Connect with us

Techno

Kena Serangan Siber, Ilmuwan Malah Produksi Racun Bukan Vaksin Covid-19

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Para ilmuwan saat ini tengah sibuk mencari vaksin virus corona penyebab Covid-19. Sayangnya, upaya mereka bisa kacau karena direcoki serangan siber.

Menurut akademisi dari Ben-Gurion University of Negev, serangan siber tersebut mengerikan karena bisa memodifikasi DNA sintetis menjadi virus berbahaya. Adapun temuan ini tertuang dalam penelitian bertajuk ‘Cyberbiosecurity: Remote DNA Injection Threat in Synthetic Biology’, yang diterbitkan di jurnal Nature Biotechnology.

Laporan itu menyebutkan bahwa serangan siber itu berbentuk malware dan menargetkan komputer milik peneliti biologi. Jadi penjahat tak harus punya akses fisik terhadap substansi untuk bisa menyebar virus mematikan.

Baca juga : Covid-19 Disebut Bukan dari Cina

Penjahat siber bahkan disebut bisa mengibuli ilmuwan agar memproduksi racun atau virus sintetis hanya dengan menggunakan serangan siber.

Malware itu bisa mengubah sub-string dari DNA, dengan mengeksploitasi kelemahan di sistem Screening Framework Guidance for Providers of Synthetic Double Stranded DNA and Harmonized Screening Protocol v2.0.

Jadi, saat ada permintaan DNA yang ditujukan ke pembuat gen sintetis, US Department of Health and Human Services sebetulnya mewajibkan protokol pemantauan untuk menyaring DNA berbahaya. Namun, tim akademisi itu rupanya bisa menembus protokol ini dengan metode obfuscation, di mana 16 dari 50 sampel DNA yang disamarkan bisa tak terdeteksi oleh protokol tersebut.

Hal lain yang mengkhawatirkan, software untuk mendesain dan mengatur proyek DNA sintetis itu juga bisa menjadi pintu masuk serangan siber. Penjahat bisa menyusupkan string DNA yang sudah diubah ke dalam sistem, dan proses ini mereka sebut sebagai end-to-end cyberbiological attack.

Selain itu, proses pembuatan gen sintetis dari sistem tersebut juga bisa dibobol melalui serangan berbasis browser. Penjahat siber bisa menggunakan plugin malicious untuk browser guna menyusupkan DNA berbahaya ke dalam pesanan gen sintetis.

Dikutip dari Zdnet (1/12), berbagai penyusupan tersebut bisa saja virus sintetis berbahaya dan bahan beracun bisa dibuat oleh penjahat secara remote lewat serangan siber ini.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

WHO Tegaskan Agar Vaksinasi Segera Dilakukan

Published

on

By

WHO Tegaskan Agar Vaksinasi Segera Dilakukan

Channel9.id-Jakarta. Virus Corona penyebab Covid-19 didapati bermutasi berkali-kali. Alhasil, varian virus ini kian beragam. Bahkan, sejumlah di antaranya disorot secara khusus oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lantaran lebih mudah menular dan ‘tahan’ terhadap vaksin.

Adapun sejumlah varian Corona disorot khusus di antaranya varian B117 yang pertama kali dilaporkan di Inggris. Lalu ada juga varian 501.V2 yang muncul di Afrika Selatan dan varian D614G di Indonesia.

Baca juga : Menteri BUMN Pastikan Vaksin yang Didatangkan Terdaftar di WHO

Menurut Direktur bidang imunisasi dan biologi WHO Kate O’Brien, sebuah virus sebetulnya normal untuk bermutasi. Ia melanjutan, setidaknya hingga kii belum ada bukti varian-varian baru itu tak bisa dilawan vaksin.

“Evaluasi terkait apakah vaksin akan terdampak varian baru ini masih berjalan,” kata Kate, dikutip dari akun resmi Twitter WHO pada Rabu (20/1).

Kendati begitu, Kate menekankan agar masyarakat sesegera mungkin melakukan vaksinasi.

“Apa yang bisa kami katakan dengan keyakinan kuat adalah agar secepat mungkin masyarakat divaksinasi. Perubahan-perubahan pada varian baru ini kemungkinan tak akan memengaruhi vaksin, tapi sekali lagi kita sekarang berada di zona yang sangat dinamis,” tandasnya.

(LH)

Continue Reading

Techno

WhatsApp Sebut Interaksi Pengguna dan Bisnis Jadi Fokus Kebijakan Barunya

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Hingga kini, kebijakan privasi baru WhatsApp masih menjadi sorotan. CEO WhatsApp Will Cathcart, kepada Times of India, mengakui bahwa komunikasi pihaknya membikin para pengguna kebingungan. Bahkan, membikin banyak penggunanya berpindah ke platform lain, seperti Signal dan Telegram.

“Kami tahu bahwa kami harus bersaing untuk kepercayaan pengguna menyangkut privasi, dan kami pikir pada akhirnya ini adalah hal yang baik untuk dunia, untuk orang-orang memiliki pilihan,” ujar Cathcart, Selasa (19/1).

Perihal pembaruan kebijakan, Cathcart menegaskan bahwa WhatsApp tak mencatat isi chat atau telepon pengguna. Pun tak akan berbagi kontak dengan Facebook. Adapun yang menjadi fokus pembaruan kebijakan ini ialah interaksi pengguna dengan akun bisnis.

Cathcart mengatakan dengan pembaruan tersebut, bisnis memiliki pilihan untuk mengelola chat yang mereka terima di sistem Facebook. Pebisnis yang didukung hosting di luar WhatsApp, termasuk dari Facebook, bisa melihat dan memanfaatkan informasi pengguna untuk tujuan marketing. Jadi pengguna mesti berhati-hati saat menghubungi akun bisnis.

“Meski begitu, untuk transparansi penuh, kami akan memberi tahu pengguna di bagian atas chat jika pebisnis didukung oleh Facebook. Semua terserah pengguna apakah mereka mau atau tidak menghubungi pebisnis di WhatsApp, atau jika mereka hanya ingin berkomunikasi dengan teman,” terang Cathcart.

Diketahui, salah satu hal yang membikin pengguna keberatan ialah mereka tak bisa lagi menggunakan WhatsApp jika tak menyetujui kebijakan ini. Namun, kata Catchart, WhatsApp tak mungkin membuat kebijakan ini menjadi opsional. “Pembaruan ini memberi tranparansi umum dan berisi perubahan untuk menjelaskan komunikasi (dengan bisnis) tersebut,” ucapnya.

“Meski itu adalah fitur opsional, kami rasa penting bagi semua orang untuk tahu tentang itu. Tak semua orang berbicara dengan bisnis saat ini, tapi beberapa akan melakukannya di masa depan,” lanjut dia.

(LH)

Continue Reading

Techno

Pemulihan Ekonomi, Kominfo Perluas 4G Untuk Bantu Pariwisata

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengakui perlunya usaha pemulihan ekonomi terlebih dahulu untuk memutus rantai Covid-19. Maka dari itu, pihaknya mendukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk memulihkan ekonomi Indonesia.

Sementara itu, ia melanjutkan, Kominfo membantu dengan membangun infrastruktur TIK di wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). Pun mengajak operator seluler untuk melaksanakan secara simultan pembangunan infrastuktur TIK.

“Khususnya base station, base transportation di wilayah-wilayah komersial. Sehingga 2022 nanti jaringan telekomunikasi akan tersedianya sinyal di seluruh wilayah administratif pemerintah dan pemukiman penduduk itu bisa terlaksana. 2G, 3G, dan secara khusus 4G,” ujar Johnny saat konferensi pers daring, Senin (18/1).

“Di saat yang bersamaan, kami berdiskusi tentang bagaimana untuk pertukaran data di bawah payung hukum dan undang-undang untuk saling mendukung, khususnya mendukung aktivitas dan kegiatan kepariwisataan,” sambung dia.

Sebagaimana diterangkan oleh Johnny, Kominfo akan membantu kesiapan men-coverage sinyal 4G yang memadai, baik kecepatannya maupun kualitas sinyal. Sementara di sektor-sektor lainnya—seperti menunjang pariwisata, UMKM dan ultra mikro, Kominfo akan melakukan pelatihan digital guna mendukung perspektif dan roadmap Indonesia menuju bangsa digital.

Di kesempatan yang sama, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan bahwa kedua belah pihak berkolaborasi dan berkoordinasi langsung lantaran sadar keduanya berkaitan.

“Pariwisata dan ekonomi kreatif menghidupi 34 juta orang dan paling terdampak pandemi Covid-19. Bukan cuma TIK, tapi sesuai arahan Bapak Presiden. Ini untuk memastikan destinasi super prioritas. TIK itu sudah kebutuhan, karena begitu mendarat kita akan menyalakan ponsel dan tergantung dengan coverage sinyal,” ujar Sandiaga.

“Komitmen dari Menkominfo mendorong ekonomi kreatif. Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini bisa kami pulihkan dan bangkitkan ekonomi kreatif,” tutunya.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC