Connect with us

Lifestyle & Sport

Jangan Makan Sembarangan Saat Imlek!

Published

on

Jangan Makan Sembarangan Saat Imlek!

Channel9.id-Jakarta. Memang tak bisa dipungkiri bahwa pandemi Covid-19 telah mengubah tradisi umat beragama di dunia pada hari-hari besarnya, termasuk orang Tionghoa di perayaan Imlek tahun ini.

Meski begitu, Kamu dan anak keluarga masih bisa merayakannya dengan sederhana, seperti makan enak di rumah. Adapun makan bersama ini menjadi yang paling ditunggu-tunggu saat Imlek. Beragam makanan disajikan, seperti kue beras ketan, kue lobak, pangsit, tangyuan, hingga ikan.

Memang nampaknya sajian tersebut lezat. Namun, sebaiknya jangan dikonsumsi berelebihan. Apalagi yang manis-manis.

Baca juga : Rayakan Imlek Saat Pandemi, Hindari Steamboat dan Buffet

Leona Victoria Djajadi, pakar diet dan nutrisi, menyarankan untuk memperhatikan konsumsi makanan dan minuman manis, terlebih bila memiliki riwayat diabetes atau kencing manis. Ia mengingatkan perlunya membatasi diri bila punya masalah dengan metabolisme gula.

Jika memang ingin makan atau minum yang manis, pilihlah kudapan yang menyehatkan, misalnya buah-buahan daripada kue-kuean.

“Minumnya air putih, jangan sirup atau teh manis,” saran Leona, kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Jika tak punya riwayat diabetes, Leona melanjutkan, tak masalah kalau ingin makan makanan manis. Apalagi di momen perayaan keagamaan yang barang tentu disambut dengan suka cita, seperti Imlek.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Internasional

“Paman Boboho” Ng Man Tat Meninggal Dunia

Published

on

By

“Paman Boboho” Ng Man Tat Meninggal Dunia

Channel9.id-Hongkong. Aktor veteran Hong Kong Ng Man Tat meninggal di rumah sakit hari ini (27 Februari), menurut laporan media. Dia meninggal pada usianya yang ke-70 tahun.

Ng Man Tat menjalani operasi dan kemudian memberi tahu teman baiknya, aktor Tenky Tin, bahwa sekarang dia baik-baik saja. Teman-teman yang mengunjunginya di rumah sakit juga mengatakan dia baik-baik saja.

Namun, laporan media terbaru mengatakan bahwa kesehatannya memburuk hari ini dan dia dipindahkan ke ICU.

Menurut The Standard, Tenky mengatakan kepada media bahwa Man Tat meninggal pada pukul 17:16 di Rumah Sakit Union. Keluarganya, termasuk istri, anak dan saudara kandungnya, berada di dekatnya disaat-saat terakhirnya.

“Dia meninggalkan kami dengan damai. Dokter telah melakukan yang terbaik untuk membantunya merasa lebih baik, dia meninggal dalam tidurnya,” kata Tenky.

Tidak disebutkan mengapa kondisinya memburuk hari ini.

Ng, yang memulai karirnya pada usia 22 tahun pada 1973, dikenal karena perannya dalam film dengan komedian Stephen Chow Sing-chi, termasuk “The Final Combat”, “The Justice of Life” dan “Shaolin Soccer”.

Selain Shaolin Soccer, Ng Man Tat dalam perfilman Indonesia juga lebih dikenal di film Shaolin Popey yang mana ia menjadi “paman boboho”.

Pada tahun 1991, mendiang aktor tersebut dianugerahi Aktor Pendukung Terbaik Penghargaan Film Hong Kong untuk perannya dalam “A Moment of Romance,” yang menampilkan Andy Lau Tak-wah.

Ng juga menerima beberapa nominasi untuk aktingnya, termasuk Penghargaan Film Hong Kong dan Penghargaan Kuda Emas Taiwan.

Ng telah berjuang dengan kondisi kesehatannya yang memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2014, dia dilarikan ke rumah sakit karena masalah pernapasan, dan kemudian didiagnosis mengalami gagal jantung.

(RAG)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Bukan Bikin Cepat Kurus, Berlebihan Olahraga Kardio Justru Bahaya

Published

on

By

Bukan Bikin Cepat Kurus, Berlebihan Olahraga Kardio Justru Bahaya

Channel9.id-Jakarta. Pandemi Covid-19 ini membikin banyak orang sadar diri akan kesehatan. Tak ayal bila saat ini aktivitas olahraga kian digandrungi. Adapun, dalam berolahraga, setiap orang punya tujuan yang berbeda. Misalnya, ada yang ingin menjaga ketahanan tubuh, ada pula yang ingin menguruskan badan, dan lain sebagainya.

Bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan, jenis olahraga kardio biasanya menjadi andalan. Olahraga ini memperkuat jantung dan paru. Bila otot jantung dan paru sama kuat, darah segar yang dipompa menjadi lebih banyak dan lebih cepat, sehingga bisa mengalirkan lebih banyak oksigen ke dalam setiap sel otot.

Baca juga : Alasan Berat Badan Tak Turun, Meski Rajin Olahraga

Hal ini memungkinkan tubuh membakar cadangan lemak lebih banyak lagi. Maka dari itu, kardio menjadi pilihan bagi orang yang ingin menurunkan berat badan.

Namun, jika dilakukan terlalu berlebihan justru tak bisa mendapat manfaatnya. Bahkan bisa membahayakan kesehatan, lo. Apa saja bahayanya?

1. Badan bisa stres

Sebagian besar olahraga kardio membuat tubuh melakukan gerakan yang sama berulang kali dalam durasi tertentu. Jika dilakukan terlalu sering padahal jaringan tubuhmu belum pulih, proses peradangan akan terus terjadi dan meningkatkan risiko kerusakan jaringan otot—bahkan bisa meluas.

Selain itu, saat kardio dilakukan terlalu sering, tubuh akan memproduksi hormon kortisol—yang memengaruhi stres—dalam jumlah yang lebih banyak. Kondisi ini menyebabkan tubuh masuk ke dalam tahap katabolik, yakni fase ketika banyak jaringan tubuh yang rusak akibat proses penguraian.

Initnya, jika kardio dilakukan secara berlebihan dan terus-menerus, tujuan awal kardio untuk menjaga kebugaran dan menurunkan berat badan malah tak didapat. Maka dari itu, tubuh membutuhkan istirahat setelah kardio. Cobalah lakukan variasi, dengan menyelingi kardio dengan jenis olahraga lain.

2. Tak baik bagi jantung

Sudah disinggung pada poin sebelumnya, sama seperti otot pada tubuh, jantung pun akan terus-terusan bekerja ekstra keras untuk memompa lebih kencang. Dalam jangka panjang, serat otot jantung bisa terurai dan mengalami sobekan mikroskopik, seperti halnya pada otot kaki yang dipakai lari berlebihan. Sobekan-sobekan ini bisa melemahkan kerja jantung.

Di kemudian hari, ketahanan tubuh dalam beraktivitas malah menurun. Kamu bisa lebih cepat kelelahan meski tak beraktivitas terlalu berat, bahkan bisa terjadi gagal jantung spontan.

Perlu Kamu ketahui, ada beberapa tanda bahwa Kamu sebaiknya istirahat sejenak—utamanya berhenti kardio sejenak, hingga tubuh kembali fit. Adapun tandanya yaitu tak ada penurunan berat badan, badan terasa lunak dan tak makin berotot, selalu merasa lelah, hingga merasa jenuh berolahraga.

Nah, untuk mengatasi masalah dan mencegah risiko karena berlebihan melakukan olahraga kardio, Kamu harus menyelinginya dengan jenis olahraga lain. Intinya, jangan terus-terusan melakukan kardio. Selain itu, jangan lupa pula untuk istirahat agar tubuh tubuh kembali fit.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Kebiasaan Menunda Pekerjaan? Ini Tips Menghindarinya

Published

on

By

Kebiasaan Menunda Pekerjaan? Ini Tips Menghindarinya

Channel9.id-Jakarta. Apakah Kamu suka menunda-nunda pekerjaan? Kamu mungkin berpikir bahwa Kamu masih punya banyak waktu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, tenggat waktu pun terasa masih jauh. Jadi, Kamu merasa masih bisa bersantai.

Namun, rupanya kebiasaan buruk tersebut tak melulu disebabkan terpatrinya pikiran tadi. Kebiasaan ini juga berhubungan dengan bagaimana seseorang memandang tugas tersebut, apakah terasa sulit atau tidak, sehingga memengaruhi tingkat semangat.

Selain itu, studi dari Princeton University menyebutkan bahwa kebiasaan menunda-nunda pekerjaan berkaitan erat dengan cara mengelola waktu dan alasan psikologis. Karena hal-hal inilah, seorang kerap menunda pekerjaan yang mestinya tak memakan waktu lama untuk menyelesaikannya.

Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan tentu bisa menjadi bom waktu, apalagi jika sengaja membiarkan pekerjaan terus menumpuk dan menyelesaikannya ‘mepet’ dengan tenggat waktu. Hal ini tak jarang memicu stres. Untuk itu, demi jiwa yang tenang, hindarilah kebiasaan menunda-nunda pekerjaan. Mulailah dengan melakukan tips berikut ini.

1. Buat daftar prioritas
Kamu bisa memulai perubahan dengan membuat daftar prioritas, apa saja yang harus dikerjakan. Ingat, setiap tugas punya tingkat kesulitan yang berbeda. Kamu harus memperkirakan berapa lama pengerjaan tugas-tugas tersebut hingga selesai. Kemudian catatlah kapan pekerjaan harus selesai, harus dikumpulkan, dan harus difinalisasi. Kamu lebih mempercepat pengerjaan tugas 2-3 hari sebelum tenggat waktu tiba.

2. Kelola waktu dengan baik
Selain itu, kelola waktumu dengan baik. Jika pengelolaan waktumu buruk, Kamu cenderung menumpuk pekerjaan. Nah, ada beberapa teknik yang bisa dicoba untuk mengatasi kebiasaan buruk ini, lo.

Misalnya, kalau Kamu mendapat pekerjaan yang besar dan memakan lama, bagi pekerjaan tersebut menjadi beberapa bagian. Mulailah dari hal-hal kecil terlebih dulu dan mudah. Lakukan secara bertahap.

3. Mencari motivasi
Lalu cobalah untuk mencari alasan agar Kamu termotivasi untuk tak menunda pekerjaan dan terus produktif dengan hasil memuaskan. Cobalah mencari alasan pribadi apa yang membuat pekerjaan terasa ringan.

Selain itu, jauhkan barang-barang yang bisa membuatmu tak fokus, seperti ponsel.

4. Realistis
Kamu pun harus realistis. Mengharapkan kesempurnaan dalam bekerja memang baik, namun di sisi lain tak jarang membikin seseorang terhambat melanjutkan pekerjaan. Jika tak sempurna, keinginan untuk menyelesaikan pekerjaan menjadi berkurang dan tak selesai.

Dengan menjadi realistis, Kamu akan lebih fokus menjadi lebih baik, bukan sempurna. Artinya, Kamu bisa terus berusaha dan mempersiapkan kondisi agar tetap fokus menyelesaikan pekerjaan yang lebih baik.

5. Menghargai usaha sendiri
Selan itu, selalu harga hasil kerjamu supaya Kamu tak lagi menunda pekerjaan ke depannya. Setelah tugas selesai, berikan kesempatan untuk diri sendiri menikmati hal yang menyenangkan, seperti bermain ponsel atau gim konsol.

Alih-alih sebagai penghambat, Kamu bisa menjadikan kegiatan menyenangkan itu untuk menghargai usaha kerjamu. Dengan begitu, hal menyenangkan ini menjadi hadiah bagi dirimu dan menjadi alasan bagimu untuk terus produktif.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC