Amerika Serikat Sepakati Akhiri Misi Peperangan di Iraq
Internasional

Amerika Serikat Sepakati Akhiri Misi Peperangan di Iraq

Channel9.id-Amerika Serikat. Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Perdana Menteri Iraq Mustafa al-Kadhimi sepakat untuk mengakhiri misi peperangan AS di Iraq di akhir tahun 2021, namun pasukan AS masih akan tetap beroperasi disana sebagai penasihat, pada hari Senin (27/7/2021).

Kesepakatan ini terjadi disaat politik Iraq sedang dimasa sulit dan kesepakatan ini dapat menjadi dorongan untuk Iraq. Kadhimi saat ini tengah menghadapi tekanan dari kelompok-kelompok bersenjata dukungan Iran yang ingin mengusir pasukan AS.

Baca juga: AS Lancarkan Serangan Balasan ke Milisi Dukungan Iran

Biden dan Kadhimi bertemu di Kantor Oval untuk mengadakan diskusi strategis antara AS dengan Iraq.

“Kami masih akan tetap berada di Iraq, untuk terus melatih, membantu, menolong Iraq  dan menghadapi ISIS. Tapi kita tidak akan, dalam akhir tahun ini, melanjutkan misi peperangan kami,” ujar Biden kepada para wartawan setelah ia dan Kadhimi selesai melakukan pembicaraan.

Saat ini kurang lebih ada 2,500 pasukan AS di Iraq yang berfokus untuk melawan sisa-sisa kelompok teroris disana. Peran AS di Iraq nantinya akan berubah sepenuhnya untuk melatih dan memberikan saran ke militer Iraq saja.

Perubahan ini dikabarkan tidak akan memberikan dampak operasional yang besar dikarenakan Amerika Serikat memang sudah mulai fokus untuk melatih pasukan Iraq saja.

Namun tetap saja, untuk Biden kesepakatan untuk mengakhiri misi peperangan di Iraq sejajar dengan keputusannya yang menarik pasukan AS dari Aghanistan dan menyudahi misi militer AS disana di bulan September nanti.

Bersamaan dengan kesepakatannya dengan Iraq, presiden dari partai democrat itu secara formal akan menyudahi misi peperangan AS di dua peperangan yang dimulai dari masa kepemimpinan mantan Presiden George W. Bush hampir dua dekade lalu.

Saat itu pasukan AS bersama koalisinya menginvasi Iraq pada bulan Maret 2003 dengan alasan kalau pemimpin Iraq saat itu, Saddam Hussein, mempunyai senjata pemusnah massal. Saddam pun akhirnya dikudeta, namun klaim AS tersebut tak pernah terbukti kebenarannya.

Dalam beberapa tahun ini, misi AS di Iraq dan Suriah lebih berfokus ke membantu mengalahkan kelompok teroris di Iraq dan Suriah

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

  +  67  =  72