Connect with us

Hot Topic

Irjen Napoleon Mengancam, Polri: Biarlah Kita Dengar Keterangannya

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri Irjen Napoleon Bonaparte resmi ditahan di Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan, pada Jumat (16/10). Napoleon juga mengancam akan membongkar semua orang-orang yang terlibat dalam kasus suap dari terpidana Djoko Tjandra.

Menanggapi ancaman tersebut, kepolisian republik Indonesia tidak ambil pusing. Bahkan Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, mengaku, siap mendengarkan ancaman Napoleon di persidangan nanti.

Baca juga: Ancam Bongkar Suap Djoko Tjandra, Irjen Napoleon Ada Tanggalnya

“Biarlah kita dengar keterangannya di sidang pengadilan seperti apa,” ujar Argo saat dikonfirmasi dalam pesan teks, Jumat (16/10).

Napoleon sebelumnya mengatakan, akan membongkar nama-nama lain yang terlibat menerima suap dari Djoko Tjandra sebesar Rp 7 miliar selain dirinya. Sejauh ini ada empat orang tersangka yang telah diamankan dan telah dilimpahkan berkas perkaranya.

Dua tersangka yakni Irjen Napoleon dan Brigjen Prasetijo Utomo ditahan di Rutan Salemba cabang Mabes Polri, di Trunojoyo. Tersangka Tommy Sumardi ditahan di Rutan Salemba cabang Kejari Jaksel, sedangkan tersangka Djoko Tjandra berkas perkara dilimpahkan di Kejari Jakarta Pusat.

Terpidana kasus cessei Bank Bali 1999 itu, sempat dinyatakan kabur dan buronan Kejakgung, dan Interpol sejak 2009. Tetapi, Djoko Tjandra berhasil masuk ke Indonesia sepanjang Juni 2020 lalu tanpa tertangkap, dan tak terdeteksi dalam sistem imigrasi.

Dari pengungkapan, diduga terjadi penghapusan nama Djoko Tjandra, dalam daftar pencarian orang (DPO) di interpol dan imigrasi.

Dalam penghapusan red notice itu, sepakat dengan Tommy Sumardi untuk melobi Prasetijo agar meminta Napoleon, menghapus status DPO Djoko Tjandra di red notice dan imigasi. Penghapusan tersebut, yang diduga membuat Djoko Tjandra dapat masuk ke Indonesia, tanpa diketahui. Sebagai kompensasi atas penghapusan red notice tersebut, Djoko Tjandra memberikan uang Rp 10 miliar kepada Tommy Sumardi.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Ngeri ! Grup FB STM se-Jabodetabek Serukan Rusuh Demo Tolak UU Ciptaker

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan, grup Facebook STM se-Jabodetabek menyerukan melakukan kerusuhan di demo menolak UU Ciptaker pada Selasa 20 Oktober 2020.

Hal itu diketahui usai polisi menangkap ketiga admin dan anggota grup Facebook tersebut berinisial MLAI (16), WH (16) dan SN (17).

“Seruannya tujuannya demonya harus rusuh dan ricuh. Kemudian ada tulisannya macem-macem ada juga untuk tanggal 20 ini,” kata Argo, Selasa (20/10).

Adapun seruan dalam grup Facebook itu yakni, “Buat kawan-kawan ogut jangan lupa tanggal 20 bawa moly supaya polisi jatuh”.

“Ini ajakan di Facebook untuk hari ini,” ujar Argo.

Selain itu, dalam akun media sosial itu, para anggotanya diimbau untuk membawa peralatan-peralatan untuk persenjatai diri melawan aparat kepolisian saat kerusuhan.

“Alat yang berguna untuk jaga akan turun aksi jika chaos ada disini. Bawa masker, kacamata renang, odol, bawa raket kenapa raket itu kalau dilempar gas air mata akan dipukulkan kembali. Ini ajakan di Facebook kemudian ada kantong karet, air mineral dan sarung tangan,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Ketua DPRD Pekalongan Tewas Kecelakaan di Tol Solo

Published

on

By

Channel9.id0Jakarta. Kecelakaan dialami Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Nunung Sugiantoro (40) dalam perjalanan di Tol Solo – Ngawi KM 542 – 400, Selasa (20/10) tadi pagi.

Diketahui korban berencana melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur dengan menumpang mobil Fortuner dengan Nopol G 21 NW. Sedangkan ini dikatakan Kasat Lantas Polres Sragen AKP Ilham Syafriantoro Sakti mewakili Kapolres Sragen, AKBP Rafael Sandy Cahya Priambodo, Selasa (20/10).

“Kecelakaan tunggal. Lokasi kejadian merupakan jalur lurus. Kendaraan lepas kendali dan menabrak cor beton jembatan,” ujar Kasat Lantas Polres Sragen dikutip dari Kumparan.

Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Cipali, 7 Orang Meninggal

Kejadian berawal dari korban yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pekalongan melintas di jalan tersebut. Sedangkan mobil dikemudikan oleh Syaiful Huda (37) warga Tanjungsari, Kajen. Namun ada dugaan awal pengemudi kurang konsentrasi sehingga kecelakaan terjadi.

“Mobil sempat menabrak pembatas besi, kemudian menghantam cor. Kondisi korban meninggal sempat terjepit badan mobil,” terangnya.

Selanjutnya ketika dikonfirmasi Kasat Lantas Polres Sragen AKP Ilham Syafriantoro Sakti kepada wartawan bahwa kecelakaan disebabkan pengemudi mobil kurang konsentrasi. Namun pihaknya masih menunggu pemeriksaan saksi untuk memastikan.

Sementara pengemudi Syaiful Huda (37) kondisinya mengalami luka ringan dan mendapat perawatan di RSUD Sragen sementara Nunung, ditemukan tewas di lokasi.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Mendagri Imbau Masyarakat Tidak Mudik Peringati Maulid Nabi Muhammad

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengimbau masyarakat tidak mudik ke kampung halaman menjelang libur panjang memperingati Maulid Nabi Muhammad yang jatuh pada Kamis 29 Oktober 2020.

Diketahui, pemerintah menetapkan cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober 2020. Artinya selama tiga hari, mulai Rabu 28 hingga Jumat 30 Oktober, akan libur panjang.

“Tiga hari itu bisa berlanjut ke Sabtu Minggu, jadi libur panjang. Apalagi kalau ada yang ngambil cuti Senin dan Selasanya,” kata Tito dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Selasa (20/10).

Mendagri Tito berharap masyarakat tidak perlu mudik. Masyarakat cukup berlibur di rumah saja atau melakukan liburan di daerahnya saja. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah penyebaran covid-19 dari daerah ke daerah.

“Apalagi yang di Jakarta, tolong kalau bisa berlibur di tempatnya saja. Enggak usah pulang kampung. Kita beres-beres rumah dan beres-beres lingkugan. Apalagi berdasarkan prediksi BMKG nanti akan ada banjir, longsor dan itu sudah terjadi di beberapa hari belakangan,” kata Tito.

Namun, jika terpaksa melakukan mudik karena terdesak, Tito meminta masyarakat untuk melakukan Tes PCR atau Rapid Tes sebelum mudik. Pun selama perjalanan harus mematuhi protokol kesehatan dengan ketat supaya tidak ada penularan dari perjalan dan di tempat tujuan.

“Tapi saya mendorong PCR karena lebih akurat ketimbang rapid tes,” ujarnya.

Tito pun meminta kepala daerah menyiapkan sistem pertahanan untuk mengantisipasi jika ada pemudik yang datang. Alangkah baiknya, semua pemudik yang datang diminta hasil tes PCRnya.

“Kalau belum tes, keluarganya mendorong sebelum pulang kampung. Ini untuk keselamatan kita semua,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC