Jerman Putuskan Pembunuh dari Rusia Penjara Seumur Hidup
Internasional

Jerman Putuskan Pembunuh dari Rusia Penjara Seumur Hidup

Channel9.id-Jerman. Pengadilan daerah Berlin menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada seorang pria Rusia atas dakwaan kasus pembunuhan di ibukota Jerman dua tahun lalu, Rabu (15/12/2021).

Kasus pembunuhan Zelimkahn “Tornike” Khangoshvili, seorang pria berusia 40 tahun dari etnis Chechen berkebangsaan Georgia, telah memicu kemarahan besar di Jerman dan membuat ketegangan diplomasi antara Jerman dengan Rusia.

Pengadilan meyatakan Vadim Krasikov yang berusia 56 tahun itu bersalah.

Pihak kejaksaan menyebutkan kalau pembunuhan itu adalah aksi balasan kepada Khangoshvili yang ikut dalam peperangan Chechen. Selain itu juga karena “kebencian Khangoshvili terhadap negara Rusia”.

Khangoshvili ditembak mati dengan jarak dekat di siang hari pada tanggal 23 Agustus 2019. Tak lama setelah itu, polisi kemudian menangkap Krasikov.

Hakim menuduh Krasikov terbang ke Berlin menggunakan identitas palsu dengan nama Vadim Sokolov. Esoknya ia menemukan Khangoshvili di taman Kleiner Tiergarten dan menembaknya dari belakang dengan pistol yang sudah dilengkapi dengan peredam.

Saat Khangoshvili sudah jatuh tergeletak di tanah, Krasikov dilaporkan masih menembak kepala targetnya sebanyak dua kali.

Para saksi melihat pelaku melemparkan sebuah sepeda, senjata dan wig ke Sungai Spree yang lokasinya tak jauh dari TKP. Orang-orang disekitar langsung menelpon polisi dan pihak berwajib dengan cepat menangkap Krasikov di rumahnya sebelum ia sempat kabur dengan motor matic.

Keluarga korban, yang dibawah hukum Jerman dipersilahkan untuk menjadi penggugat bersama, minggu lalu menuduh Rusia yang ingin “mengirim pesan” ke musuh-musuh politiknya dengan membunuh Khangoshvili.

Pihak Istana Kremlin membantah tuduhan tersebut dengan mengatakan kalau pembunuhan itu tidak berdasar.

Hasil pengadilan itu nampaknya akan membuat tensi antara Jerman dengan Rusia semakin tegang lagi disaat Kanselir Olaf Scholz berusaha membangun kebijakan luar negerinya di Rusia.

Insiden ini juga terjadi disaat negara-negara Barat menekan Rusia atas pengumpulan pasukannya di perbatasan Ukraina.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

41  +    =  43