Channel9.id – Aceh Tamiang. Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Tito Karnavian menyatakan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana tetap menjadi prioritas.
Hal itu ditunjukkan melalui kehadiran Presiden dalam salat Idulfitri bersama penyintas bencana di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (21/3/2026), sebagai simbol komitmen pemerintah terhadap pemulihan pascabencana.
Menurut Tito, Presiden secara khusus memilih lokasi salat Idulfitri di kawasan hunian sementara yang dihuni pengungsi sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat terdampak. Ia menambahkan bahwa progres rehabilitasi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan perkembangan signifikan di berbagai sektor.
“(Sebenarnya) ada beberapa tempat yang kami siapkan, tapi beliau memilih tempat yang ada pengungsinya, yaitu masjid di huntara yang dibangunkan Danantara. Alhamdulilah kita tahu semua berjalan dengan lancar,” kata Tito.
Tito menyebut kehadiran Presiden pada momentum Lebaran juga menegaskan bahwa perhatian terhadap penanganan pascabencana tidak berkurang, termasuk dalam upaya pemulihan infrastruktur dan layanan dasar. Selain itu, pemerintah turut mengapresiasi kerja lintas sektor yang dinilai berhasil mendorong kondisi daerah terdampak mendekati normal.
“Ini adalah atensi beliau yang luar biasa dimomentum yang sangat suci di bulan ramadan, dan beliau malaksanakan salat idulfitri bersama- sama dengan pengungsi di Aceh Tamiang sebagai simbol,” kata Tito.
Lebih lanjut, Tito mengatakan pemerintah akan melanjutkan percepatan relokasi sisa pengungsi serta penyelesaian infrastruktur yang masih dalam tahap pemulihan. Ia juga menyebut upaya rehabilitasi sektor ekonomi seperti tambak dan sawah akan dipercepat guna mendukung pemulihan kehidupan masyarakat terdampak.
“Beliau (Presiden Prabowo) memberikan apresiasi karena sudah mendekati normalitas. Kami akan terus bekerja untuk menyelesiakan beberapa persoalan lain, (seperti) mempermanenkan jalan, jembatan dan sungai yang harus kita normalisasi, fasilitas pendidikan juga harus dibereskan,” kata Tito.
Tito menambahkan, pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak akan segera dieksekusi setelah Lebaran melalui koordinasi dengan kementerian terkait. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan menyeluruh di wilayah terdampak bencana di Sumatera.
“Kita juga akan bekerja keras juga untuk proses yang berikutnya yaitu Huntap baik yang insitu oleh BNPB dan yang komunal yang kompleks. Saya sudah rapat berkali- kali dengan Menteri PKP. Setelah Lebaran akan kita eksekusi,” kata Tito.
HT





