Connect with us

Nasional

Jenazah Mantan Ketum HMI Berhasil Diidentifikasi DVI Polri

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Mantan Ketua Umum (Ketum) PB HMI, Mulyadi P Tamsir yang menjadi salah satu korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri pada Selasa (19/1). Pria yang juga menjabat sebagai Waketum DPP KNPI itu diidentifikasi bersama lima korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu.

Kepala Laboratorium DNA Pusat Kedokteran Kesehatan (Pusdokkes) Polri Kombes Ratna mengatakan, jenazah Mulyadi berhasil teridentifikasi melalui pencocokan data sidik jari dan DNA pihak keluarga.

“Kemudian Mulyadi dengan pembanding dari ayah kandung,” ucap Ratna di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Selasa (19/1).

Baca juga: DVI Polri Kumpulkan 351 Sampel DNA Korban Sriwijaya Air 

Diketahui, Mulyadi menjadi penumpang pesawat Sriwijaya Air bersama ibu mertua, istri dan adik iparnya. “Untuk pak Mulyadi ini dari ibu, adik ipar dan menantu sudah teridentifikasi semua,” ujarnya.

Ratna menambahkan, per hari Selasa (19/1) Rumah Sakit Polri Kramat Jati menyerahkan empat jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ke pihak keluarga. Adapun total keseluruhan sampai saat ini sudah 27 jenazah diserahkan ke pihak keluarga.

“Pada hari ini RS Polri telah menyerahkan empat jenazah untuk disemayamkan. Yaitu jenazah atas nama Gita Lestari Dewi, kedua Didik Gunardi, ketiga Beben Sopian, keempat atas nama Mia Trasetyani telah diserahkan. Berarti sudah 27 jenazah yang diterima oleh keluarganya untuk dimakamkan,” pungkasnya.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Satpol PP dan Satlinmas Ujung Tombak Penegakan Disiplin Prokes

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar syukuran HUT ke-71 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan HUT ke-59 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Hotel Aryaduta, Rabu (3/3) malam.

Dalam acara syukuran yang berlangsung dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan ini, Satpol PP dan Satlinmas yang berada di bawah naungan Direktorat Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat Ditjen Bina Adwil diharapkan bisa terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya saat menjalankan tugasnya di lapangan.

Saat memberikan sambutan dan pengarahan acara ini, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian meminta agar jajaran Satpol PP dan Satlinmas dapat meraih simpati dan menjaga kepuasaan publik atas pelayanan mereka.

Menurut Mendagri, dukungan dan kepercayaan dari masyarakat akan didapat jika Satpol PP dan Satlinmas dalam menjalankan tugasnya mengedepankan sikap profesional.

“Menjaga kepuasan publik sangat penting bagi organisasi pemerintah seperti Satpol PP dan Satlinmas. Terlebih di usia yang terbilang sudah sangat matang ini. Bagaimana pun, Satpol PP dan Satlinmas ini sehari-hari langsung berhubungan dengan masyarakat, alias menjadi kepanjangan tangan pemerintah di tengah masyarakat. Jadi harus mencerminkan sikap yang baik dan profesional,” ujarnya.

Dalam situasi pandemi Covid-19, terutama saat pelaksanaan PPKM Mikro, Satpol PP dan Satlinmas menjadi salah satu ujung tombak keberhasilan program pengendalian pandemi itu. Pasalnya, petugas Satpol PP dan Satlinmas merupakan orang-orang yang langsung berada di lapangan untuk mengingatkan masyarakat agar tetap menjalankan prosedur kesehatan, seperti memakai masker medis dan menghindari kerumunan.

Direktur Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat, Ditjen Bina Adwil, Bernhard E Rondonuwu mengatakan peran Satpol PP dan Satlinmas sangatlah penting dalam menyukseskan program PPKM Mikro.

“Satgas Penanganan Covid-19 bekerja sama dengan TNI/Polri dan Kemendagri dalam menangani pandemi, terutama dalam penerapan PPKM Mikro. Dari Kemendagri, pelaksana lapangannya itu Pol PP dan Linmas. Mereka mendisiplinkan warga yang tidak mematuhi prokes, dengan cara menasehati dan menegur,” tuturnya.

Menurut Direktur Pol PP, dalam kesempatan peringatan HUT Ke-71 Satpol PP dan Hut ke-59 Satlinmas ini, Satgas Covid-19 yang diwakili Ketua Bidang Data dan IT, Dewi Nur Aisyah mengapresiasi tugas-tugas yang dijalankan Satpol PP dan Satlinmas dalam memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Mereka yang turun langsung mengawasi di tengah masyarakat, agar tetap disiplin dan ikut membantu monitoring perubahan perilaku dalam mematuhi prokes,” kata Dewi Nur Aisyah.

Menjelang malam, Dirjen Bina Adwil yang juga Penjabat Gubernur Kalsel, Safrizal ZA memimpin acara penutupan rangkaian acara HUT dan Rakornas Satpol PP Tahun 2021 ini. Dalam penutupan itu, Kasat Pol PP Provinsi Bengkulu selaku Ketua Tim Perumus juga membacakan Rekomendasi Hasil Rapat Koordinasi Nasional Satpol PP 2021.

Saat menutup kegiatan Rakornas, Dirjen Bina Adwil Safrizal memberikan semangat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada peserta rapat dan seluruh jajaran Satpol PP dan Satlinmas di seluruh Indonesia. Dirjen berpesan, agar jajaran Satpol PP dan Satlinmas tetap melaksanakan kewenangannya secara professional dan humanis, menghindari sikap yang arogan saat berhadapan dengan masyarakat terkait penegakan peraturan daerah.

“Kita berharap Satpol PP lebih profesional, lebih berkompeten, berintegritas dan lebih penting, juga humanis dengan menghindari tindakan kekerasan dan prilaku yang tidak pantas, sehingga nama satpol PP sebagai perangkat daerah yang menjaga ketertiban selalu baik di mata masyarakat. Untuk hasil rekomendasi, nanti akan segera ditindaklanjuti,” pesan Dirjen Bina Adwil Safrizal ZA saat menutup seluruh rangkaian kegiatan.

IG

Continue Reading

Nasional

Varian Baru Korona, Jokowi: Jangan Panik

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk tetap tenang terkait konfirmasi mengenai dua kasus positif mutasi virus korona dari Inggris (B.1.1.7) di Indonesia.

Melalui pernyataan yang diunggah melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (04/03), Presiden menjelaskan kondisi dua orang yang terpapar varian baru dari virus korona tersebut. “Dua orang yang terpapar varian baru tersebut saat ini sudah negatif,” ungkapnya.

Baca juga:  Jokowi: Percepat Vaksinasi Massal di Daerah

Hingga saat ini, lanjut Jokowi, masih belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa varian baru tersebut lebih mematikan dari virus korona yang selama ini menular di Indonesia.

Namun, ia mengingatkan agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan mencegah dari penularan varian baru virus itu tetap perlu dilakukan bersama-sama.

“Untuk itu mari kita tetap berdisiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat seiring dengan pelaksanaan vaksinasi yang semakin cepat,” tandasnya.

Continue Reading

Hot Topic

Jokowi: Percepat Vaksinasi Massal di Daerah

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, prioritas pemerintah dalam penanganan pandemi ini sangatlah jelas, yakni keselamatan dan kesehatan masyarakat.

“Prioritas pemerintah sejak awal pandemi sudah sangat jelas: keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah yang utama. Untuk itu, pemerintah terus melakukan upaya 3T (testing, tracing, dan treatment) dan masyarakat tetap melakukan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” ujarnya dalam pernyataan yang diunggah melalui akun YouTube Sekretariat Presiden pada Kamis, (04/03).

Baca juga: Jokowi: Kita Ingin Mempercepat Proses Vaksinasi

Terkait vaksin Covid-19, Jokowi menyebut Indonesia cukup beruntung karena berkat pendekatan-pendekatan yang dilakukan sejak jauh hari kepada beberapa perusahaan farmasi global yang memproduksi vaksin Covid-19, stok vaksin bagi masyarakat Indonesia dipastikan akan terpenuhi.

“Hingga kini kita telah memiliki 38 juta dosis vaksin Covid-19, (dengan rincian) 3 juta dosis vaksin jadi dan 35 juta bahan baku vaksin. Insyaallah di bulan Maret ini akan datang lagi vaksin dari AstraZeneca (sebanyak) 4,6 juta dosis vaksin,” ucapnya.

Jokowi menjelaskan, pemerintah berkomitmen untuk menyediakan vaksin yang akan digunakan untuk mendukung jalannya program vaksinasi massal yang diberikan pemerintah secara gratis kepada 181,5 juta rakyat Indonesia.

“Sudah dimulai juga vaksinasi untuk guru, awak media, juga untuk pedagang pasar. Kita ingat di Tanah Abang sudah dilakukan, juga di Pasar Beringharjo dan di kawasan Malioboro Yogyakarta juga telah dimulai,” tuturnya.

Jokowi menekankan agar pemerintah daerah turut menyambut program vaksinasi tersebut dengan segera menggelar vaksinasi massal serupa untuk memacu kekebalan kelompok yang dapat menjadi perlindungan awal terhadap virus korona.

“Semuanya akan memulai secara besar-besaran proses vaksinasi yang tentunya kita harapkan juga didukung oleh distribusi vaksin yang baik. Hingga hari ini sudah lebih dari 2 juta orang yang sudah disuntik vaksin dan sebanyak 12 juta vaksin telah kita distribusikan ke 34 provinsi dan 514 kabupaten dan kota,” tandasnya.

Continue Reading

HOT TOPIC