Connect with us

Internasional

Israel Tidak Kooperatif dengan ICC Terkait Kejahatan Perang

Published

on

Israel Tidak Akan Kooperatif dengan ICC

Channel9.id-Israel. Israel akan memberitahu International Criminal Court (ICC) bahwa tidak akan mengakui  otoritas pengadilan tersebut yang berencana untuk menginvestigasi adanya kemungkinan kejahatan perang di daerah milik Palestina, kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di hari Kamis (8/4/2021).

Israel diminta untuk membalas surat pemberitahuan dari ICC pada hari Jumat. Setelah mengadakan pertemuan dengan para menteri senior dan pejabat pemerintah, Netanyahu mengatakan Israel tidak akan bekerja sama dengan penyelidikan tersebut, namun akan mengirimkan responnya.

“Akan saya perjelas lagi bahwa Israel adalah negara dengan peraturan hukum yang sudah mengerti bagaimana cara menginvestigasi negara kami sendiri,” katanya dalam pernyataannya di hari Kamis. Responnya juga akan menambahkan bahwa Israel sepenuhnya menolak tuntutan bahwa mereka telah melakukan kejahatan perang.

Baca juga : Pemilu Israel Berlangsung Sangat Ketat

Pernyataan itu menambahkan bahwa ICC tidak mempunyai kuasa untuk mengadakan investigasi terhadap Israel dan Israel tidak akan mau bekerja sama dengannya.

Israel bukan anggota Statuta Roma yang membentuk ICC dan, oleh karena itu, secara definisi bukan bagian dari ICC.

Jaksa ICC, yang mengatakan Israel dan Palestina sebagai terduga dakwaan kejahatan perang, mengatakan surat pemberitahuannya sudah dikirim pada tanggal 9 Maret kepada semua anggota yang ingin memberikan perhatiannya atas kasus ini.

Ia memberikan mereka waktu satu bulan untuk mengabarkan pengadilan jika mereka melakukan penyelidikannya sendiri dari dugaan kejahatan tersebut dan meminta pengadilan ICC untuk menunda penyelidikannya disaat penyelidikan mandirinya masih berlanjut.

(RAG)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Internasional

Sheikh Jarrah: Contoh Nyata Invasi Israel

Published

on

By

Sheikh Jarrah: Contoh Nyata Invasi Israel

Channel9.id-Israel. Bau busuk tercium di komplek perumahan Sheikh Jarrah yang terletak di Yerusalem Timur dimana para pengunjuk rasa terus berupaya untuk menghentikan Israel mengusir delapan keluarga Palestina dari sana.

Selama beberapa minggu ini, polisi Israel berulang kali menembakkan cairan bau busuk ke jalanan untuk membubarkan para pengunjuk rasa.

Kericuhan ini telah menyebabkan kericuhan di Kota Tua Yerusalem pada hari Senin. Roket-roket diluncurkan oleh Hamas dan juga Israel yang menyebabkan orang-orang meninggal.

Kejadian ini juga membuat Sheikh Jarrah sebagai contoh bagaimana pasukan Israel berusaha membasmi orang-orang Palestina dari Yerusalem Timur.

Nama Sheikh Jarah sendiri diambil dari dokter pribadinya Sultan Salahuddin, Sultan Muslim yang berhasil menaklukkan Yerusalem dari tentara salib pada tahun 1187.

Namun pada sebuah perang di tahun 1967, Israel memenangkan Perang Enam Hari melawan Mesir, Suriah dan Yordania. Hal ini membuat mereka berhasil menduduki Kota Tua dan juga Yerusalem Timur dan Tepi Barat. Mereka sudah menganggap bahwa Yerusalem sebagai wilayahnya, termasuk daerah Sheikh Jarrah, dan klaim ini juga diperkuat oleh Amerika pada tahun 2017 ketika Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dengan memindahkan kantor kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Warga Palestina kebanyakan tinggal di Sheikh Jarrah, namun para penduduk Israel juga mulai pindah kesana. Mereka mengatakan rumah-rumah itu adalah milik para kaum Yahudi setelah PBB di tahun 1947 membagi wilayah Mandat Britania menjadi 30% milik Palestina dan 70% untuk Kaum Yahudi. Keputusan itu menyebabkan terjadinya perang Israel-Arab pada tahun 1948.

Nabil al-Kurd, 77, adalah salah satu orang Palestina yang akan diusir dari komplek jalan Othman bin Affan.

“Israel tidak akan puas sampai mereka mengusir saya dari rumah yang sudah saya tinggali seumur hidup saya,” katanya.

Setengah wilayah rumahnya telah diambil alih oleh orang Israel dan sekarang ada sebuah tembok yang memisahkan mereka dengan keluarganya.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Suku Etnis di Myanmar Ikut Bantu Tangani Covid-19

Published

on

By

Suku Etnis di Myanmar Ikut Bantu Tangani Covid-19

Channel9.id-Myanmar. Disaat respon Covid-19 Myanmar sedang jatuh karena adanya kudeta 1 Februari, satu organisasi etnis bersenjata di utara Myanmar diam-diam sudah memvaksin 20,000 warga di daerah kekuasaannya, dengan dukungan dari seberang perbatasan Cina.

Vaksinnya, diproduksi oleh perusahaan Sinovac Biotech dari Cina dan di kirim dengan bantuan dari Palang Merah Cina yang juga merupakan anggota dari Federasi Palang Merah Internasional.

Kachin Independence Organisation (KIO) adalah salah satu dari 20 organisasi etnis bersenjata yang beroperasi di sepanjang perbatasan Myanmar dengan Cina, Thailand dan India. Beberapa dari mereka telah melakukan tindak pencegahan Covid-19 nya sendiri dari awal-awal merebaknya virus ini.

Walaupun kericuhan dari perang saudara semakin memanas semenjak terjadinya kudeta telah mengganggu upaya mereka, KIO dan Karen National Union (KNU), dua organisasi etnis bersenjata yang paling maju di Myanmar, mengatakan kepada Al Jazeera kalau mereka akan terus berusaha menangani pandemi Covid-19 di wilayahnya.

Upaya mereka dalam menganani pandemi Covid-19 masih terus berlanjut setelah layanan kesehatan Myanmar – sudah merupakan salah satu yang terburuk di dunia sebelum terjadinya kudeta – jatuh lumpuh setelah terjadinya kudeta.  Beberapa hari setelah kudeta, para pekerja kesehatan menginisiasi gerakan mogok nasional, yang sampai saat ini masih berlangsung, dalam upayanya untuk melumpuhkan dan menipiskan sumber daya junta Myanmar. Akibatnya banyak rumah sakit ditutup.

Pada tanggal 5 Mei, PBB memperingatkan Myanmar bahwa serangannya ke para pekerja dan fasilitas kesehatan telah mengganggu respon penanganan Covid-19.

“Disaat Myanmar sangat membutuhkan mereka, para pekerja malah diselimuti oleh ketakutan ditangkap junta karena menggunakan hak kebebasan mereka untuk mengekspresikan pendapatnya dan berkumpul dengan damai,”  kutip pernyataan PBB di konferensi persnya.

Menurut PBB, junta militer Myanmar telah melakukan setidaknya 158 serangan terhadap pekerja kesehatan dan juga ke rumah sakit, yang man 60 orang diantaranya telah terluka parah atau bahkan meninggal. Ditambah, junta juga menangkap dan menuntut lebih dari 139 dokter dan juga telah menduduki 50 rumah sakit.

Dr Khin Khin Gyi, kepala unit penyakit menular kementerian kesehatan, mengatakan kepada Voice of America pada awal April bahwa rata-rata tes Covid-19 di Myanmar telah turun ke angka 2,000 orang per hari dari yang sebelumnya 25,000 per hari sebelum terjadinya kudeta.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Serangan Brutal Israel Menewaskan 21 Warga Palestina

Published

on

By

Serangan Brutal Israel Menewaskan 21 Warga Palestina

Channel9.id-Israel. Serangan brutal Israel ke jalur Gaza sudah menewaskan 21 warga Palestina, korban termasuk anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Serangan itu merupakan serangan balasan untuk Hamas yang menembakkan roketnya ke Yerusalem karena Israel tidak mau menarik militernya dari halaman Masjidil Al Aqsa di Yerusalem.

Sebelumnya di hari Senin (10/5/2012), di halaman Masjidil Al Aqsa, tempat paling suci bagi orang-orang Islam dan juga Yahudi, kericuhan memuncak dan menyebabkan 300 warga Palestina mengalami luka-luka setelah polisi Israel menyerang mereka sampai ke dalam masjid sambil menembakkan peluru karet, bom suara dan gas air mata.

Israel kembali membombardir Jalur Gaza pada Selasa (11/5/2021) pagi.

Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan darurat perihal kericuhan di Yerusalem setelah banyaknya pemimpin dunia yang meminta Israel untuk menarik kembali militernya dari halaman masjidil Al Aqsa.

Foto-foto yang diposting di sosial media oleh agensi-agensi berita menunjukkan api dan asap yang membumbung tinggi dari langit Gaza.

Israel berdalih mengatakan serangan itu merupakan serangan balasan untuk kelompok Hamas. Sebelumnya Hamas memperingatkan Israel untuk menghentikan tindakan kekerasan terhadap warga Palestina di Masjidil Al Aqsa.

Ditengah-tengah kericuhan ini, unjuk rasa terjadi di mana-mana. Di kota al-Lydd, dekat kota Tel Aviv, terjadi sebuah unjuk rasa yang mendukung warga Palestina di Al-Aqsa. Mereka memprotes tindak kekerasan militer Israel disana. Dalam sebuah video, terlihat seseorang menurunkan bendera Israel dan mengibarkan bendera Palestina.

Di Turki, ribuan orang berkumpul pada Senin malam di kedutaan Israel di kota Ankara untuk memprotes tindak kekerasan Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem.

Para pengunjuk rasa di Istanbul, sambil membawa dan mengibarkan bendera Palestina, mereka meneriakkan “Ganyang Israel, Ganyang Amerika”.

(RAG)

Continue Reading

HOT TOPIC