Connect with us

Lifestyle & Sport

Kiat-kiat Pencegahan Covid-19 Bagi Penderita AIDS

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Dunia memeringati 1 Desember sebagai Hari AIDS Sedunia sejak 1988. Peringatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran tentang infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus), bahwa penyakit ini bersarang di tubuh manusia dalam waktu lama. Infeksi HIV membuat penderitanya memiliki fungsi kekebalan tubuh yang rendah, sehingga rentan terserang virus berbagai penyakit.

Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 2019 ada sekitar 38 juta orang di dunia hidup dengan HIV-AIDS. Angka ini terus menaik dan karenanya menjadi perhatian dunia.

Tak heran bila pandemi Covid-19 ini menjadi perhatian para penderita AIDS. Pasalnya, sebagaimana umumnya virus, virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 menyerang orang yang kekebalan tubuhnya rendah dan disertai dengan komplikasi berat.

Baca juga : Covid-19 Disebut Bukan dari Cina

Perlu diketahui bahwa kekebalan tubuh para penderita AIDS bisa menurun bila tak rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV)—yang digunakan untuk menghambat perkembangan HIV, punya jumlah virus yang tinggi dan CD4 rendah.

Namun, menurut WHO, penderita AIDS belum tentu lebih rentan tertular Covid-19. Sebab hingga saat ini, belum ada bukti yang menyebutkannya. Pun belum ada bukti bahwa komplikasi Covid-19 akan lebih berat bagi penderita AIDS daripada yang tak menderitanya.

Sementara, komplikasi berat biasanya muncul karena penyakit bawaan (komorbid) seperti tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit pernapasan, dan lain-lain. Ketika penderita AIDS mengalami komplikasi Covid-19 berat, penyebabnya bisa jadi faktor ini.

Sebuah data menunjukkan bahwa risiko kematian akibat Covid-19 pada penderita AIDS lebih disebabkan karena penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Faktor-faktor ini juga sama dengan orang negatif HIV.

Nah, adapun cara terbaik untuk melindungi diri dari Covid-19 ialah dengan melakukan pencegahan. Kiat-kiat bagi penderita AIDS pun sama dengan orang lain pada umumnya, di antaranya berikut ini.

1. Rutin mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer berbahan alkohol.
2. Terapkan physical distancing
3. Tidak bergerombol
4. Tidak menyentuh wajah sebelum cuci tangan.
5. Selalu gunakan masker, terutama saat ke luar rumah.
6. Menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin menggunakan tisu. Jika tak ada tisu, gunakan lengan.

Tak hanya itu, penderita AIDS pun harus menjalani gaya hidup sehat dengan makan makanan bergizi, tidur cukup, dan mengelola stres dengan baik. Jika tubuhmu sehat, sistem kekebalan tubuh tentu bisa melawan infeksi dengan lebih baik.

Simpanlah persediaan obat ARV dan jangan lupa meminumnya sesuai anjuran dokter. Ikuti jadwal imunisasi secara rutin dan konsultasi dengan dokter.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Keindahan Wisata Alun-Alun Sidoarjo

Published

on

By

Wisata Indah Untuk mengambil Spot Foto di Alun-Alun Sidoarjo

Channel9.id-Sidoarjo. Alun-alun Sidoarjo kini bisa menjadi salah satu tujuan wisata berkeluarga pada saat hari libur maupun hari biasa. Selain areanya yang luas dan asri, di dalam alun-alun juga juga banyak terdapat fasilitas berekreasi. Mulai tempat mainan anak-anak, juga terdapat sarana untuk olahraga.

Seperti jogging track, ada lapangan voli, fitness area, refleksi area dan lapangan olahraga yang dilengkapi dengan gawang yang bisa digunakan untuk bermain sepak bola. Ruang publik yang selalu terbuka sepanjang waktu untuk umum yang memiliki luar sekitar 4 hektar ini bisa mulai dimasuki melalui pintu gerbang barat yang langsung menuju tempat parkir cukup luas untuk parkir kendaraan.

Pemerhati wisata juga bisa menikmati keindahan Monumen Sidoarjo yang ada di sisi tengah alun-alun dan juga Monumen Jayandaru yang merupakan ikon di alun-alun Sidoarjo, tepatnya berada di sisi timur, persis pinggir Jalan A. Yani arah dari Sidoarjo menuju Surabaya.

Baca juga : Berwisata Ke Taman Nasional Baluran “Little Africa In Java”

Kebersihan alun-alun dan taman di dalam, termasuk di Monumen Jayandaru kerap dijadikan wisatawan maupun masyarakat dan juga kalangan muda, untuk foto-foto. Baik itu sekedar untuk dokumentasi atau diunggah ke media sosial.

Di sepanjang area alun-alun juga disediakan kursi duduk di pinggir-pinggir area pejalan kaki dan gazebo di dekat lapangan dan taman bermain anak dan juga tersedia mini cafetaria. Bisa beristirahat dengan duduk-duduk di kursi panjang atau memilih gazebo berpayung lebar.

Pj. Bupati Sidoarjo Hudiyono mengatakan kondisi Alun-alun Sidoarjo yang sudah asri dan bersih, harus terus terjaga. Baik tanaman atau sarana mainan harus tetap terawat dan tidak boleh terlihat kumuh.

“Alun-alun Sidoarjo harus tetap lestari. Mulai keasrian, kebersihan dan kenyamanan harus tetap terjaga,” katanya.

Monumen Jayandaru karya seniman I Wayan Winten ini berdiri kokoh setinggi 25 meter berada di sisi timur tepat pinggir Jalan Raya A. Yani Sidoarjo. Jayandaru yang berarti kejayaan, monumen ini bergambar patung ikan bandeng dan udang sebagai lambang dari Kota Sidoarjo yang sejahtera serta banyak menghasilkan ikan bandeng dan udang.

Monumen yang tidak kalah menarik adalah adanya Monumen Sidoarjo. Monumen berbentuk tugu yang berada tepat di tengah alun-alun ini menjadi pusat yang terlihat begitu megah menjulang tinggi dengan bagian atasnya terdapat lambang Kota Sidoarjo yang menjadi identitas kota dan menjadi tempat wisata.

Di sisi utara Monumen Sidoarjo, terdapat Paseban Alun-alun Sidoarjo yang biasa di jadikan tempat untuk acara-acara penting di kabupaten. Pendopo yang memiliki struktur bangunan yang klasik dan tradisional tersebut selain untuk acara formal juga banyak digunakan untuk acara kesenian dan kegiatan publik lainnya.

Tak jarang di akhir pekan, akan ada beberapa anak-anak dari sanggar tari yang menggunakan pendopo ini untuk latihan menari, tempat berkumpul beberapa komunitas untuk berdiskusi, bahkan untuk berlatih pencak silat.

Beberapa pengunjung Alun-Alun Sidoarjo lainnya juga memanfaatkan pendopo untuk duduk-duduk berlesehan menikmati kesejukan pendopo setelah berjalan-jalan di area tersebut.

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Abai Pada Kebersihan Mulut Tingkatkan Risiko Terkena Penyakit Serius

Published

on

By

Abai Pada Kebersihan Mulut Tingkatkan Risiko Terkena Penyakit Serius

Channel9.id-Jakarta. Mulut disebut sebagai jendela kesehatan tubuh. Sebab apa pun yang masuk ke mulut akan masuk ke dalam tubuh, termasuk bakteri. Bakteri bisa saja berdiam di rongga mulut dan sela-sela gigi, kemudian masuk ke sistem pencernaan bersamaan dengan makanan dan minuman yang Kamu kunyah.

Nah, untuk itu, kebersihan mulut juga mesti diperhatikan. Jika kebersihannya tak terjaga, bakteri yang menumpuk di mulut akan berdampak buruk bagi kesehatanmu, lho. Menurut Mayo Clinic, meski bakteri di mulut umumnya tak berbahaya, namun pada kasus tertentu bisa memengaruhi organ pernapasan, jantung, dan menimbulkan kondisi serius.

Baca juga : Bukan Cuma Karena Masalah Gigi dan Mulut, Bau Mulut Juga Indikasi Penyakit Lain

Hal tersebut bisa terjadi jika Kamu enggan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Adapun masalah yang kemungkinan datang bila kebersihan mulut tak terjaga, yaitu berikut ini.

1. Gangguan kardiovaskular
Kebersihan mulut yang tak terjaga juga bisa meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular—yakni masalah kesehatan yang berkenaan dengan pembuluh darah dan jantung. Bakteri yang masuk bisa memicu peradangan dan infeksi pada area ini.

Pada beberapa kasus, bakteri dari mulut bisa menyebabkan penyumbatan arteri atau gangguan jantung, seperti endokarditis dan stroke.

Endokarditis sendiri ialah infeksi pada katup jantung atau endokardium. Kondisi ini disebabkan oleh menyebarnya bakteri atau kuman dari bagian tubuh—yang di luar organ jantung—ke aliran darah dan menempel pada dinding dalam organ jantung. Jika tak segera ditangani, bakteri bisa merusak kerja jantung. Bahkan pada kasus terburuk bisa menyebabkan kematian.

2. Pneumonia dan masalah paru-paru
Pneumonia ialah peradangan pada paru-paru akibat infeksi bakteri. Kondisi ini menimbulkan gejala demam, batuk berdahak hingga bernanah, serta kesulitan bernapas. Hal ini terjadi lantaran bakteri yang menumpuk di mulut masuk ke sistem pernapasan. Sehingga fungsi kerja organ tersebut terganggu.

Selain itu, orang dengan kesehatan rongga mulut yang buruk berisiko terkena obstruktif kronik (PPOK) maupun bronkitis akut.

3. Kejadian tak diharapkan saat persalinan
Salah satu masalah mulut yang sering dialami Ibu hamil ialah radang gusi. Adapun radang gusi pada ibu hamil disebabkan oleh perubahan hormon kehamilan dan penumpukan plak pada gigi.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, radang gusi bisa berdampak pada kelahiran, mulai dari bayi lahir prematur hingga bayi berat lahir di bawah normal. Oleh karenanya, Ibu hamil perlu merawat area rongga mulut selama masa kehamilan guna mendukung kesehatan dirinya sekaligus si kecil.

Itu dia risiko yang bisa saja terjadi bila Kamu abai terhadap kebersihan dan kesehatan mulut. Namun, perlu dicatat, buruknya kesehatan mulut hanya menjadi salah satu faktor risiko yang memicu perkembangan beberapa penyakit. Lain dari itu, masih ada faktor lainnya.

Nah, tetap saja, Kamu sangat disarankan untuk menjaga kebersihan mulutmu. Jangan sekali-kali lewatkan rutinitas sikat gigi, apalagi sikat gigi sebelum tidur. Untuk perlindungan ekstra dari bakteri, kumurlah dengan antiseptic mouthwash setelah sikat gigi. Coba juga untuk bersihkan gigi dengan dental floss.

Nah, yang tak kalah penting, perhatikan asupan makanan. Kamu sebaiknya kurangi asupan gula karena bisa memicu gigi berlubang dan menyuburkan bakteri di mulut. Pun jangan lupa cuci pakai sabun sebelum mengonsumsi apa pun guna menghindari risiko menyebarnya bakteri dari tangan ke makanan atau minuman, yang kemudian bisa masuk ke sistem pencernaan.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Warga Blitar Berinovasi Ciptakan Mie Berbahan Ikan Patin

Published

on

By

Warga Blitar Berinovasi Ciptakan Mie Berbahan Ikan Patin

Channel9.id-Blitar. Pandemi corona tidak selalu membawa keterpurukan terutama bagi para pelaku usaha, selagi masih ada usaha untuk berinovasi dan berkreatif pasti ada jalan untuk keberhasilan.

Seperti yang dilakukan oleh Siti Purwanti, seorang warga Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar Jawa Timur. Berawal dari banyaknya budidaya ikan patin yang tak laku dijual, perempuan berusia 31 tahun tersebut justru sukses mengkreasikan ikan patin menjadi olahan mie instan yang sehat. Rasanya yang gurih serta tingginya kandungan protein membuat makanan sehat ini banyak diburu warga.

Baca juga : Tips Atasi Kecanduan Mie Instan

Mi ikan patin ini berbahan dasar ikan patin yang tinggi kandungan lemak jenuh, protein dan asam Omega 3. Proses pembuatannya, ikan yang sudah dibersihkan dikukus dalam dandang. Air kaldu yang dihasilkan, kemudian dicampur dengan tepung dan telur. Adonan ini lalu dicetak menjadi mi.

“Saya tertarik membuat mi ikan, karena masyarakat kita itu sangat suka mi. Kedua, di saat pandemi, makanan instan banyak diminati sehingga mi bikinan saya ini juga saya kemas seperti mi instan yang praktis memasaknya,” tutur ibu satu putri ini, Minggu (24/1/21).

Proses pengeringan mi membutuhkan waktu sehari jika panas terik. Namun di musim hujan, Siti memasukkan mi itu ke dalam oven hingga benar-benar kering. Sedangkan daging ikan patin yang telah matang dibersihkan dari tulang dan duri kemudian dicampur beragam bumbu untuk marinasi. Istilah untuk bumbu yang dimasukkan sachet di mi instan.

“Daging ikan patin dikasih bumbu kemudian disangrai sampai kering. Baru diratakan di loyang dan dioven hingga benar-benar kering dan renyah. Disinilah keistimewaan kuah kaldu mi ikan bikinan saya. Karena marinasinya benar-benar dari daging ikan murni,” jelasnya.

Mie yang telah kering di-packing dalam kardus beserta bumbu marinasinya. Tak lupa, Siti juga menyertakan cabai untuk menambah rasa pedas sesuai selera konsumennya. Satu kardus mi ikan ini, dijual seharga Rp 10 ribu. Siti mengaku, pemasaran secara online membuat produknya justru lebih dikenal di luar wilayah Blitar.

“Pesanan justru mengalir dari luar Blitar. Seperti Kediri, Madiun, Solo dan Tangerang. Mi ikan ini tahan sampai tiga bulan walaupun tanpa bahan pengawet,” imbuhnya.

Selain mie, kini Siti Purwanti juga mengolah berbagai kuliner seperti kerupuk dan sambal yang terbuat dari ikan air tawar. Dengan kreasi kuliner ini, Siti Purwanti mendapatkan omzet jutaan rupiah setiap bulannya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC