Connect with us

Lifestyle & Sport

Juventus Bukan Unggulan Juara Liga Champions, Ini Pengakuan Massimiliano Allegri

Published

on

Juventus Bukan Unggulan Juara Liga Champions, Ini Pengakuan Massimiliano Allegri

Channel9.id – Jakarta. Massimiliano Allegri mengakui Juventus bukanlah unggulan juara dalam Liga Champions musim ini.

Namun, segalanya bisa terjadi bila mana mereka memenuhi target mencapai babak delapan besar.

Dalam tujuh tahun terakhir Juve dibantu Allegri mencapai dua partai final Liga Champions di periode tenor pertamanya, tetapi dua musim terakhir mereka selalu terhenti di babak 16 besar.

Juventus akan mengawali penampilan mereka di Grup H Liga Champions dengan bertandang ke Swedia menghadapi Malmo FF pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB).

“Juventus pernah dianggap unggulan beberapa tahun terakhir karena tampil di dua final itu. Sekarang, setelah berbicara dengan presiden, target kami adalah mencapai delapan besar setelah yang terjadi di dua musim terakhir,” kata Allegri dilansir Reuters, Selasa WIB.

Baca juga: Juventus Bukan Favorit Juara di Liga Champions, Ini Kata Danilo

“Dan ketika Anda mencapai fase itu, segalanya bisa terjadi. Anda hanya bisa menargetkan jadi juara. Kenyataan bahwa kami tidak dianggap unggulan tidak mengubah hasrat kami untuk menjadi juara, itu dua hal yang sama sekali berbeda,” ujarnya menambahkan.

Allegri memulai tenor keduanya di Juve dengan buruk tanpa satu kemenangan pun di tiga pertandingan awal musim Liga Italia, setelah mewarisi tim yang hanya finis keempat dari pelatih sebelumnya Andrea Pirlo.

“Situasi tidak berjalan baik saat ini, kendati mental tim sudah tepat. Tapi kesalahan individual terlalu sering terjadi. Kami harus bisa mencegah situasi bola mati dan mengatasinya bila itu terjadi,” ujar Allegri melengkapi.

Juve terbang ke Swedia tanpa Federico Chiesa dan Federico Bernardeschi yang dikonfirmasi Allegri masih menderita cedera.

HY

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Dubes Heri Akhmadi: Penyelenggaraan PON Papua Bisa Belajar dari Olimpiade Tokyo

Published

on

By

Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi menyaksikan langsung perjuangan Saptoyogo Purnomo di Olympic Stadium, Tokyo Jumat (27/8). Foto KBRI Tokyo

Channel9.id-Jakarta. Perhelatan PON XX di Papua akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021 di tengah pandemi Covid-19. Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi mengatakan perhetalan PON XX di Papua bisa banyak belajar dari penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 yang dinilai berjalan sukses. Menurutnya, perhelatan akbar 4 tahunan bisa berjalan sukses karena tetap tunduk pada ketentuan state of emergency.

“Tidak ada perubahan status di Jepang saat pelaksanaan Olimpiade Tokyo, PPKM-nya kalo disini. Semua status, protokol tunduk pada ketentuan status state of emergency,” ujar Heri dalam diskusi virtual ‘Persiapan Protokol Kesehatan PON XX Papua’ yang disiarkan Youtube BNPB, Rabu (15/9).

“Ada ketentuan tidak boleh kumpul sekian orang, tidak boleh kegiatan bersama. Itu jadi dasar pelaksanaan Olimpiade Tokyo bisa sukses terlaksana,” sambungnya.

Heri mengatakan, semua ketentuan pelaksanaan Olimpiade diatur oleh National Olympic Comitee (NOC). Mereka semua yang mengatur mengenai penerapan protokol kesehatan secara ketat selama berlangsungnya olimpiade.

“Siapa yang diberikan akses masuk ada di tangan NOC. Jadi di tingkat pusat ada panitianya, di tingkat nasional ada NOC. Semua kontrol ada di sana,” katanya.

“Jadi kerja sama dengan Satgas Covid-19 dalam pelaksanaan PON XX ini sangat penting. Itu punya pengaruh signifikan,” tutur Heri.

Baca juga: Rapat Dengan DPR, Mendagri Paparkan Persiapan PON XX 

Dikatakannya, ada beberapa tahapan terkait penyelenggaraan Olimpiade Tokyo. Dimulai dari pra keberangkatan, semua atlet wajib divaksin dan monitoring kesehatan 14 hari sebelum berangkat ke Jepang. Seperti cek suhu harian, cek ada tidaknya gejala Covid-19 dan tes PCR 3X24 Jam sebelum berangkat.

Setelah tiba di Jepang, Heri menjelaskan bahwa atlet dibatasi ruang geraknya, termasuk di ruang makan. Karena Indonesia masih zona merah atau emergency yang tinggi, maka tidak boleh disatukan dengan atlet-atlet lain pada 4 hari pertama.

“Jadi prosesnya seperti bubble. Di bandara tidak ada persinggungan sama sekali. Bahkan kami tim penjemput pun harus mengambil jarak 2 meter. Kami pun tidak diperkenankan ikut rombongan bersama para atlet,” ungkap Heri.

Lebih lanjut, Heri menuturkan atlet masing-masing langsung masuk ke wisma wisma atlet dan tidak bisa banyak bersinggungan dengan atlet yang lain pada awal awal kedatangan ini. Baru kemudian setelah beberapa hari dibolehkan untuk berinteraksi. Itu pun para atlet diwajibkan tes Saliva PCR tiap hari.

Wilayah edarnya para atlet pun terbatas. Sebab, mereka dilarang keluar dari atlet village. Jika pun keluar hanya ke tempat pertandingan dan latihan dengan menggunakan kendaraan yang sudah disediakan panitia. Di samping itu, setiap kontingen atlet dibekali aplikasi untuk melacak keberadaan para atlet. Atlet yang melanggar disiplin terpaksa harus dipulangkan.

“Itulah rentetan aturan di sana. Ini yang membuat atlet stress,” ujar Heri.

Menurut Heri, dari sekitar 12 ribu atlet yang berlaga di Olimpiade Tokyo, hanya ada sekitar 36 yang terpapar Covid-19. “Termasuk Praveen Jordan (atlet bulutangkis Indonesia) yang ternyata negatif setelah 2 hari atau false,” tukasnya.

IG

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Meski Baik Bagi Kesehatan, Jangan Kebanyakan Makan Buah-Buahan

Published

on

By

Meski Baik Bagi Kesehatan, Jangan Kebanyakan Makan Buah-Buahan

Channel9.id-Jakarta. Banyak orang yang berpikir bahwa semakin banyak mengonsumsi makanan yang sehat—seperti buah-buahan, maka semakin banyak manfaat yang bisa didapat oleh tubuh. Ini salah kaprah. Pasalnya, alih-alih makin sehat, mengonsumsinya terlalu banyak malah bisa berdampak buruh bagi kesehatan, lo.

Ya, dalam konteks tertentu, ungkapan “hal yang berlebihan tidaklah baik” bukanlah sekadar bualan. Ini juga berlaku dalam mengonsumsi buah-buahan.

Baca juga: Pilihan Buah yang Bantu Redakan Sakit Kepala

Memangnya, apa saja sih dampak buruknya bagi tubuh jika terlalu banyak mengonsumsi buah-buahan? Untuk lebih jelasnya, simaklah ulasan berikut ini.

1. Kadar gula darah naik
Terlalu banyak makan buah bisa meningkatkan kadar gula darah. Tak peduli gula alami atau bukan, bagi penderita diabetes, hal ini juga harus diperhatikan. Pasalnya, kenaikan gula darah berpotensi memperparah penyakit atau menimbulkan komplikasi diabetes.

Untuk diketahui, buah-buahan mengandung karbohidrat sederhana atau gula alami yang disebut fruktosa. Fruktosa ini bisa meningkatkan gula darah dengan cepat. Orang dengan tubuh yang sehat mungkin tak akan mengalami dampak yang berat, tapi lain ceritanya bagi para penderita diabetes.

2. Ganggu pencernaan
Buah-buahan kaya akan serat, yang baik untuk sistem pencernaan. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, sistem pencernaanmu bisa terganggu. Kamu bisa mengalami kembung, begah, kram perut, hingga diare.

Sebagai informasi, orang dewasa pada umumnya membutuhkan 30 gram serat per hari. Sementara, orang yang menjalani diet rendah serat—misalnya saat pemulihan dari diare—hanya boleh mengonsumsi maksimum 10 gram serat per hari hingga kondisi pencernaannya membaik.

3. Kekurangan zat gizi
Jika Kamu menganggap buah-buahan sebagai makanan utama dan tak mengonsumsinya dengan makanan lain, Kamu berisiko kekurangan zat gizi lain. Adapun salah satu anjuran makan gizi seimbang yaitu mengonsumsi jenis makanan yang beragam. Anjuran ini berangkat dari fakta bahwa tak ada satu makanan yang bisa memenuhi seluruh kebutuhan gizi harianmu.

Buah-buahan memang kaya vitamin, namun minim asam lemak dan asam amino—yang tak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh. Selain itu, buah jug atak mengandung zat besi, kalsium, dan beberapa mineral yang penting bagi kesehatan.

Adapun rekomendasi asupan buah dan sayuran umumnya minimal 400 gram sehari. Ini sesuai anjuran dari Kementerian Kesehatan yang menyarankan konsumsi lima porsi sayur atau buah per harinya. Sebagai gambaran, satu porsi buah setara dengan satu buah berukuran sedang, misalnya jeruk berukuran sedang, satu buah pisang, atau satu buah apel.

Konsumsi lebih dari lima porsi buah dan sayuran setiap hari tak akan menambahkan manfaatnya. Jadi, Kamu tak perlu kebanyakan makan buah untuk bisa memiliki hidup yang sehat. Selain itu, jangan lupa untuk melengkapinya gizi dengan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Messi dan Mbappe Dimainkan, PSG Hanya Bermain Imbang 

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. PSG imbang 1-1 atas tuan rumah Club Brugge dalam pertandingan pertama Grup A Liga Champions di Jan Breydel Stadium, Kamis 16 September 2021 dini hari.

Mauricio Pochettino selaku pelatih tim tamu PSG langsung menampilkan pemain bintangnya seperti Neymar Jr, Kylian Mbappe dan Lionel Messi sejak laga dimulai.

Klub berjuluk Les Parisiens pun sanggup membuka keunggulannya dari Club Brugge pada menit 15.

Les Parisiens mencetak gol lebih dahulu melalui Ander Herrera memanfaatkan assist Kylian Mbappe.

Namun, keunggulan itu gagal dipertahankan karena hanya berselang 12 menit tuan rumah Club Brugge sukses menyamakan kedudukan berkat sepakan Hans Vanaken.

Baca juga: PSG Pertahankan Kemenangan Awal Musim Demi Genggam Posisi Puncak

Gol Vanaken pun membuat PSG bermain imbang 1-1 selama paruh pertama. Selepas turun minum, Pochettino memasukan beberapa pemain diantaranya Julian Draxler dan Danilo Pereira.

Keduanya masuk untuk menggantikan Giorginio Wijnaldum bersama Leandro Paredes. Bahkan Kylian Mbappe juga harus keluar karena mengalami masalah pada kakinya.

Mbappe digantikan oleh Mauro Icardi yang sama-sama berkarakter menyerang. Sayangnya pergantian pemain itu tidak bisa membawa kemenangan bagi PSG yang harus puas berbagi 1 poin dengan Club Brugge.

Pochettino terbilang gagal dalam memaksimalkan peran Messi dalam hasil imbang 1-1 PSG di markas Club Brugge.

Susunan Pemain

Club Brugge

Mignolet (Gk); Clinton Mata, Hendry, Nsokl; Sowah, Rits, Vanaken, Balanta, Sobol; De Ketelaere, Lang.

PSG

Navas (Gk); Hakimi, Kimpembe, Marquinhos, Diallo; Wijnaldum, Herrera, Paredes; Neymar, Messi, Mbappe.

Continue Reading

HOT TOPIC