Channel9.id, Jakarta. Indonesia Villages Expo & Forum (INDOVEX) 2026 menargetkan potensi investasi dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) senilai Rp5 triliun melalui pertemuan bisnis antara badan usaha milik desa (BUMDes), badan usaha milik negara (BUMN), korporasi, dan investor.
Forum yang akan digelar di Kota Batu, Jawa Timur, pada 16–19 Oktober 2026 itu dirancang sebagai wadah kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekonomi desa. Penyelenggara menargetkan keterlibatan sekitar 75.000 desa dari berbagai wilayah Indonesia.
INDOVEX 2026 merupakan hasil kolaborasi Kinarya/PT Kinarya Cipta Kreasi bersama Pemerintah Kota Batu dengan dukungan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa (PEID) Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal.
Perwakilan Manajemen INDOVEX 2026, Fajar Informanto, mengatakan penyelenggaraan forum tersebut merupakan upaya mendorong implementasi agenda pembangunan desa sebagaimana tercantum dalam program prioritas pemerintah.
“Presiden Prabowo telah mengamanatkan dalam ASTA CITA untuk membangun dari desa dan dari bawah. INDOVEX 2026 hadir sebagai wujud nyata dari amanah tersebut,” ujar Fajar dalam keterangan tertulis, Selasa (22/7/2026).
Menurut dia, penguatan ekonomi desa menjadi salah satu prasyarat untuk meningkatkan daya saing nasional. Oleh karena itu, INDOVEX dirancang sebagai platform yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, investor, akademisi, lembaga keuangan, komunitas, media, dan masyarakat desa dalam satu ekosistem kolaborasi.
“Jika 75.000 desa kuat, maka Indonesia tidak bisa dikalahkan siapa-siapa. INDOVEX adalah ruang operasi untuk menyembuhkan ekonomi desa,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Desa, saat ini terdapat 75.266 desa dan 55.941 BUMDes di Indonesia. Namun, penyelenggara menilai sebagian besar produk desa masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan daya saing di pasar domestik maupun internasional.
Selain membidik potensi investasi Rp5 triliun, INDOVEX 2026 juga menargetkan peluncuran 1.000 produk unggulan desa berbasis teknologi, ekonomi hijau, dan ekonomi biru. Agenda lainnya adalah pelaksanaan program Bapak Angkat 1.000 BUMDes yang mempertemukan BUMN dan perusahaan swasta dengan pengelola BUMDes untuk memperluas kemitraan bisnis.
Selama empat hari pelaksanaan, penyelenggara akan menggelar pameran produk dan jasa unggulan desa, forum kebijakan nasional yang menghadirkan jajaran menteri dan pimpinan BUMN, business matching antara BUMDes dengan pembeli domestik maupun internasional, workshop digitalisasi dan ekspor, pemberian penghargaan bagi desa inovatif, hingga deklarasi Gerakan SALIM yang diikuti pengurus BUMDes dari berbagai daerah.
Kota Batu dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena dinilai memiliki pengalaman dalam mengembangkan ekonomi berbasis pariwisata, pertanian, dan teknologi.
Perwakilan Pemerintah Kota Batu menyatakan kesiapan daerah tersebut menjadi tuan rumah forum ekonomi desa berskala nasional.
“Kami siap menjadi rumah bagi 75.000 harapan desa Indonesia,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan INDOVEX 2026, panitia berharap forum tersebut dapat menjadi sarana memperluas akses pasar, investasi, dan kolaborasi bagi BUMDes serta pelaku usaha desa, sekaligus mempercepat transformasi ekonomi desa yang berkelanjutan.





