Channel9.id, Jakarta. Ratusan dai, muballigh, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, dan aktivis dakwah dari berbagai daerah di Provinsi Lampung berkumpul dalam agenda Dakwah Sinergy Summit 2026 yang digelar pada 1–2 Agustus 2026. Mengusung tema “Kolaborasi Cerdas Kuatkan Aqidah Ummat”, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarorganisasi dakwah dalam menghadapi berbagai tantangan pembinaan umat di era modern.
Dakwah Sinergy Summit 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Lampung, Muhammadiyah Lampung, Gerakan Muballigh Islam (GMI), dan Korps Muballigh Indonesia (KMI), dengan dukungan Hidayatullah Lampung serta Majelis Persatuan Umat Islam (MPUI) Lampung. Kehadiran berbagai elemen dakwah tersebut menunjukkan komitmen bersama untuk membangun kolaborasi yang semakin kuat demi menjaga persatuan umat dan meningkatkan kualitas dakwah di Indonesia.
Di tengah semangat kolaborasi tersebut, Korps Muballigh Indonesia (KMI) kembali menegaskan perannya sebagai organisasi keagamaan yang bergerak di bidang dakwah dan pendidikan. Selama lebih dari empat dekade, KMI konsisten menjadi wadah koordinasi bagi para muballigh, muballighah, khatib, imam masjid, serta para pendukung dakwah dalam memperkuat syiar Islam yang berlandaskan hikmah, persaudaraan, dan nilai-nilai rahmatan lil ‘alamin.
Sebagai organisasi yang bersifat independen, KMI terbuka bagi seluruh umat Islam tanpa membedakan aliran maupun golongan, selama memiliki visi dan misi yang sama dalam mewujudkan Izzul Islam wal Muslimin. Dalam menjalankan amanah dakwah, KMI juga mengedepankan sinergi dengan berbagai lembaga Islam di tingkat lokal, nasional, regional, hingga internasional.
Keikutsertaan KMI dalam Dakwah Sinergy Summit 2026 menjadi implementasi nyata dari semangat tersebut. Melalui forum ini, para peserta membahas penguatan kolaborasi antarlembaga dakwah, strategi menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi, penguatan akidah umat, pembinaan generasi muda, hingga pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Selain aktif menyelenggarakan safari dakwah di berbagai kota dan pelosok desa di Indonesia, KMI juga memiliki perhatian besar terhadap pembinaan kerohanian masyarakat Indonesia di luar negeri. Organisasi ini menjalin kerja sama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan Imam Foundation UK dalam memberikan pembinaan keislaman bagi diaspora Indonesia.
Kiprah internasional KMI juga tercermin melalui berbagai kegiatan dakwah di Jepang. Organisasi ini telah tiga kali melaksanakan safari dakwah ke Negeri Sakura, mengisi khutbah Jumat di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo dan Masjid Indonesia Tokyo (MIT), meresmikan Masjid Indonesia Asahi, menyampaikan khutbah Iduladha, serta mengisi kajian keislaman di Masjid Indonesia Tokyo dan Masjid Shizuoka.
Secara historis, Korps Muballigh Indonesia didirikan pada awal dekade 1980-an oleh tokoh Masyumi, Mr. Syafruddin Prawiranegara, bersama Mawardi Noer, S.H.. Organisasi ini lahir sebagai wadah koordinasi para dai dan muballigh untuk memperkuat gerakan dakwah Islam secara terorganisasi dan berkelanjutan.
Setelah wafatnya Mr. Syafruddin Prawiranegara pada tahun 1989 dan hijrahnya Sekretaris Jenderal KMI, Dr. M.S. Suhari, ke Australia, kepemimpinan KMI dilanjutkan oleh Prof. Dr. K.H. Arief Imroni. Selain dikenal sebagai ulama, beliau juga merupakan akademisi dan tokoh pendidikan Islam yang mendirikan Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Qalam, Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah INSIDA, serta menjadi Rektor pertama Institut Agama Islam Al Ghuraba’. Beliau juga membina Pondok Pesantren Ar-Raudhatul Ilmiyah di Kertosono, Jawa Timur.
Di bidang kebangsaan, Prof. Dr. K.H. Arief Imroni juga pernah dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Bintang Reformasi (PBR) ketika partai tersebut didirikan oleh almarhum K.H. Zainuddin MZ, bersama Ahmad Muzani yang kini menjabat sebagai Ketua MPR RI.
Melalui partisipasinya dalam Dakwah Sinergy Summit 2026, KMI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat jaringan dakwah nasional melalui kolaborasi lintas organisasi. Sejalan dengan tema kegiatan, organisasi ini memandang bahwa tantangan dakwah masa kini tidak dapat dihadapi secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi, persatuan, serta kerja sama yang erat antarseluruh elemen umat Islam.
Semangat “Bersama Kita Bisa” yang diusung dalam Dakwah Sinergy Summit 2026 diharapkan menjadi tonggak baru bagi lahirnya kolaborasi dakwah yang lebih efektif, inklusif, dan berdampak luas bagi pembinaan umat, baik di Indonesia maupun di tingkat internasional.





