Karena Cookie, Regulator Prancis Mendenda Google dan Meta
Techno

Karena Cookie, Regulator Prancis Mendenda Google dan Meta

Channel9.id-Jakarta. Regulator data Prancis (CNIL) telah menjatuhkan denda kepada Google dan Meta, masing-masing sebesar Rp2,4 triliun dan Rp859 miliar. Langkah ini diambil karena kedua perusahaan telah melanggar aturan privasi Uni Eropa (UE).

Diketahui, kedua perusahaan diminta memungkinkan pengguna Prancis untuk menolak pelacakan cookie dengan mudah. Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Padahal ini merupakan syarat dari aturan privasi UE, dikutip dari Engadget.

Baca juga: Google Ingin Mengintegrasikan Android dan Windows

Denda secara khusus dikenakan terhadap operasi Google AS dan Irlandia—masing-masing Rp1,4 triliun dan juta dan Rp974 miliar, dan Facebook di Irlandia. Kedua perusahaan akan didenda per hari Rp1,6 miliar jika mereka tak mengubah praktik mereka dalam tiga bulan sejak keputusan resmi CNIL.

Selain denda, CNIL juga memberi waktu tiga bulan agar perusahaan memungkinkan pengguna di Prancis diberi kebebasan untuk menolak cookie dengan mudah. Jika tidak melakukan hal ini, perusahaan harus membayar denda Rp1,6 miliar per hari keterlambatan.

“Kami sedang meninjau keputusan otoritas dan tetap berkomitmen untuk bekerja dengan otoritas terkait,” ujar juru bicara Meta kepada Politico. “Kontrol izin cookie kami memberi kontrol yang lebih besar kepada pengguna atas data mereka—termasuk menu pengaturan baru di Facebook dan Instagram, di mana pengguna bisa mengelola keputusan mereka kapan saja, dan kami terus mengembangkan dan meningkatkan kontrol ini.”

“Orang-orang mempercayai kami untuk menghormati hak privasi mereka dan menjaga mereka tetap aman. Kami memahami tanggung jawab kami untuk melindungi kepercayaan itu dan berkomitmen untuk membuat perubahan dan bekerja aktif dengan CNIL, sehubungan dengan ePrivacy Directive,” ungkap juru bicara Google.

Sebelumnya, CNIL telah mengeluarkan 100 perintah dan sanksi kepada pihak yang tak patuh terhadap undang-undang cookie. Aturan ini diberlakukan sejak 31 Maret 2021.

Regulator sebelumnya mendenda Google Rp1,6 triliun karena cookie melanggar aturan e-Privasi Eropa, dan Rp811 miliar untuk pelanggaran General Data Protection Regulation (GDPR).

Google saat ini masih membela di hadapan pengadilan tertinggi Prancis terkait denda Rp1,6 triliun. Di waktu bersamaan, perusahaan ini juga harus membela perkara baru. Bersamaan dengan ini juga, denda terhadap operasi Google dan Meta di Irlandia menunjukkan ketegangan antara UE dan Irlandia. Eropa melihat tindakan Irlandia terlalu ramah terhadap raksasa teknologi yang bermarkas di sana, namun tak ramah bagi privasi pengguna.

(LH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

27  +    =  32