Channel9.id – Serang. Kongres VII Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) yang digelar di Hotel Marbella, Anyer, Kabupaten Serang, Minggu (12/7/2026), diwarnai kericuhan saat sidang pleno pemilihan Ketua Umum BM PAN periode 2026–2031. Insiden ini menyebabkan sidang pleno tidak dapat dilanjutkan.
Dalam rekaman video berdurasi 1 menit 38 detik yang beredar di media sosial, ketegangan terjadi dari akses masuk ballroom hingga di dalam ruang sidang. Dua kelompok massa terlibat aksi saling dorong serta dugaan pemukulan terhadap salah seorang peserta kongres.
Situasi yang memanas membuat salah satu peserta mengambil pengeras suara untuk menenangkan massa agar jalannya kongres tetap kondusif. Ia juga mengingatkan peserta agar menjaga ketertiban selama jalannya kongres.
“Tenang, tenang semua. Kalau tidak tertib, kami minta polisi tarik semuanya,” katanya.
Berdasarkan keterangan yang menyertai video lain yang beredar, kericuhan terjadi saat sidang pleno III sehingga forum tidak menghasilkan keputusan. Pimpinan sidang kemudian menunda jalannya pleno.
Sejumlah peserta diketahui mengusulkan agar pemilihan Ketua Umum dilakukan melalui mekanisme voting sesuai tata tertib. Namun, menurut keterangan yang beredar, Standing Committee (SC) tidak menindaklanjuti usulan tersebut sehingga memicu protes dari sebagian peserta.
Hingga berita ini diterbitkan, panitia Kongres VII BM PAN belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab kericuhan maupun kelanjutan sidang pleno.
HT





