Connect with us

Lifestyle & Sport

Jatim Buka Donor Plasma Konvalesen Bagi Penyintas Covid-19

Published

on

Channel9.id-Surabaya. Pemprov Jatim membuka donor Plasma Darah Konvalesen (convalescent) bagi para penyintas Covid-19 dikarenakan stok darah di PMI Kota Surabaya Menipis hal itu karena PMI kesulitan mencari pendonor.

Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Surabaya dr Hj Budi Arifah mengatakan saat ini pihaknya hanya mempunyai 2 kantong darah golongan B. Padahal permintaan terus terus meningkat.

“Kemarin ini kami punya stok golongan darah A 5 kantong, B 5 kantong. Yang A ini habis pas ada permintaan lagi tapi belum dapat pedonornya. Kalau B sekarang tinggal 2 kantong,” kata Budi, Sabtu (4/7/2020).

“Ada juga permintaan golongan darah O tapi sama belum dapat pendonornya,” tambah Budi.
Budi menambahkan tidak mudah memang mendapatkan pendonor plasma darah dari mantan pasien COVID-19. Menurutnya selama ini saja pihaknya baru mendapatkan tiga pendonor, itu pun atas upaya PMI sendiri.

“Kami baru dapat tiga pendonor sampai saat ini. Dan semua pendonor itu atas upaya dari PMI sendiri. Memang ada yang datang tapi yang dua itu bekerjasama dengan Dinkes Surabaya,” tuturnya.

“Jadi saya dapat datanya dari Dinkes Surabaya. Kemudian kami hubungi dan datangi. Terus semua persyaratannya cocok baru diambil,” imbuh Budi.

Menurut Budi satu orang pendonor biasanya diambil darahnya sekitar 500 cc. Dari jumlah itu kemudian dibagi menjadi 5 kantong darah dengan kapasitas 100 cc.

“Biasanya kami mengambilnya 500 cc. Nanti kami bagi lagi dalam 100 cc jadi 5 kantong untuk satu orang,” jelas Budi.

Dikatakan Budi plasma darah dari mantan pasien Corona memang belum teruji secara resmi. Namun pemberian plasma darah itu sudah pernah diberikan sebagai vaksin pasif ke pasien positif di Jakarta dan dinyatakan sembuh.

“Ya kalau yang sudah melakukan dari RSPAD kan memang menyembuhkan. Karena ini kan ibaratnya seperti vaksin pasif dari orang yang sembuh dari pasien COVID-19 otomatis dia punya antibodi,” ucapnya.

“Kan tadi sudah dicek kan antibodinya nah itu nanti plasmanya dimasukkan ke orang yang sakit. Jadi seperti diberi vaksin pasif,” katanya lagi.

Bagaimana dengan di Surabaya? Budi tidak mengetahui pasti apakah sudah ada pasien sembuh dari metode pemberian plasma darah ini. Namun ia mengaku selama ini belum menerima adanya keluhan mengenai plasma darah dari pihak rumah sakit.

“Kalau di Surabaya mungkin rumah sakit ya yang tahu. Karena mereka yang tahu pasti sembuh atau tidaknya. Tapi selama tidak ada keluhan dengan pemberian plasma. Berarti kan tidak ada masalah,” pungkas Budi.

darah dari seseorang yang dinyatakan sembuh total dari virus Corona dipercaya bisa menjadi vaksin pasif. Meski begitu, bukan perkara mudah mendapatkan pendonor mantan pasien positif COVID-19.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Penggalian Situs Petirtaan Kuno di Jombang Dilanjutkan Tahun Ini

Published

on

By

Penggalian Situs Petirtaan Kuno di Jombang

Channel9.id-Jakarta. Pada Juli 2019, warga Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben di Jombang, Jawa Timur tak sengaja mendapati struktur purbakala saat sedang membersihkan sendang atau kolam dari mata air.

Warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Lalu dilakukanlah penggalian atau ekskavasi.

Hasilnya, sekitar dua meter di bawah sendang, didapati sebuah petirtaan kuno dengan luas 18 x 24 meter.

Baca juga : Situs Purbakala Sebelum Era Majapahit ditemukan Warga

Untuk diketahui, petirtaan sendiri merupakan tempat penyucian diri keluarga raja.

BPCB menduga bahwa petirtaan tersebut berasal dari abad ke-10 hingga ke-12. Petirtaan ini juga diprediksi dibangun pada Kerajaan Kediri dan masih digunakan hingga masa Majapahit.

Sejak situs itu ditemukan, pemerintah dengan dukungan warga, terus melakukan ekskavasi hingga akhirnya ditemukan sejumlah peninggalan kuno. Misalnya, jaladwara atau pancuran air berbentuk Garudeya.

Pada 2021 ini, pengerjaannya pun akan terus dilanjut. Hal ini pun disampaikan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid.

“Tahun ini tim akan terus bekerja, dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jombang dan warga desa, untuk menghidupkan kembali saluran dari sendang ke sungai yang terletak sekitar 800 meter dari situs,” tuturnya, dikutip dari akun Instagram @hilmarfarid pada Sabtu (16/1).

Sekadar informasi, sama seperti situs lain di Pulau Jawa, petirtaan kuno di Dusun Sumberbeji ini telah lama tertimbun di bawah tanah akibat tertimbun abu letusan dan lahar gunung berapi, lanjut Hilmar.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Anosmia Atau Tidak? Ini Tips Mengetesnya

Published

on

By

mengecek Anosmia indera penciumanmu dengan makanan atau minuman lain seperti kopi dan jeruk

Channel9.id-Jakarta. Anosmia atau kehilangan kemampuan indera penciuman merupakan gejala yang paling sering dialami pasien yang terinfeksi virus Corona penyebab Covid-19.

Kendati begitu, sebagai catatan, anosmia tak melulu disebabkan oleh virus Corona. Sebab bisa jadi kondisi ini disebabkan oleh virus lain seperti virus pilek dan flu.

Menurut ahli THT Erich Voight, pembengkakan di hidung akibat virus akan mencegah partikel bau menyentuh saraf penciuman di hidung. “Saat pembengkakan mereda, indera penciuman bisa kembali,” kata Voight, Kamis (14/1).

Baca juga : Kehilangan Indera Penciuman dan Perasa Jadi Gejala Umum Covid-19

Sejatinya, penyebab anosmia bukan hanya karena virus. Polip hidung, tumor, penyakit neurodegeneratif—seperti Alzheimer, Parkinson, serta cedera otak atau trauma kepala, juga menjadi penyebab anosmia.

Nah, sudah tahukah Kamu bagaimana cara memastikan baik atau tidaknya indra penciumanmu?

Ternyata Kamu bisa mengeceknya dengan makan permen seperti jellybean, lho. Tips ini disarankan oleh Direktur Center for Smell and Taste Florida University, Steven Munger.

Munger menerangkan, mula-mula, tutup lubang hidung hingga tak ada aliran udara yang masuk. Kemudian masukkan jellybean ke dalam mulut dan dikunyah.

“Jika Anda mendapat rasa gurih ditambah manisnya jellybean, berarti fungsi indera perasa Anda masih berfungsi,” jelasnya.

Kemudian, sambil mengunyah, lepas tangan yang menutupi lubang hidung. Jika Kamu bisa mencium semua bau, termasuk jellybean yanh dikunyah, artinya fungsi indra penciumanmu masih berjalan normal.

“Ini benar-benar jenis respons yang sangat dramatis dan cepat,” sambung dia.

Proses itu, secara ilmiah, dikenal dengan istilah penciuman hidung retro. Pada kondisi ini, bau akan mengalir dari bagian belakang mulut, ke atas melalui faring, dan masuk ke rongga hidung.

Tak hanya dengan perman, Kamu bisa mengecek indera penciumanmu dengan makanan atau minuman lain seperti kopi dan jeruk, lho. Lalu, lakukan cara yang sama.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Ingat, Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong

Published

on

By

Ingat, Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong

Channel9.id-Jakarta. Untuk mengatasi penat, Kamu mungkin akan langsung menyeruput kopi di jam makan siang. Kamu tak peduli jika perutmu sudah keroncongan, sebab Kamu mengharapkan lonjakan adrenalin yang bisa membuatmu segar kembali.

Ide itu nampaknya bagus. Namun, minum kopi di saat perut kosong sebetulnya tak baik untuk perutmu. Nah, memangnya apa akibat minum kopi di perut kosong?

1. Asam lambung naik
Asam lambung berperan untuk melancarkan pencernaanmu. Di sisi lain, asam ini bersifat korosif. Sehingga jika dibiarkan menggenang di lambung tanpa ada makanan untuk diolah, bisa merusak lapisan lambung.

Kopi telah terbukti merangsang produksi asam. Nah, jika kopi diminum saat perut kosong, keasaman perut akan meningkatkan. Akibatnya, Kamu akan merasa mulas dan mengalami gangguan pencernaan.

Baca juga : Kapan Waktu yang Tepat Untuk Minum Kopi?

2. Mudah stres dan cemas
Jika Kamu minum kopi saat perut kosong, efek negatif dari kopi dipercaya bisa lebih buruk.

Diketahui, kafein pada kopi akan merangsang sistem sarafmu. Dengan minum kopi, denyut jantung dan tekanan darahmu akan meningkat. Dampaknya, Kamu rentan gelisah, stres, hingga suasana hati berubah-ubah.

3. Memicu dehidrasi
Tak hanya itu, kafein juga memberi efek deuretik, yang bisa membuatmu sering buang air hingga tubuhmu berpotensi kehilangan cairan secara drastis atau dehidrasi. Kondisi ini membuat tubuhmu lemas, sakit kepala hingga pingsan.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC