, leher kaku, dan pegal-pegal di bahu pun bisa dicegah.

2. Atur jarak antara objek bacaan dengan mata
Jarak pandang yang ideal untuk membaca ialah sekitar 25-30 sentimeter (cm) antara mata dan objek bacaan. Selain itu, sudut pandang mata yang ideal membentuk sudut 60 derajat dengan objek bacaan atau di bawah pandangan mata, tetapi tak terlalu rendah. Posisi ini bisa diukur dengan memastikan siku tangan sejajar dengan permukaan meja tempat buku atau laptop diletakkan.

Lalu buku sebaiknya ditempatkan dalam posisi tegak agar Kamu tak membungkuk. Kamu bisa menggunakan penyangga agar buku tetap tegak.

3. Atur pencahayaan
Pencahayaan ruangan tak kalah pentingnya agar Kamu bisa membaca dengan jelas. Pastikan pencahayaan ketika membaca di dalam ruangan cukup optimal. Jangan terlalu terang ataupun terlalu redup karena matamu bisa silau atau buram, hingga akhirnya jadi kering dan kelelahan.

Kamu bisa menggunakan memfokuskan cahaya pada objek bacaan, caranya dengan meletakkan dan mengarahkan lampu tepat ke arah meja.

4. Istirahatkan mata
Mata bekerja dengan intens saat membaca atau menatap layar. Hal ini bisa membuat mata kering dan cepat lelah. Oleh karenanya, cobalah untuk beri jeda dari aktivitas ini untuk mengisitrahatkan mata.

Kamu bisa mengikuti aturan 20-20-20 yang berguna untuk meningkatkan fokus dan mencegah mata kelelahan. Aturan ini menganjurkan Kamu untuk 20 menit membaca. Setelah itu, Kamu jauh alihkan pandangan dari objek bacaan dan fokus menatap objek yang berjarak sekitar 20 inci (50 cm) selama 20 detik. Atau, Kamu bisa memejamkan mata setelah membaca selama berjam-jam. Intinya, pastikan Kamu memberi waktu istirahat yang cukup untuk mata.

Sebagai catatan, jika Kamu punya gangguan penglihatan, seperti rabun dekat atau rabun jauh, usahakan untuk selalu menggunakan alat bantu yakni kacamata atau lensa kontak saat membaca. Apabila Kamu punya keluhan pada mata, segera konsultasikan dengan dokter spesialis mata.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Efek Kurang Tidur Pada Kulit Wajah

Published

on

By

Efek Kurang Tidur Pada Kulit Wajah

Channel9.id-Jakarta. Kamu mungkin kesal kulit wajahmu masih bermasalah, meski sudah melakukan perawatan yang intensif—mulai dari cuci wajah, menggunakan masker, hingga menggunakan krim. Bahkan, Kamu kerap mengganti produk perawatan kulitmu karena Kamu pikir produk yang Kamu pakai tak cocok.

Sebelum mengganti produk, ada baiknya Kamu ingat-ingat terlebih dahulu kebiasaan tidurmu. Apakah Kamu sering begadang dan kurang tidur? Jika ya, bisa jadi hal ini yang membuat kulitmu tak kunjung membaik dan malah bermasalah, seperti berjerawat hingga kusam.

Untuk diketahui, menurut para ahli, orang dewasa idealnya tidur selama 7-9 jam setiap malam. Sayangnya, tak semua orang bisa menerapkannya. Padahal tidur cukup juga termasuk sebagai langkah perawatan kulit wajah agar tetap sehat. Nah, jika kurang tidur, Kamu bisa mendapat masalah kulit berikut ini.

1. Wajah tampak tua
Kebiasaan kurang tidur bisa membuat kulit wajahmu kendur dan berkerut, sehingga tampak lebih tua. Ini terjadi karena saat kurang tidur, jumlah kolagen yang diproduksi tubuh tidak optimal. Padahal produksi kolagen akan lebih optimal jika Kamu tidur cukup.

Untuk diketahui, kolagen sendiri merupakan protein yang berperan dalam proses regenerasi kulit serta menjaga kulit tetap elastis dan terhidrasi. Zat ini juga membantu menjaga kesehatan dan peremajaan kulit, sekaligus mencegah penuaan dini. Nah, maka dari itu, usahakan tidur cukup sekitar 7-9 jam per malam.

Kamu tak mau terlihat lebih tua dengan teman sebaya hanya karena kurang tidur ‘kan?

2. Berjerawat
Kurang tidur akan memengaruhi kondisi mentalmu juga, lo. Kamu bisa stres dan depresi. Nah, stres akibat kurang tidur ini bisa memicu peningkatan produksi hormon kortisol—yang juga memengaruhi pada tingkat stres. Jika hormon ini terlalu tinggi, tubuh jadi terhadap peradangan, salah satunya peradangan pada kulit. Jika sudah demikian, risiko munculnya jerawat pada wajah akan semakin besar.

3. Lingkar hitam di mata
Semua orang memiliki pembuluh darah yang tipis di area bawah mata. Jadi setiap kali Kamu kurang tidur atau kelelahan, pembuluh darah tersebut akan melebar dan menghitam secara alami. Dengan demikian, semakin sering Kamu kurang tidur, semakin terlihat pula pembuluh darah di area bawah mata

Tak hanya itu, sering kali mata tampak bengkak saat kurang tidur. Ini terjadi karena adanya retensi cairan pada jaringan lunak di sekitar mata. Terutama jika Kamu mengonsumsi makanan mengandung garam sebelum tidur.

4. Kulit kusam
Kurang tidur juga akan membuat kulitmu tampak kusam. Pasalnya, saat kurang tidur, daya tahan tubuh akan melemah sehingga risiko peradangan kulit meningkat. Hal ini akan memengaruhi produksi kolagen serta asam hialuronik yang berfungsi mempertahankan kecerahan kulit. Semakin sedikit produksi keduanya, kulit akan semakin kusam.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Ahli Tak Lagi Sarankan Penggunaan Masker Kain

Published

on

By

Ahli Tak Lagi Sarankan Penggunaan Masker Kain

Channel9.id-Jakarta. Menggunakan masker merupakan salah satu protokol kesehatan yang wajib dilakukan selama pandemi COVID-19. Cara ini telah terbukti membantu meminimalisasi penularan COVID-19. Para ahli pun terus mengimbau masyarakat untuk selalu disiplin menggunakan masker, terutama saat di tempat publik.

Perlu diketahui, baru-baru ini, para ahli tak lagi menyarankan penggunaan masker kain karena tak efektif melindungi seseorang dari paparan virus Corona. Mereka lebih menyarankan penggunaan masker bedah.

“Masker kain sudah tidak dianjurkan, lagipula masker bedah sudah banyak tersedia dan harganya terjangkau. Gunakan hanya masker berkualitas,” ujar dr Dirga Sakti Rambe, vaksinolog dan spesialis penyakit dalam, Jumat (18/6).

Sebagaimana telah diketahui, masker bedah atau medis terbukti efektif meminimalisasi paparan virus Corona jika digunakan dengan tepat. Adapun masker kain masih bisa digunakan jika hanya untuk melapisi masker tersebut, sehingga lebih kencang dan seseorang bisa lebih terlindungi.

“Saya menyarankan untuk mengganti masker maksimal 6 jam, atau ganti segera setelah masker sudah basah atau kotor,” tambahnya.

Lebih lanjut, dr Dirga juga mengimbau masyarakat agar tak melepas dan membuang masker serampangan. Saat melepas masker, lepas tali elastis dari telinga. Jauhkan masker dari pakaian dan wajah agar tak terpapar permukaan masker yang kemungkinan sudah terpapar virus.

Kemudian buanglah di tempat sampah. Selanjutnya, bersihkan tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer dengan alkohol minimal 70%.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Ingin Sehat dan Berumur Panjang? Coba Jalani Kiat-Kiat Berikut Ini

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Cobalah tengok seberapa banyak orang yang mengalami gejala COVID-19 yang terbilang berat dan parah. Perlu Kamu sadari, tingkat keparahan gejala ini juga bergantung pada pola dan gaya hidupmu. Pasalnya, kedua hal ini akan memengaruhi kesehatan secara menyeluruh.

Jika pola dan gaya hidupmu berantakan, tak hanya daya tahan tubuhmu yang lemah, tetapi Kamu juga jadi berisiko terkena penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, ginjal, stroke, dan lain sebagainya. Adapun orang-orang dengan penyakit ini—disebut dengan komorbid atau penyakit penyerta—berisiko membuat seseorang mengalami gejala yang parah saat terpapar COVID-19.

Baca juga: Pola Makan yang Bikin Bebas Stres

Untuk menghindari masalah kesehatan itu, sekaligus menangkal atau mengurangi tingkat keparahan gejala COVID-19, jalanilah hidup sehat. Hal ini juga memungkinkan Kamu hidup lebih bahagia dan berumur panjang, lo. Nah, untuk mendapat manfaat ini, lakukan tips simpel berikut ini untuk memulai pola hidup sehat.

1. Jaga tubuh tetap terhidrasi
Pastikan tubuhmu tetap terhidrasi dengan minum air putih dua liter atau delapan gelas per hari. Cara ini bakal mencegah Kamu mengalami dehidrasi, yang bisa memicu masalah kesehatan seperti pusing, linglung, kelelahan, kulit kering, bahkan gangguan ginjal.

Selain mencegah dehidrasi saja, minum air putih juga jadi cara ampuh bagi agar Kamu mengonsumsi minuman manis, yang berisiko meningkatkan masalah diabetes.

2. Konsumsi makanan sehat
Penting bagi Kamu untuk memerhatikan asupan gizi setiap hari. Pastikan makanan yang Kamu konsumsi mencangkup karbohidrat, serat, protein, dan lemak baik. Kemudian perhatikan pula porsinya, agar berat badanmu tetap ideal—tak terlalu kurus atau terlalu gemuk. Kamu pun harus bijak dalam mengolahnya. Cobalah mengolah makanan dengan cara yang sehat seperti direbus, dikukus, atau ditumis.

3. Kurangi gula, alkohol, dan rokok
Batasi atau hindarilah asupan gula. Sebab jika dikonsumsi terlalu banyak, bisa memicu diabetes. Kalau sudah demikian, Kamu bisa lebih rentan terkena berbagai penyakit kronis di masa mendatang, penyakit jantung dan stroke.

Selain itu, Kamu juga harus perlahan-lahan kurangi kebiasaan minum alkohol dan merokok.

4. Hindari atau kelola stres
Nyaris semua orang mengalami stres, entah apa pun penyebabnya. Dalam jangka panjang, stres bisa memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Oleh karenanya, usahakan untuk hindari atau kelola stres agar Kamu lebih rileks dan bebas dari stres.

Jika Kamu merasa tertekan, cobalah tenangkan dirimu dan ambil napas dalam-dalam, kemudian embuskan perlahan. Lakukan hal ini hingga Kamu rileks. Cara ini bisa menurunkan produksi hormon kortisol, yang jika kadarnya tinggi bisa memicu stres, sehingga Kamu lebih rileks. Atau, Kamu juga bisa melakukan hal atau hobi yang menyenangkan buatmu.

5. Rutin olahraga
Di masa pandemi seperti ini, Kamu tak perlu olahraga di rumah seperti ke gym atau jogging guna meminimalisasi risiko terpapar virus Corona. Terlebih saat ini varian virus yang diwaspadai di dunia mulai merebak di sejumlah wilayah di Indonesia. Nah, sebagai gantinya, Kamu bisa berolahraga di dalam rumah. Kamu bisa melakukan yoga dan jenis olahraga lainnya, yang memungkinkan Kamu tetap bisa berolahraga meski di rumah. Kuncinya satu, buatlah tubuhmu aktif bergerak setiap hari. Dengan begitu, Kamu bisa lebih bugar, stamina lebih kuar, hingga daya tahan tubuhmu juga kuat.

6. Tidur cukup
Nah, upaya-upaya dia atas bakal sia-sia kalau Kamu tak cukup tidur, lo. Maka dari itu, cukupilah kebutuhan tidurmu. Idealnya sekitar 7-9 jam per malam, menurut National Sleep Foundation.

Menurut ahli, tidur merupakan kebutuhan paling mendasar untuk menuju pola hidup sehat. Aktivitas ini menjadi fondasi pikiran dan tubuh yang sehat. Jika fondasi goyah, kesehatanmu akan terganggu, dari fungsi kekebalan tubuh, energi, selera makan, suasana hati hingga berat badan.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC