Connect with us

Hot Topic

Jaksa Ungkap Aliran Uang Suap yang Diterima Edhy Prabowo

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo  mulai menjalani persidangan dan didakwa menerima uang suap ekspor benur yang totalnya mencapai Rp 25,7 miliar dari pengusaha eksportir benih bening lobster (BBL) atau benur. Jaksa mengungkap ke mana saja aliran uang itu.

“Bahwa setelah Terdakwa menerima uang dari para eksportir BBL melalui Amiril Mukminin, Safri, Ainul Faqih, Andreau Misanta Pribadi, dan Siswadhi Pranoto Loe, selanjutnya Terdakwa mempergunakan uang tersebut untuk berbagai hal,” ujar jaksa saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (15/4).

Baca juga: KPK Periksa Staf Istri Edhy Prabowo 

Adapun rinciannya sebagai berikut:

– Juni 2020, Edhy melalui Amiril Mukminin membayar Rp 147 juta untuk membeli tanah di Blok Jatinegara Desa Cibodas luas 73,5 tumbak atau 1.029 m3.

– Juli 2020 Edhy membayar sewa apartemen sekretaris pribadinya Anggia Tesalonika Kloer sebesar Rp 70 juta.

– Juli 2020 Edhy membayar sewa apartemen sekretaris pribadinya juga, Putri Elok Sekar Sari sebesar Rp 80 juta.

-Juli 2020 Edhy melalui Amiril Mukminin dan Safri membeli 17 unit sepeda road bike totalnya Rp 277 juta.

– Juli 2020 Edhy membeli tanah senilai Rp 3 miliar.

– 18 Juli 2020 Edhy melalui Amiril melakukan 3 pembayaran untuk membeli tanah senilai Rp 190 juta di Desa Cibodas dengan luas 1.892 m2.

– Agustus 2020, Edhy membayar Rp 550 juta untuk biaya penebangan pohon di rumah mertua Edhy.

– Edhy melalui Amiril Mukminin meminta Ainul Faqih mengirim uang ke Safri sebesar Rp 168,4 juta, lalu Safri menggunakan uang itu membeli 8 unit sepeda merek Patrol 572 seharga Rp 118,4 juta. Sedangkan sisa uangnya Rp 50 juta digunakan Safri membeli 2 Hp, Samsung Galaxy Note 20 dan Flip Z.

– September 2020, Edhy melalui Amiril meminta ke Direktur PT PLI Deden Deni Purnama membelikan mobil Toyota Rush yang berasal dari keuntungan Achmad Bahtiar senilai Rp 250 juta, tidak lama mobil itu diganti Toyota Fortuner seharga Rp 568 juta.

– September-Oktober 2020 Edhy memberikan uang ke pedangdut Betty Elista total Rp 15 juta.

– 25 September 2020 Edhy memberikan uang ke Rika Rovikoh total Rp 5 juta, lalu pada September-Oktober Edhy memberi uang ke Rika Rp 5,3 juta.

– 9 Oktober 2020 membeli tanah di Desa Cibodas Rp 500 juta.

– Awal Oktober 2020 Edhy melalui Amiril juga membelikan mobil HR-V atas nama Ainul Faqih seharga Rp 414 juta ke sekretaris pribadinya Anggia Tesalonika Kloer dengan uang muka Rp 352.086.000.

– Oktober 2020 Edhy membeli jam tangan merek Jacob&Co Sekitar HKD 160 ribu.

– Oktober 2020 Edhy melalui Amri dan Ainul Faqih membayar jasa notaris Alvin Nugraha sebesar Rp 750 juta.

– 28 dan 29 Oktober 2020 Edhy melalui Amiril Mukminin dan Ainul Faqih mengirim uang sebanyak tiga kali yang seluruhnya total USD 5.000 ke Munisa Rabbimova Azim Kizi dengan source fund dan purpose fund dana atas pembayaran barang dan jasa transaksi commercial answer.

– 28 Oktober 2020, Edhy meminta Amiril membeli 1 jam tangan Rolex Yacht Master II Yellow Gold sekitar Rp 700 juta.

– Edhy melalui Amiril membeli 1 unit Toyota Innova Venturer untuk kendaraan operasional Amiril.

– 5 November 2020, Edhy memerintahkan Amiril melakukan transfer ke PT Gardatama Nusantara sebanyak 3 kali totalnya Rp 3,7 miliar. Sumber uang berasal dari saham Achmad Bahtiar di PT ACK.

Selain itu, Edhy juga mentransfer uang ke beberapa orang antara lain;

  1. Tety Yumiati Rp 450 juta untuk bayar DP tanah
  2. Ismail Rp 400 juta dan Rp 382.850.000
  3. Firman Arip sebesar Rp 210 juta
  4. Alayk Mubarok sebesar Rp 209.050.000 untuk melunasi utang Amiril
  5. Azis Ewan Wijaya Rp 200 juta untuk bayar pinjaman Amiril
  6. Fachrizal Kasogi selaku suami sekretaris pribadinya Yoviana Nasution sebesar Rp 200 juta untuk beli barang rumah tangga
  7. Qushairi Rawi sebesar Rp 425 juta untuk bisnis durian musang king Amiril
  8. Eflin Dwi Putri Septiani sebesar Rp 247.440.000 untuk bisnis durian
  9. Khairul Anwar pamannya Amiril sebesar Rp 141 juta
  10. Zulia Laraswati sebesar Rp 114,1 juta untuk bisnis durian Amiril
  11. Michael Rp 110 juta
  12. Mulyadi Rp 100 juta
  13. Muhammad Siddik Rp 110.610.000
  14. Kebun Rato Grup sebesar Rp 100 juta untuk bisnis mangga alpukat Amiril
  15. pihak-pihak lain dengan nilai transfer Rp 100 juta
  16. Andreau Misanta Pribadi sebesar Rp 218,4 juta
  17. Bahtiar Aly sebesar Rp 100 juta
  18. Chusni Mubarok Rp 80 juta
  19. Ken Widharyuda Rinaldo Rp 81.005.000
  20. Ery Cahyaningrum Rp 71,4 juta
  21. Luthfi Muhammad Sidik Rp 50 juta
  22. Bayar kart kredit Edhy Prabowo Rp 40.716.967
  23. Ditransfer pihak lain untuk kepentingan Edhy total sebesar Rp 1.329.066.883 dan dengan jumlah Rp 429.532.521.

Dalam perkara ini, Edhy Prabowo didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idulfitri Kamis 13 Mei 2021

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Pemerintah menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1442 H jatuh pada Kamis 13 Mei 2021.

Keputusan itu merupakan hasil Sidang Isbat yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Selasa 11 Mei 2021.

Kemenag melakukan pemantauan hilal di 88 titik di 34 provinsi. Dari 88 titik itu, tidak ada yang melaporkan melihat hilal.

“Oleh karena itu berdasarkan hisab posisi hilal minus dan secara rukyat hilal tidak terlihat, maka penetapan 1 Syawal diistikmalkan (digenapkan 30 hari) sesuai dengan hasil sidang isbat tadi,” kata Yaqut.

“Ini sidang isbat yang baru saja kita laksanakan dan kita sepakati bersama dan tentu kita berharap mudah-mudahan dengan hasil sidang isbat ini seluruh umat Islam di Indonesia dapat merayakan Idulfitri secara bersama-sama,” lanjutnya.

Sidang isbat didasarkan pada Fatwa MUI Nomor 2 Tahun 2004. Dalam sidang Kemenag menggunakan dua metode, yaitu hisab (perhitungan) dan rukyat (melihat langsung). Kedua metode itu tidak dibenturkan, melainkan saling melengkapi satu sama lain.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Firli Bahuri Non Aktifkan 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos TWK

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menonaktifkan 75 pegawainya yang tak lulus dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk menjadi ASN.

Salah satu dari 75 orang tersebut adalah penyidik senior Novel Baswedan. Berdasarkan surat yang beredar, penonaktifan 75 pegawai KPK itu berdasarkan Surat Keputusan Pimpinan KPK Nomor 652 Tahun 2021.

SK itu tertanda Ketua KPK Firli Bahuri yang ditetapkan di Jakarta 7 Mei 2021. Untuk salinan yang sah tertanda Plh Kepala Biro SDM Yonathan Demme Tangdilintin.

Keputusan tersebut mengagetkan semua pihak karena sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri sempat mengatakan tak akan menonaktifkan pegawai yang tak lulus tes.

Baca juga: BKN: Tes Wawasan Kebangsaan Bagi KPK Beda dengan CPNS

Ada empat poin dalam SK penonaktifan 75 pegawai yang tak lolos TWK itu seperti dilansir Antara. Berikut ini poin-poinnya: Pertama, menetapkan nama-nama pegawai yang tersebut dalam lampiran surat keputusan ini tidak memenuhi syarat (TMS) dalam rangka pengalihan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi pegawai Aparatur Sipil Negara.

Kedua, memerintahkan pegawai sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu agar menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan langsung sambil menunggu keputusan lebih lanjut.

Ketiga, menetapkan lampiran dalam keputusan ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keputusan ini. Keempat, keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila di kemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam keputusan ini, akan dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Polri: Setoran Kades dan Camat ke Bupati Nganjuk Kisaran Rp2 Juta – Rp50 Juta

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono menyampaikan, Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidayat diduga tidak hanya melakukan praktik jual beli jabatan. Novi juga menerima setoran dari hasil praktik jual beli jabatannya.

“Jadi untuk setorannya bervariasi ya, karena juga ada dari desa dia kumpulkan, kemudian setelah jadi kepala desa ada yang setor Rp2 juta, kemudian dikumpulkan naik ke atas, dari desa ke kecamatan,” kata Argo dalam konferensi pers, Selasa 11 Mei 2021.

Argo menjelaskan, setoran yang diberikan berbeda-beda dari kades hingga camat. Dengan kisaran dari Rp2 juta hingga Rp50 juta.

“Kemudian ada Rp15 juta juga ada, Rp50 juta juga ada, jadi bervariasi antara Rp2 juta sampai dengan Rp50 juta,” kata Argo.

Selain itu, Argo menyampaikan, pihaknya telah memeriksa 18 saksi terkait kasus ini. Usai pemeriksaan 18 saksi tersebut, polisi akan melakukan pemeriksaan tersangka dan melakukan gelar perkara. Kemudian kasus tersebut dinaikan statusnya ke penyidikan.

Baca juga: Polri Periksa 18 Saksi Terkait Kasus Jual Beli Jabatan Bupati Nganjuk

Adapun Bareskrim Polri telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus ini. Penerima suap yakni Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat (NRH) dan M Izza Muhtadin (MIM) selaku ajudan Bupati Nganjuk.

Sementara pemberi suap, yaitu Dupriono (DR) selaku Camat Pace, Edie Srijato (ES) selaku Camat Tanjunganom dan Plt Camat Sukomoro, Haryanto (HR) selaku Camat Berbek, Bambang Subagio (BS) selaku Camat Loceret, dan Tri Basuki Widodo (TBW) selaku mantan Camat Sukomoro.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah melanjutkan proses penyelidikan tersebut ke tahap penyidikan dengan persangkaan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b, Pasal 11 dan Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana yang diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Adapun barang bukti yang sudah diperoleh berkaitan kasus tersebut, yaitu uang tunai sebesar Rp647.900.000 dari brankas pribadi Bupati Nganjuk, delapan unit telepon genggam, dan satu buku tabungan Bank Jatim atas nama Tri Basuki Widodo.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC