Connect with us

Lifestyle & Sport

Ingin Naikkan Berat Badan Tapi Harus Puasa? Perhatikan Hal-Hal Ini

Published

on

Ingin Naikkan Berat Badan Tapi Harus Puasa? Perhatikan Hal-Hal Ini

Channel9.id-Jakarta. Apakah Kamu punya rencana menaikkan berat badan? Jika ya, tentu berpuasa di bulan Ramadan ini menjadi tantangan yang cukup berat. Terlebih jika Kamu mudah sekali kehilangan berat badan.

Bagaimana tidak? Pasalnya, salah satu kunci untuk menaikkan beran badan ialah harus lebih sering makan. Sementara saat puasa, Kamu tak boleh malam selama 12 jam lebih. Di lain sisi, kurangnya asupan makanan bagi tubuh merupakan penyebab umum tubuh jadi kurus.

Baca juga : Tips Atasi Sariawan yang Mengganggu Saat Puasa

Namun, sebetulnya puasa tak akan menggagalkan upayamu untuk menaikkan berat badan. Asalkan, Kamu bisa mengatur pola makan dengan baik. Nah, bagaimana caranya? Simak aturan makan saat puasa untuk Kamu yang ingin gemuk.

1. Jangan lewatkan sahur
Dengan sahur, tubuh punya energi dari makanan. Kamu akan membutuhkan energi ini selama beraktivitas seharian. Nah, ada masanya energi dari makanan ini habis, sehingga tubuhmu akan membakar cadangan lemak untuk mendapat energi. Mekanisme ini memungkinkan Kamu lebih banyak membakar lemak. Alhasil, Kamu bisa mengurus. Terlebih jika Kamu tak makan yang tepat saat sahur atau melewatkannya. Maka dari itu, jangan sekali-kali melewatkan sahur.

2. Pilih metode memasak yang sehat
Metode memasak yang tak sehat, seperti menggoreng, memang bisa membuat tubuh naik. Namun, ini tak sehat dan tubuh jadi kurang bertenaga. Karenanya, Kamu disarankan menggunakan metode memanggang dan mengukus. Jika memang harus menggoreng, gunakan sedikit minyak.

3. Perhatikan waktu makan dan minum
Kamu harus memaksimalkan waktu berbuka dan sahur untuk menaikkan berat badan. Kamu bisa lebih sering makan dalam porsi kecil, namun sering. Misalnya, makan camilan di sela-sela waktu makan, seperti saat sahur, setelah berbuka, atau taraweh.

Selain itu, waktu minum pun harus diperhatikan guna menjaga tubuh tetap terhidrasi. Lebih-lebih saat puasa. Pasalnya, minum di waktu yang tak tepat bisa membikin asupan makanan berkurang. Misalnya banyak minum sebelum makan, yang bisa membikin Kamu cepat kenyang sehingga porsi makan jadi sedikit. Untuk itu, Kamu disarankan untuk minum setelah makan.

4. Perbanyak kalori dan gizi penting
Salah satu kunci utama menaikkan berat badan ialah dengan menambah asupan kalori. Namun, perlu dicatat, meningkatkan asupannya dalam waktu singkat bisa memicu masalah pencernaan—menimbang selama puasa hanya makan dan minum di waktu buka puasa dan sahur. Agar aman, Kamu bisa menambahkan 300-500 kalori per hari dalam beberapa kali makan, yaitu ketika sahur dan berbuka.

Selain itu, Kamu disarankan untuk memilih menu berkalori tinggi yang kaya karbohidrat, protein, dan lemak sehat, seperti beras merah, gandum utuh, sayuran, ikan, kacang-kacangan, dan alpukat.

5. Olahraga
Olahraga bukan cuma untuk orang yang ingin menurunkan berat badan, lo. Pasalnya, aktivitas ini juga disarankan untuk Kamu yang ingin menaikkan berat badan dengan cara yang sehat. Kelebihan kalori yang disimpan di otot, tak hanya sel lemak, penting untuk diubah menjadi energi dan massa otot.

Karena sedang berpuasa, Kamu disarankan berolahraga dengan intensitas rendah dan ringan, seperti jalan cepat, jogging, dan yoga. Lakukanlah aktivitas ini setelah sahur, menjelang atau setelah buka puasa. Namun, jika Kamu punya kondisi medis tertentu, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

6. Kenali kondisi kesehatan
Hal lain yang tak kalah penting ialah kenali kondisi kesehatan sebelum menaikkan berat badan. Dengan begitu, Kamu bisa mengetahui cara aman menaikkan berat badan sesuai dengan kondisi yang dimiliki.

Bagi orang-orang tertentu, cara-cara yang dipaparkan tadi tak efektif membantu menaikkan berat badan. Maka dari itu, cobalah untuk mengonsultasikannya ke dokter. Selain itu, perlu diingat, orang yang kurus terkadang menderita gizi buru dan perlu perawatan langsung dari dokter gizi.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Pola Makan yang Bisa Ganggu Kualitas Tidur

Published

on

By

Pola makan punya peran besar dalam memengaruhi kesehatan, lo. Termasuk terhadap kualitas tidur. Adapun pola dan kualitas tidur yang baik membantu tubuh menjaga

Channel9.id-Jakarta. Pola makan punya peran besar dalam memengaruhi kesehatan, lo. Termasuk terhadap kualitas tidur. Adapun pola dan kualitas tidur yang baik membantu tubuh menjaga berat badan. Bahkan membantu proses penurunan berat badan bagi yang sedang menjalani diet.

Meski begitu, hubungan antara pola makan dan tidur yang penting itu kerap diabaikan. Padahal dengan memahaminya, Kamu berpeluang untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan optimal. Maka dari itu, ketahuilah bagaimana dan pola makan saja yang bisa memengaruhi kualitas tidur. Nah, simak penjelasan berikut ini.

1. Ngemil sebelum tidur
Journal of Clinical Sleep Medicane menunjukkan makan rendah serat dan lemak jenuh tinggi dikaitkan dengan tidur yang lebih ringan dan tak nyaman. Maka dari itu, ngemil junk food seperti donat, keripik, dan pizza akan merusak tidur nyenyakmu.

Jika memang ingin ngemil, sebaiknya pilihlah buah-buahan seperti kiwi—yang kaya antioksidan tinggi—yang mampu meningkatkan kualitas tidur dan mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk tertidur.

2. Sering mengonsumsi minuman olahan
Sama halnya dengan mengonsumsi makanan rendah serat dan tinggi lemak jenuh, mengonsumsi minuman olahan tinggi gula juga punya dampak yang sama. Selain itu, varian minuman yang berkafein tinggi juga akan mengganggu siklus tidur, Kamu jadi sulit jatuh tidur.

Maka dari itu, Kamu lebih baik memilih minuman yang lebih sehat seperti secangkir susu hangat sebelum tidur. Minum susu bisa menenangkan dan meningkatkan kualitas tidur.

3. Sering mengonsumsi karbohidrat olahan
Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat olahan seperti pasta, kerupuk, dan roti juga buruk bagi kualitas tidur. Makanan ini akan mengganggu tahap “tidur nyenyak” lantaran lonjakan gula darah, namun energi cepat menurun sehingga mengganggu ritme sirkadian.

Maka dari itu, Kamu disarankan untuk membatasi makanan jenis ini. Sebagai gantinya, pilihlah makanan berkarbohidrat namun tinggi serat seperti nasi merah dan biji-bijian agar gula darah tetap stabil
4. Makan makanan berminyak
Makanan yang digoreng dan berminyak lebih sulit dicerna. Sebab lemak yang dikandungnya memperlambat proses pengosongan lambung, sehngga jadi makanan bertahan lebih lama di perut. Nah, kondisi ini bisa mengganggu ritme sirkadian yang menyebabkan kantuk di siang hari dan kelaparan larut malam.

5. Mengonsumsi makanan pedas
Mengonsumsi makanan pedas akan memperburuk kualitas tidur. Terlebih lagi jika Kamu punya gangguan lambung seperti maag atau refluks lambung. Maka dari itu, sebaiknya hindari makanan jenis ini, terutama bila dikonsumsi menjelang tidur.

Pasalnya, capsaicin pada cabai atau paprika akan meningkatkan suhu internal tubuh. Padahal, untuk tidur nyenyak, tubuh harus dalam keadaan suhu normal. Selain itu, makan pedas menjelang tidur berisiko membuat asam lambung menjalar dari perut ke tenggorkan—yang kemudian memicu maag atau refluks lambung.

6. Minum alkohol
Kebiasaan minum alkohol meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kehangatan tubuh. Meski demikian, kemungkinan besar Kamu jadi sering terbangun beberapa jam kemudian setelah terlelap.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Tidur Kacau Saat Ramadan? Ini Akibatnya Bagi Kulit Wajah

Published

on

By

Tidur Kacau Saat Ramadan? Ini Akibatnya Bagi Kulit Wajah

Channel9.id-Jakarta. Rutinitas sahur selama bulan Ramadan cenderung membuat seseorang jadi kurang tidur. Belum lagi, jika memang harus begadang sebelum sahur. Padahal kurang tidur bisa berdampak buruk bagi kesehatan secara menyeluruh, termasuk pada kulit wajah, lo.

Sementara itu, Lebaran sebentar lagi tiba. Tentunya Kamu ingin nampak glowing di momen besar itu ‘kan?

Maka dari itu, mumpung masih ada waktu beberapa hari sebelum Lebaran, cobalah untuk atur kembali pola tidurmu dan usahakan untuk mencukupi kebutuhan tidur. Sebagaimana saran ahli, orang dewasa disarankan untuk tidur, paling tidak, selama 7-9 jam setiap malam—sebagaimana saran para ahli.

Terlepas dari kiat tidur itu, memangnya apa saja sih dampak kurang tidur bagi kulit wajah? Nah, berikut ini adalah beberapa akibatnya.

1. Kantung mata besar
Pembuluh darah di area bawah mata tipis. Maka dari itu, setiap kali Kamu kelelahan atau kurang tidur, pembuluh darah ini akan melebar dan menghitam. Artinya, semakin sering Kamu begadang dan kurang tidur, semakin nampak jelas pembuluh darah pada area bawah mata.

2. Kulit jadi kusam
Selain itu, kurang tidur pun menyebabkan wajahmu nampak kusam atau tak cerah. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuhmu melemah jika kurang tidur. Risiko peradangan kulit pun jadi meningkat.

Hal itu pun akan memengaruhi produksi kolagen dan asam hialuronik yang berfungsi untuk mempertahankan kulit menjadi cerah. Artinya, semakin sedikit zat asam hialuronik yang diproduksi tubuh, kulit akan nampak semakin kusam.

3. Memicu munculnya jerawat
Pola tidur yang kacau bisa membikin Kamu kurang tidur. Hal ini bisa mengganggu kondisi mentalmu hingga Kamu merasa stres. Adapun stres ini akan meningkatkan produksi hormon kortisol, yang membuat tubuh rentan mengalami peradangan, termasuk pada kulit. Nah, Kamu pun jadi mudah berjerawat, bahkan memperparah kondisi jerawat.

Peningkatan produksi hormon kortisol pun akan meningkatkan produksi minyak pada wajah, lo. Ini juga akan memperburuk kondisi jerawat. Nah, tak ayal bila kurang tidur bisa memicu dan memperparah jerawat.

4. Wajah nampak lebih tua
Saat sedang tidur, tubuh akan memproduksi kolagen—yaitu zat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan peremajaan kulit. Zat ini membantu mencegah tubuh mengalami penuaan dini dengan menghalangi pembentukan kerutan pada wajah.

Sementara, jika Kamu begadang dan kurang tidur, tubuh tak bisa memproduksi kolagen dalam jumlah normal. Hal ini bisa membikin kulit kendur dan lebih banyak kerutan, lo. Maka dari itu, orang yang kurang tidur pada malam hari bisa nampak lebih tua dari umur sesungguhnya.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Marak Dijual Menjelang Lebaran, Ini Tips Aman Pilih Hampers

Published

on

By

Marak Dijual Menjelang Lebaran, Ini Tips Aman Pilih Hampers

Channel9.id-Jakarta. Parsel atau hampers kian marak diperjualbelikan di waktu menjelang Lebaran ini. Pandemi COVID-19 bahkan berkontribusi terhadap peningkatan penjualan hampers, lantaran banyak orang yang tak bisa tatap muka. Sehingga memberi hampers menjadi alternatif untuk bersilaturahmi.

Sayangnya, masih banyak orang yang mengabaikan keamanan hampers. Maka dari itu, kualitas hampers harus diperhatikan. Berangkat dari hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berbagi tips memilih hampers yang aman dikonsumsi atau dibagikan ke kerabat dekat atau keluarga.

Pertama, sebaiknya konsumen memilih sendiri bahan makanan yang akan dijadikan hampers. Hal ini untuk memastikan kemasan makanan dalam keadaan baik.

“Pastikan kemasan produk pangan dalam keadaan tak sobek, tak bolong, tak bocor, tak penyok, tak karatan, dan masih tersegel rapat,” jelas BPOM melalui akun resminya, Minggu (9/5).

Selanjutnya, cek label pada kemasan makanan. Ada beberapa informasi yang harus tertera pada label di antaranya: nama dagang, komposisi, nama jenis pangan olahan, logo halal bagi yang dipersyaratkan, tnggal dan kode produksi, nama dan alamat importir, keterangan kedaluwarsa, berat bersih, dan nomor izin edar.

Lalu makanan pun harus memiliki izin edar dari BPOM. Untuk pangan olahan dalam negeri tercantum “BPOM RI MD” dan diikuti 12 digit angka. Sementara olahan impor tercantum “BPOM RI ML” dan juga diikuti 12 digit angka.

Hal terpenting yaitu pastikanlah tanggal kedaluwarsa. Hal ini demi meminimalisir kejadian yang tak diinginkan saat mengkonsumsi bahan pangan yang tak lagi layak dimakan.

“Keterangan kedaluwarsa merupakan batas akhir suatu pangan dijamin mutunya, sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan produsen,” kata BPOM.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC