Connect with us

Hot Topic

Kabar Duka, Wagub Papua Klemen Tinal Meninggal Dunia

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membenarkan kabar meninggalnya Wakil Gubernur ((Wagub) Papua, Klemen Tinal, Jumat (21/5). Klemen meninggal dunia di RS Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta pukul 04.00 WIB.

“Benar, Pak Wagub Papua meninggal sekitar pukul 04.00 WIB di RS Abdi Waluyo,” kata Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri Benny Irwan kepada wartawan, Jumat.

Benny mengatakan saat ini jenazah Klemen disemayamkan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Baca juga: TNI Akan Laporkan Suarapapua.com ke Dewan Pers 

Kemendagri pun berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Papua tentang penanganan jenazah Klemen.

“Kemendagri sudah berkoordinasi dengan Pemda dan masih menunggu rencana tindak lanjut dari Pemda Provinsi untuk penyelenggaraan jenazah almarhum,” kata Benny.

Tampak Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyambangi RSPAD Gatot Subroto, dengan mengenakan kemeja putih.

Dalam kenangannya, Tito menyebut jika mendiang Klemen Tinal merupakan satu dari beberapa putra terbaik yang dimiliki masyarakat Papua. Tito mengaku, dirinya telah mengenal dekat mendiang Klemen Tinal sejak menjabat sebagai Kapolda Papua periode 2012-2014.

“Hari ini saya kira kita mendengar berita duka, wafatnya almarhum Klemen Tinal salah satu putra terbaik Papua, saya kenal beliau saat menjadi Kapolda Papua tahun 2012-2014 beliau saat itu juga running dengan pak Lukas Enembe sebagai Gubernur dan wagub,” tutur Tito, saat ditemui awak media di Rumah Duka Sentosa RSPAD Gatot Subroto, Jumat (21/05).

Mantan Kapolda Papua itu mendoakan agar almarhum dapat beristirahat dengan tenang di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

“Kami dari Kemendagri dari pemerintah pusat turut berduka sedalamnya semoga beliau (Klemen Tinal) beristirahat dengan tenang,” ucap Tito.

Sebelumnya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Papua Jery Yudianto mengatakan pihaknya masih menunggu rencana selanjutnya dari keluarga almarhum terdekat, sebagaimana diberitakan Antara.

Menurut Jery, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan keluarga terdekat yang kini sedang menuju ke Jakarta.

“Ibu Wagub rencananya akan tiba di Jakarta siang ini sekitar pukul 13.00,” ujarnya.

Dia menjelaskan karena almarhum merupakan pejabat negara, pihaknya juga masih menunggu proses-proses protokoler pejabat daerah.

“Mengenai pernyataan resmi terkait kondisi medis Wakil Gubernur Papua, hingga kini belum ada keterangan yang kami terima,” katanya.

Dia menambahkan sebelumnya Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal sedang berada di Jakarta untuk menjalani pengecekan kondisi kesehatan. Hingga saat ini, belum diketahui penyebab meninggalnya Klemen Tinal.

Klemen Tinal merupakan putra Papua kelahiran 23 Agustus 1970. Selain sebagai kader Partai Golkar, ia tercatat sempat bekerja di PT Freeport tahun 1993. Ia juga pernah tercatat sebagai Ketua Pemuda Pancasila di Irian Jaya.

Selama di Golkar, ia menjabat sejumlah posisi strategis partai di Papua seperti Ketua DPC Kabupaten Mimika dan kini Ketua DPD Partai Golkar sejak 2013. Sebelum menjadi wakil gubernur, Klemen adalah Bupati Mimika pada tahun 2001-2006 dan 2008-2013.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Muncul Varian Covid-19, MPR Sarankan Pemerintah Tunda PTM

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid menyarankan pemerintah menunda atau menjadwalkan ulang pembelajaran tatap muka (PTM) yang telah digelar karena muncul varian baru Covid-19 di beberapa wilayah di Indonesia.

“Kita berada dalam pilihan yang sulit, sebaiknya mendahulukan kesehatan daripada yang lain. Sebaiknya pembelajaran tatap muka ditunda sampai waktu yang memungkinkan untuk dibuka kembali,” kata Jazilul atau Gus Jazil dalam keterangannya, Minggu 20 Juni 2021.

Jazilul menyampaikan, anak-anak Indonesia perlu dilindungi dari pandemi Covid-19 karena mereka adalah generasi muda penerus bangsa.

Dia merasa prihatin dengan munculnya varian baru Covid-19 dan terbukti semakin tingginya angka penularan membuat kondisi mengancam dari proses pembelajaran tatap muka yang tengah berlangsung.

“Dalam menghadapi pandemi, apalagi dengan ditemukannya varian baru yang lebih berbahaya, kita tidak boleh pesimis, pasrah, apalagi putus asa,” ujarnya.

Dia menyatakan, di saat bangsa Indonesia mulai membuka kembali sekolah tatap muka, muncul varian baru Covid-19 yang memiliki daya penularan yang lebih cepat.

Akibat varian baru tersebut, katanya, menimbulkan lonjakan penularan, seperti di Bangkalan (Jawa Timur), Kudus (Jawa Tengah) dan Jakarta, merupakan tempat di mana varian baru itu ditemukan.

Padahal, dengan digelarnya pembelajaran tatap muka, membuat Indonesia terhindar dari hilangnya masa depan generasi penerus bangsa atau lost generation.

“Sudah setahun lebih anak-anak Indonesia tidak pergi ke sekolah, itu tidak hanya membuat bangsa ini terancam lost generation, namun juga bisa mengakibatkan anak-anak Indonesia malas belajar dan pergi ke sekolah,” ujarnya.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Anggota DPR Minta Polri Transparan Usut Kasus Pembunuhan Mara Salem

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Anggota Komisi III DPR RI Andi Rio Idris Padjalangi meminta Polri segera mengungkap secara transparan motif pelaku penembakan terhadap Pemimpin Redaksi LasserNewsToday, Mara Salem Harahap di Medan.

“Segera hentikan kekerasan dan ancaman teror kepada para jurnalis. Polri harus dapat segera menangkap pelaku dan membuka secara transparan motif pelaku,” kata Andi Rio, Minggu 20 Juni 2021.

Andi Rio menjelaskan, pers merupakan salah satu pilar demokrasi. Sebab, peran media sangat berkontribusi dalam mengawal proses demokrasi dalam membangun kemajuan bangsa dan negara.

Menurutnya, pers jangan sampai diintimidasi bahkan dibinasakan karena mereka harus menyampaikan berita secara objektif kepada masyarakat.

“Pers memiliki fungsi pengawasan terhadap jalannya demokrasi bangsa. Karena itu jangan sampai bangsa ini mengalami kemunduran, karena banyaknya ancaman atau tindak kekerasan kepada para insan pers dalam menjalankan tugas dan kewajibannya,” ujarnya.

Baca juga: AJI Medan Tuntut Polres Simalungun Ungkap Pembunuhan Jurnalis Mara Salem Harahap

Dia juga berharap agar seluruh elemen dan lapisan masyarakat untuk tidak berspekulasi serta bersabar dalam menunggu hasil keterangan resmi dari pihak kepolisian dalam menyelidiki kasus tersebut.

“Jangan sampai ada informasi liar yang berkembang yang tentunya dapat merugikan semua masyarakat sehingga lebih baik menunggu hasil penyelidikan dan penyidikan aparat kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut,” pungkasnya.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Kasus Corona DKI Cetak Rekor, DPR: Jakarta Terancam Kolaps

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris mengatakan Provinsi DKI Jakarta mencetak rekor angka harian Covid-19. Selama Dua hari berturut-turut, DKI mencetak rekor tertinggi angka kematian harian, yakni 66 jiwa dan angka kasus harian 4.895 kasus.

“Ini membuat DKI menjadi provinsi dengan BOR faskes tertinggi secara nasional, atau dengan kata lain terancam kolaps,” ucapnya dikutip dari Antara, Minggu, 20 Juni 2021.

“Melihat kondisi tersebut, Jakarta bukan hanya sedang tidak baik-baik saja, dalam kondisi DKI begitu, langkah Gubernur DKI Anies Baswedan yang hanya memperketat penegakan aturan PPKM mikro jelas tidaklah cukup,” katanya menambahkan.

Data harian keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) faskes DKI kata dia, sudah di atas 80 persen, jauh di atas standar WHO 60 persen. Bahkan, BOR RSDC Wisma Atlet sudah 90 persen, atau tertinggi selama faskes darurat itu berdiri.

Gubernur DKI, menurut Charles, harus menerapkan PSBB total, sebagaimana yang pernah diterapkan di ibu kota pada 16 Maret 2020 dan 14 September 2020. Sebab, menurut dia kondisi penularan Covid-19 di DKI hari ini lebih parah dari kondisi sebelum gubernur menerapkan dua PSBB sebelumnya.

Pada PSBB terakhir di DKI diterapkan 14 September 2020, angka kasus harian berkisar sekitar 1.300 kasus dan angka kematian 20 jiwa lebih, sementara sekarang sudah mencapai 4.800 lebih kasus dan 60 lebih angka kematian.

Baca juga: Jelang PSBB Transisi, DKI Catat Kasus Positif Covid-19 Tertinggi

Charles menyatakan jika dalam kondisi penularan COVID-19 tergawat di DKI sekarang ini gubernur tidak kunjung mengajukan permohonan PSBB total kepada Pemerintah Pusat, sebagaimana mekanisme aturan yang berlaku, maka dasar kebijakan Gubernur DKI pada dua PSBB sebelumnya menjadi pertanyaan buat publik.

“Kalau di awal pandemi dulu Gubernur Anies menjadi yang paling awal dan rajin menarik rem darurat bagi wilayahnya, apa yang menjadi pertimbangan Anies sekarang belum melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Namun, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunggu keputusan dari pemerintah pusat untuk mengambil kebijakan rem darurat ataupun hingga kebijakan “lockdown” terkait kasus Covid-19 di Jakarta yang meningkat signifikan.

“Nanti kita akan pelajari, tunggu keputusan pusat ya,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota Jakarta, Jumat, 18 Juni 2021.

IG

Continue Reading

HOT TOPIC