Channel9.id, Tokyo – Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, menerima 18 peserta Indonesian Young Farm Leaders Training Program in Japan (IYFLTPJ) Batch ke-41 di KBRI Tokyo, Kamis (19/2/2026).
Program IYFLTPJ merupakan kerja sama Kementerian Pertanian RI dengan Pemerintah Jepang melalui Japan Agricultural Exchange Council (JAEC) dan Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF). Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani muda Indonesia dalam menerapkan teknologi pertanian modern, memperkuat manajemen agribisnis, serta meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.
Dalam sambutannya, Maria berharap para peserta mengimplementasikan pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dan magang di Jepang saat kembali ke Indonesia.
“Melalui program ini, para petani muda diharapkan mampu mengembangkan praktik pertanian modern yang dipelajari di Jepang untuk meningkatkan produksi berkualitas tinggi serta memperkuat agribisnis di tanah air,” ujarnya. Maria didampingi Atase Kehutanan Ima Yudin Rayaningtyas dan Sekretaris Ketiga Fungsi Ekonomi KBRI Tokyo Yusuf Ausiandra.
Ia juga menekankan peran peserta sebagai farm leader dan agen perubahan di daerah masing-masing. Menurutnya, peningkatan kualitas dan produktivitas pertanian akan memperkuat daya saing sekaligus membuka peluang ekspor, termasuk ke pasar Jepang. KBRI Tokyo, lanjutnya, terus mendukung penguatan kerja sama pertanian Indonesia–Jepang.
Program Coordinator JAEC, Zuhaira Dzaatul Himmah, mengatakan para peserta sempat menghadapi tantangan bahasa dan adaptasi budaya pada awal program. Namun, mereka menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan dan pengetahuan pertanian.
IYFLTPJ telah berjalan lebih dari 40 tahun sebagai bagian dari kerja sama pengembangan sumber daya manusia pertanian Indonesia–Jepang. KBRI Tokyo menilai evaluasi berkala penting untuk mengukur dampak program, khususnya sejauh mana alumni menerapkan ilmu yang diperoleh dalam pengembangan pertanian di Indonesia.
Selama di Jepang, peserta tinggal dan belajar bersama host farmer selama sekitar satu tahun. Mereka mengikuti pelatihan praktik (on the job training), pelatihan akademik, pelatihan mesin pertanian yang difasilitasi MAFF, serta studi banding ke berbagai prefektur.
Hingga kini, lebih dari 650 petani muda Indonesia telah mengikuti program tersebut dan tergabung dalam IKAMAJA (Ikatan Alumni Magang Jepang). Para alumni tersebar di berbagai daerah dan berkontribusi dalam pengembangan sektor pertanian, antara lain sebagai pembina di Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) serta penggerak organisasi petani mandiri





