Connect with us

Lifestyle & Sport

Kafein Picu Kerja Otak, Kopi Bisa Bikin Pintar

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Mengonsumsi kopi bisa meningkatkan kecerdasan seseorang. Tak sedikit orang yang mengatakan demikian. Namun, apakah hal itu benar?

Tak hanya membuat tubuh terjaga di malam hari, meminum kopi rupanya memang bisa membuat otak menjadi lebih pintar. Sebab kopi mengandung bahan aktif kafein, dilansir dari Healthline.

Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengetahui efek kafein pada otak. Hasilnya, didapati bahwa kafein bisa meningkatkan memori, kewaspadaan, serta fungsi otak secara umum dengan cara menghalangi efek penghambat neurotransmitter yang disebut adenosin.

Dengan menghalangi penghambat itu, kafein bisa meningkatkan pengiriman neuron di otak dan melepas neurotransmitter lain, seperti dopamin dan norepinefrin.

Penelitian lain pun membuktikan bahwa kafein bisa meningkatkan daya ingat jangka pendek. Apabila seseorang mengonsumsi tablet kafein dan mempelajari serangkaian gambar, kemampuan mereka untuk mengenali gambar ini menjadi lebih kuat. Sementara itu, untuk efek memori jangka panjang masih perlu diselidiki lebih lanjut.

Penelitian-penelitian tersebut membuktikan bagaimana kopi memicu kerja otak. Namun, bukan berarti semakin banyak minum, semakin baik. Pasalnya, jika mengonsumsi kopi secara berlebihan justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan, seperti kecemasan, jantung berdebar, hingga masalah tidur. Maka dari itu, konsumsilah kopi sewajarnya.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Penggalian Situs Petirtaan Kuno di Jombang Dilanjutkan Tahun Ini

Published

on

By

Penggalian Situs Petirtaan Kuno di Jombang

Channel9.id-Jakarta. Pada Juli 2019, warga Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben di Jombang, Jawa Timur tak sengaja mendapati struktur purbakala saat sedang membersihkan sendang atau kolam dari mata air.

Warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Lalu dilakukanlah penggalian atau ekskavasi.

Hasilnya, sekitar dua meter di bawah sendang, didapati sebuah petirtaan kuno dengan luas 18 x 24 meter.

Baca juga : Situs Purbakala Sebelum Era Majapahit ditemukan Warga

Untuk diketahui, petirtaan sendiri merupakan tempat penyucian diri keluarga raja.

BPCB menduga bahwa petirtaan tersebut berasal dari abad ke-10 hingga ke-12. Petirtaan ini juga diprediksi dibangun pada Kerajaan Kediri dan masih digunakan hingga masa Majapahit.

Sejak situs itu ditemukan, pemerintah dengan dukungan warga, terus melakukan ekskavasi hingga akhirnya ditemukan sejumlah peninggalan kuno. Misalnya, jaladwara atau pancuran air berbentuk Garudeya.

Pada 2021 ini, pengerjaannya pun akan terus dilanjut. Hal ini pun disampaikan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid.

“Tahun ini tim akan terus bekerja, dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jombang dan warga desa, untuk menghidupkan kembali saluran dari sendang ke sungai yang terletak sekitar 800 meter dari situs,” tuturnya, dikutip dari akun Instagram @hilmarfarid pada Sabtu (16/1).

Sekadar informasi, sama seperti situs lain di Pulau Jawa, petirtaan kuno di Dusun Sumberbeji ini telah lama tertimbun di bawah tanah akibat tertimbun abu letusan dan lahar gunung berapi, lanjut Hilmar.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Anosmia Atau Tidak? Ini Tips Mengetesnya

Published

on

By

mengecek Anosmia indera penciumanmu dengan makanan atau minuman lain seperti kopi dan jeruk

Channel9.id-Jakarta. Anosmia atau kehilangan kemampuan indera penciuman merupakan gejala yang paling sering dialami pasien yang terinfeksi virus Corona penyebab Covid-19.

Kendati begitu, sebagai catatan, anosmia tak melulu disebabkan oleh virus Corona. Sebab bisa jadi kondisi ini disebabkan oleh virus lain seperti virus pilek dan flu.

Menurut ahli THT Erich Voight, pembengkakan di hidung akibat virus akan mencegah partikel bau menyentuh saraf penciuman di hidung. “Saat pembengkakan mereda, indera penciuman bisa kembali,” kata Voight, Kamis (14/1).

Baca juga : Kehilangan Indera Penciuman dan Perasa Jadi Gejala Umum Covid-19

Sejatinya, penyebab anosmia bukan hanya karena virus. Polip hidung, tumor, penyakit neurodegeneratif—seperti Alzheimer, Parkinson, serta cedera otak atau trauma kepala, juga menjadi penyebab anosmia.

Nah, sudah tahukah Kamu bagaimana cara memastikan baik atau tidaknya indra penciumanmu?

Ternyata Kamu bisa mengeceknya dengan makan permen seperti jellybean, lho. Tips ini disarankan oleh Direktur Center for Smell and Taste Florida University, Steven Munger.

Munger menerangkan, mula-mula, tutup lubang hidung hingga tak ada aliran udara yang masuk. Kemudian masukkan jellybean ke dalam mulut dan dikunyah.

“Jika Anda mendapat rasa gurih ditambah manisnya jellybean, berarti fungsi indera perasa Anda masih berfungsi,” jelasnya.

Kemudian, sambil mengunyah, lepas tangan yang menutupi lubang hidung. Jika Kamu bisa mencium semua bau, termasuk jellybean yanh dikunyah, artinya fungsi indra penciumanmu masih berjalan normal.

“Ini benar-benar jenis respons yang sangat dramatis dan cepat,” sambung dia.

Proses itu, secara ilmiah, dikenal dengan istilah penciuman hidung retro. Pada kondisi ini, bau akan mengalir dari bagian belakang mulut, ke atas melalui faring, dan masuk ke rongga hidung.

Tak hanya dengan perman, Kamu bisa mengecek indera penciumanmu dengan makanan atau minuman lain seperti kopi dan jeruk, lho. Lalu, lakukan cara yang sama.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Ingat, Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong

Published

on

By

Ingat, Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong

Channel9.id-Jakarta. Untuk mengatasi penat, Kamu mungkin akan langsung menyeruput kopi di jam makan siang. Kamu tak peduli jika perutmu sudah keroncongan, sebab Kamu mengharapkan lonjakan adrenalin yang bisa membuatmu segar kembali.

Ide itu nampaknya bagus. Namun, minum kopi di saat perut kosong sebetulnya tak baik untuk perutmu. Nah, memangnya apa akibat minum kopi di perut kosong?

1. Asam lambung naik
Asam lambung berperan untuk melancarkan pencernaanmu. Di sisi lain, asam ini bersifat korosif. Sehingga jika dibiarkan menggenang di lambung tanpa ada makanan untuk diolah, bisa merusak lapisan lambung.

Kopi telah terbukti merangsang produksi asam. Nah, jika kopi diminum saat perut kosong, keasaman perut akan meningkatkan. Akibatnya, Kamu akan merasa mulas dan mengalami gangguan pencernaan.

Baca juga : Kapan Waktu yang Tepat Untuk Minum Kopi?

2. Mudah stres dan cemas
Jika Kamu minum kopi saat perut kosong, efek negatif dari kopi dipercaya bisa lebih buruk.

Diketahui, kafein pada kopi akan merangsang sistem sarafmu. Dengan minum kopi, denyut jantung dan tekanan darahmu akan meningkat. Dampaknya, Kamu rentan gelisah, stres, hingga suasana hati berubah-ubah.

3. Memicu dehidrasi
Tak hanya itu, kafein juga memberi efek deuretik, yang bisa membuatmu sering buang air hingga tubuhmu berpotensi kehilangan cairan secara drastis atau dehidrasi. Kondisi ini membuat tubuhmu lemas, sakit kepala hingga pingsan.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC