Junta Militer Tembak dan Bakar 30 Warga Myanmar
Internasional

Junta Militer Tembak dan Bakar 30 Warga Myanmar

Channel9.id-Myanmar. Sebuah desa di Myanmar dilaporkan telah terjadi pembantaian yang menewaskan 30 orang dengan foto-foto bekas pembakaran tersebar luas di sosial media, ungkap kelompok bantuan internasional, Senin (27/12/2021).

Foto-foto setelah kejadian pembantaian di desa Mo So tersebar luas di sosial media, memicu kemarahan rakyat dunia terhadap kekejaman militer junta yang mengkudeta pemerintah terpilih Myanmar pada tanggal 1 Februari lalu.

Foto-foto tersebut menunjukkan lebih dari 30 jenazah yang hangus, termasuk diantaranya adalah wanita dan anak-anak, di sekitar tiga kendaraan yang juga hangus terbakar. Laporan dari media lokal, yang masih belum bisa diverifikasi kebenarannya, melaporkan kalau mereka telah ditembak oleh pasukan pemerintah saat mereka mencoba kabur dari daerah konflik.

Wakil Sekretaris jenderal PBB untuk urusan HAM, Martin Griffiths, mengungkapkan kalau ia merasa “ngeri” dengan laporan kredibel pembantaian tersebut dan mendesak pemerintah untuk segera melakukan investigasi.

“Saya mengecam insiden mengerikan ini dan seluruh kekerasan terhadap masyarakat di sana, yang mana sudah dilarang oleh hukum HAM internasional,” kutip pernyataannya.

“Saya menyerukan pihak otoritas untuk segera melakukan investigasi yang menyeluruh dan transparan terhadap tragedi tersebut agar para pelaku dapat dimintai pertanggungjawabannya,” lanjutnya.

Kelompok bantuan internasional, Save the Children, yang mana sudah menunda aktivitasnya di Myanmar mengungkapkan kalau dua staffnya, yang sedang dalam perjalanan pulang setelah melakukan aktivitas kemanusiaan disana, telah menghilang setelah secara tak sengaja terlibat dalam tragedi tersebut.

“Kami telah menerima konfirmasi kalau kendaraan pribadi mereka telah diserang dan dibakar,” ungkap kelompok bantuan internasional tersebut. “Dilaporkan kalau junta telah memaksa orang-orang untuk keluar dari mobilnya, beberapa ditangkap, lainnya dibunuh dan dibakar,” pungkasnya.

Seorang saksi menuturkan kepada AP bahwa jenazah-jenazah korban pembantaian tersebut sudah sulit untuk dikenali. “Mereka diikat dengan tali sebelum dibakar,” ujar si saksi.

Ia tak melihat saat-saat mereka dibunuh namun ia yakin kalau diantara para korban tersebut adalah penduduk Mo So yang sudah hilang sejak ditangkap oleh junta pada hari Jumat lalu. Ia membantah kalau yang ditangkap oleh junta itu adalah anggota kelompok milisi lokal.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2  +  2  =