Connect with us

Ekbis

Jajaki Pasar Global, PBA Gelar Pertemuan Dengan Dubes Uni Eropa

Published

on

Gerakan kewirausahaan Perkumpulan Bumi Alumni (PBA)  mengadakan  acara Ngobrol Bareng Kang Dubes dengan mengusung tema “Optimalisasi Potensi Peluang Ekspor Produk UMKM ke Pasar Eropa” pada Jum’at (22/10/2021).

Acara ini menghadirkan Dr. Andri Hadi SH, LLM, Duta Besar RI untuk Belgia, Luxemburg, dan Uni Eropa sebagai nara sumber dan Ketua Umum PBA, Dr. Ary Zulfikar SH MH, yang dimoderatori oleh  Dr. Dewi Tenty, SH, MH, penggerak UMKM Alumni.  Tujuan utamanya tidak lain adalah untuk mengenalkan para pelaku UMKM di Indonesia agar dapat menjajaki peluang ekspor dengan menembus pasar Eropa.

Sebelum acara dimulai, para peserta dan nara sumber menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PBA. Acara ini dibuka dengan sambutan dari  Dr. Ary Zulfikar SH, MH selaku Ketua Umum PBA yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Hukum LPS. Dalam sambutan pembukanya, Kang Azoo menekankan tiga hal utama dalam mengembangkan UMKM, yaitu komitmen, integritas, dan solidaritas.

Tiga hal tersebut menjadi kunci dalam mengembangkan produk-produk UMKM yang bernaung dalam PBA. Ia juga tidak lupa mengajak kepada semua pelaku UMKM yang tergabung dalam PBA untuk secara bersama-sama mencari peluang dengan membangun ekosistem.

Untuk mewujudkan cita-cita kemandirian wirausaha seluruh pelaku UMKM, Kang Azoo juga menegaskan bahwa kerja sama merupakan hal yang tidak kalah penting. Frasa atau filosofi yang ia gunakan untuk menggambarkan hal tersebut dengan men-quote Hendri Ford. “coming together is a beginning, keeping together is a progress, working together is a success. Namun working together merupakan hal yang paling utama. “Di sini kita bekerja bersama-sama, bukan sama-sama kerja,” pungkasnya.

PBA dalam strateginya untuk melakukan ekspor produk UMKM ke pasar Eropa juga tidak lupa mengandeng Prime Global Network sebagai afiliasi dalam usaha bisnis mereka. Kerja sama tersebut sudah dinyatakan secara resmi melalui penandatangan MoU pada hari Minggu (26/9/2021) lalu untuk menembus pasar Korea Selatan. Hal ini diakui Kang Azoo sebagai langkah awal untuk menembus pasar global, termasuk untuk dapat masuk ke pasar Eropa.

Selain pasar global, PBA juga menggarap pasar domestik, PBA juga akan menjalin kerjasama dengan perusahaan logistik lokal KirimAja, layanan pengiriman barang berbasis aplikasi digital, yang merupakan salah satu perusahaan Garuda Indonesia Group. Diharapkan dengan kerjasama tersebut dapat membantu para pelaku UMKM untuk mendistribusikan barangnya secara nasional.

Melalui kerja sama-kerja sama tersebut, Kang Azoo menilai hal ini merupakan perkembangan yang cukup besar dan patut dibanggakan mengingat usia PBA yang baru menginjak satu tahun. Hal tersebut dinyatakannya sebagai sebuah dorongan untuk meningkatkan komitmen dalam meningkatkan UMKM. “Semoga hal ini tetap bisa dipertahankan, membangun komitmen,” ucapnya, menutup sambutan yang ia berikan.

Andri Hadi, Duta Besar Indonesia untuk Belgia, Luxemburg dan Uni Eropa menyatakan dukungannya terhadap PBA. Ia menilai bahwa PBA telah menerapkan posisi yang sangat baik dalam konteks untuk mengembangkan dan memberdayakan para pelaku UMKM. “Salut, Kang, untuk inisiatif ini dan segmen-segmen yang betul-betul menjadi salah satu alternatif pilihan untuk bisa mengembangkan perekonomian,” tegas Kang Andri.

Kang Andri, sapaan akrab Andri Hadi juga menambahkan bahwa produk UMKM Indonesia memang memiliki potensi yang besar sekali khususnya apabila masuk ke pasar Eropa. Saat ini, produk ekspor UMKM Indonesia ke Belgia dan Belanda USD 131 juta ke Belgia, USD 150 juta ke Belanda dan beberapa ke Luxembourg Uni Eropa memilik pasar yang sangat besar, terdiri dari 27 negara dengan pasaran kurang lebih 510 juta orang.

Peluang yang sangat besar itu, nyatanya masih memiliki beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku UMKM Indonesia. Salah satu tantangannya adalah, market di negara Belgia dan Eropa dinilai sangat mendukung pola hidup ramah lingkungan, sehingga green produce dan green energy sangat diminati. Oleh karenanya mereka sering menolak produk-produk yang tidak ramah lingkungan. Seperti misalnya, produk ekspor yang menggunakan bahan dasar palm oil sering diindikasikan sebagai produk yang tidak ramah lingkungan. Hal ini menjadi stigma, “seolah-olah produk dari Indonesia yang menggunakan palm oil tidak ramah lingkungan” paparnya.

Terlepas dari semua itu, Kang Andri juga menekankan terhadap para pelaku UKM yang ingin melakukan ekspor ke Eropa agar memperhatikan sustainability produknya. Hal ini sangat berpengaruh karena hal tersebut merupakan standar yang ditetapkan agar produk tersebut dapat dipasarkan.

Dewi Tenty menyampaikan apa yang dilakukan oleh PBA sudah mengarah kepada produk ramah lingkungan dengan prinsip zero waste, seperti produk Lupba, suatu merek kolektif yang diusung oleh anggota UMKM PBA. “Kami di PBA sudah membagi produk-produk UMKM dalam beberapa cluster, seperti antara lain cluster kopi, fashion dan craft” ujar Dewi Tenty atau yang akrab dipanggil teh dete.

“Pasar kopi sangat concern segala hal yang berkaitan dengan sustainability yang dibuktikan dengan sertifikasi. Kopi dengan sertifikasi bio organik sangat mendominasi pasar groceries di Belgia”, ujar Arief Rachman, atase pertanian yang hadir juga dalam acara tersebut.

Merry Indriasari, atase perdagangan, juga menekankan bahwa karakter market di Eropa adalah mereka sangat menghargai transparansi informasi terhadap suatu produk, kandungan bahan baku yang digunakan apa dan apakah bermanfaat buat kesehatan mereka. Hal ini yang menjadi tantangan buat produk yang akan masuk ke pasar eropa.

Hasan Lubis dari cluster kopi juga menyatakan bahwa produk-produk kopi kita sangat beragam  ada kopi mandailing, sipirok, lampung, gunung halu dan kopi lainnya yang siap untuk masuk ke  pasar global. Sedangkan, Ati Diantini dari cluster fashion juga menyampaikan produk fashion yang dibuatnya juga sudah memperhatikan kearifan lokal dan ramah lingkungan.

Kang Andri sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh PBA dalam memasarkan produk-produknya melalui jalur diaspora, karena paling tidak basis awal untuk mengenalkan produk-produk Indonesia di pasar global. “Kami selaku Dubes memiliki tugas juga untuk membantu promosi produk-produk UMKM ke negara-negara dimana kami  ditugaskan,” ujar Andri Hadi.   Ia akan mencari mitra-mitra di Eropa untuk menjajaki kerjasama dengan PBA.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Dua Kementerian Sinergi Genjot Produksi Minyak

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Kementerian Keuangan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersinergi untuk meningkatkan produksi minyak yang saat ini terus menurun. “Kementerian ESDM baru-baru ini berdiskusi dengan Kemenkeu untuk mencoba melihat perbaikan dari segi fiskal,” ujarnya, Selasa, 30 November 2021.

Sri Mulyani mengatakan produksi minyak dan gas yang terus menurun akan menciptakan kesenjangan permintaan yang semakin lebar. Hal ini harus segera diatasi agar tidak berdampak pada neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan.

Oleh sebab itu, Sri Mulyani mengatakan dukungan berupa perbaikan dari segi fiskal perlu disediakan untuk memberikan kebijakan dan reformasi yang komprehensif terkait dengan pemulihan biaya, gross split dan perpajakan. Di sisi lain, kata dia, dukungan untuk menaikkan produksi minyak nasional tidak hanya harus dilakukan dari sisi fiskal saja melainkan juga peningkatan investasi di industri hulu migas.

Selain itu, dalam meningkatkan produksi minyak turut dibutuhkan adanya kepastian kontrak industri, efisiensi dan pemanfaatan teknologi sekaligus transparansi tata pemerintahan yang baik. Hal ini terkait minyak yang merupakan sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui dan pasti akan habis sehingga pemerintah perlu memikirkan terkait ketersediaannya bagi generasi berikutnya.

Sri Mulyani mengatakan terdapat 95 cekungan baru yang potensial dalam menghasilkan minyak dan belum digarap. Potensi ini menjadi satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan minyak.

Continue Reading

Ekbis

Mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Published

on

By

Wakil Presiden dorong Peningkatan Literasi Ekonomi Syariah

Channel9.id-Jakarta. Wakil Presiden Ma’ruf Amin menginstruksikan kepada jajaran menteri untuk mempercepat tercapainya Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. “Pleno ini dalam rangka menyatukan langkah untuk menuju tercapainya Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, sebagai cita cita yang ingin kita wujudkan,” kata ujarnya seusai memimpin rapat pleno Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Selasa, 30 November 2021.

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, kata Ma’ruf, pemerintah mengutamakan empat program yang dikembangkan KNEKS, yakni pengembangan industri halal, pengembangan industri keuangan, pengembangan dana sosial syariah dan perluasan usaha syariah. “Dan (rapat) ini selain merupakan laporan yang disampaikan oleh masing-masing kementerian dan lembaga (K/L), juga kami merumuskan langkah-langkah percepatan selanjutnya ke depan,” ujarnya,

Dalam rapat pleno tersebut dihadiri antara lain Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. ” KNEKS untuk pertama kalinya mengadakan rapat pleno lengkap, saya sebagai Ketua Harian dan dihadiri oleh Menko bidang Perekonomian dan enam menteri,” kata Ma’ruf.

Menteri Airlangga menyebutkan indeks berbagai kegiatan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia mengalami kenaikan peringkat di tingkat global, seperti terlapor dalam Islamic Finance Index. Perbaikan urutan berbagai sektor ekonomi dan keuangan syariah Indonesia tersebut, antara lain di bidang makanan dan minuman halal di posisi keempat, fesyen muslim di posisi ketiga, media rekreasi di posisi kelima, wisata ramah muslim di posisi keenam, kosmetik dan farmasi di posisi keenam serta keuangan syariah di posisi keenam.

Airlangga mengatakan ekonomi syariah di Indonesia mempunyai peran penting. Kontraksi syariah pada 2020 lebih rendah daripada ekonomi nasional. “Jadi, kontraksinya hanya -1,75 dibandingkan dengan nasional -2,07,” ujarnya.

Guna mempercepat tercapainya visi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia, kata Airlangga, perlu penguatan di halal value chain; usaha mikro, kecil dan menengah; regulasi; ekonomi digital; literasi masyarakat serta riset dan inovasi.

Continue Reading

Ekbis

Presiden Minta APBN 2022 Responsif, Antisipatif, dan Fleksibel

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Pandemi Covid-19 belum berakhir dan masih menjadi ancaman bagi Indonesia dan dunia, terutama dengan munculnya varian baru Omicron di sejumlah negara. Untuk itu, antisipasi dan mitigasi perlu disiapkan sedini mungkin agar tidak mengganggu kesinambungan program reformasi struktural dan pemulihan ekonomi nasional yang tengah dilakukan, termasuk dalam merancang Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) tahun 2022.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam arahannya pada acara Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun 2022 di Istana Negara, Jakarta, Senin, 29 November 2021.

“Menghadapi ketidakpastian tahun 2022 kita harus merancang APBN tahun 2022 yang responsif, antisipatif, dan juga fleksibel. Selalu berinovasi dan mengantisipasi berbagai perubahan yang terjadi dengan tetap menjaga tata kelola yang baik,” ujar Presiden.

Baca juga: Pemerintah Hormati dan Segera Laksanakan Putusan MK Terkait UU Cipta Kerja

Presiden memandang bahwa APBN tahun 2022 memiliki peran sentral. Sebagai pemegang presidensi G20, Indonesia harus menunjukkan kemampuan dalam menghadapi perubahan iklim, terutama dalam pengurangan emisi dan gerakan perbaikan lingkungan secara berkelanjutan.

“Kita harus menunjukkan aksi nyata, komitmen kita pada green dan sustainable economy,” imbuhnya.

Selain itu, APBN tahun 2022 juga harus mendorong kebangkitan ekonomi nasional dan mendukung reformasi struktural. Presiden menekankan bahwa pemerintah akan fokus pada enam kebijakan utama, yaitu pertama melanjutkan pengendalian Covid-19 dengan tetap memprioritaskan sektor kesehatan. Kedua, menjaga keberlanjutan program perlindungan sosial bagi masyarakat kurang mampu dan rentan.

Ketiga, peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Keempat, melanjutkan pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kemampuan adaptasi teknologi. Kelima, penguatan desentralisasi fiskal untuk peningkatan dan pemerataan kesejahteraan antardaerah. Keenam, melanjutkan reformasi penganggaran dengan menerapkan zero-based budgeting agar belanja lebih efisien.

“Sekali lagi di tahun 2022, kita harus tetap mempersiapkan diri menghadapi risiko pandemi Covid yang masih membayangi dunia dan negara kita Indonesia. Ketidakpastian bidang kesehatan dan perekonomian harus menjadi basis kita dalam membuat perencanaan dan melaksanakan program,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam keterangannya selepas acara menjelaskan bahwa aktivitas konsumsi dan produksi masyarakat yang telah meningkat akan terus menjadi bekal untuk masuk ke tahun 2022 yang lebih kuat lagi dari sisi pemulihan ekonomi.

“Consumer Confidence Index kita sudah mulai pulih bahkan mendekati sebelum terjadinya Covid. PMI (Purchasing Managers Index) kita juga mengalami kenaikan dengan adanya kemampuan mengelola delta varian. Demikian juga dengan pertumbuhan indikator lain yang cukup kuat seperti ekspor, impor, dan konsumsi listrik,” jelas Menteri Keuangan.

Lebih lanjut, Menteri Keuangan menjelaskan bahwa APBN tahun 2022 disusun dengan asumsi pertumbuhan ekonomi 5,2 persen, inflasi 3 persen, nilai tukar Rp14.350 per dolar Amerika, suku bunga surat berharga negara 10 tahun di 6,8 persen, harga minyak 63 dollar per barrel, lifting minyak 703.000 barrel per hari, dan lifting gas 1.000.036 barrel per hari.

Untuk sasaran-sasaran yang akan dicapai tahun 2022 yaitu tingkat pengangguran tahun depan diharapkan akan menurun pada level 5,5 hingga 6,3 persen. Tingkat kemiskinan diharapkan akan bisa turun di bawah 9 persen lagi, yaitu antara 8,5 hingga 9 persen. Gini ratio akan membaik di 0,376 hingga 0,378. Indeks pembangunan manusia akan terus meningkat di 73,41 hingga 73,46. Nilai tukar petani akan dijaga di atas 100 yaitu 103 hingga 105, dan nilai tukar nelayan di 104 tinggal 106.

“Untuk tahun depan pendapatan negara sesuai dengan undang-undang adalah sebesar Rp1.846,1 triliun, terdiri atas perpajakan Rp1.510 triliun, PNBP (penerimaan negara bukan pajak) Rp335 triliun, dan hibah Rp0,6 triliun. Belanja negara tahun depan mencapai Rp2.714,2 triliun, di mana belanja pemerintah pusat mencapai Rp1.944,5 triliun dan TKDD Rp769,6 triliun. Tahun depan kita masih mengalami defisit sebesar 4,85 persen dari PDB atau Rp868 triliun,” papar Menkeu.

 

Continue Reading

HOT TOPIC