Connect with us

Hot Topic

KSPI Akan Demo 2, 9, 10 November, Tolak UU Ciptaker dan Tuntut Kenaikan UMP

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyampaikan, pihaknya akan melakukan tiga kali demonstrasi di sejumlah titik yang berbeda pada November 2020. Demonstrasi dilakukan pada 2, 9, dan 10 November.

KSPI akan menuntut dua hal yakni menolak UU Ciptaker dan menuntut kenaikan upah minimum provinsi 2021.

“Pada 2 November besok, hari Senin KSPI akan ada aksi di depan Istana dan MK, tentu kami menamakan aksi ini terukur, terarah, dan konstitusional, tolong dicatat ya non-violence, aksi serikat buruh khusus KSPI, KSPSI Andi Ghani,” kata Said Iqbal dalam konferensi pers, Jumat (30/10).

Dia menyampaikan, untuk Senin 2 November nanti, demonstrasi akan diikuti puluhan ribu masa dari 24 provinsi. Mereka akan melakukan demo di Istana dan MK.

“Kami akan mengangkat dua isu, satu menolak omnibus law atau meminta MK untuk mencabut UU Ciptaker, kita berharap presiden bisa mengeluarkan perppu sebelum keluarkan MK untuk membatalkan UU Ciptaker. kedua meminta presiden untuk menginstruksikan Menaker mencabut surat edaran yang menyatakan tidak ada kenaikan upah minimum 2021,” ujarnya.

Kemudian, untuk 9 November, demo akan berpusat di gedung DPR RI. Lalu, pada 10 November di kantor Kementerian Ketenagakerjaan.

“Tanggal 9 November juga aksinya demikian dua isu, di DPR RI, puluhan ribu, bahkan mungkin kalau seluruh Indonesia ratusan ribu, dan tanggal 10 November, di Kantor Kemenaker, saya nggak bisa bayangkan berapa puluhan ribu buruh akan datang di aksi Kemenaker pada 10 November nanti,” ujarnya.

Dia menegaskan, jika demo tidak mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan, maka pihaknya akan merencanakan mogok nasional.

“Dan nanti kita lihat apakah perlu mogok nasional atau tidak kami lihat dulu situasi yang berkembang di tingkat perusahaan, ada perundingan upaya yang deadlock nggak, kalau dia deadlock akan berbahaya,” pungkasnya.

(HY).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Ratusan Orang Geruduk Rumah Mahfud MD di Pamekasan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Ratusan orang mendatangi rumah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Pamekasan, Selasa (01/12) siang. Massa tersebut berteriak-teriak di depan rumah yang kini ditempati ibunda Mahfud MD. Mereka meminta penghuni rumah keluar menemui massa.

Bahkan, sebagian massa ada yang mendorong pagar rumah. “Kalau sama-sama orang Madura, Mahfud tolong keluar. Jangan ngumpet dan temui kami,” teriak salah satu peserta aksi di depan rumah.

Salah satu peserta aksi juga berteriak agar massa tak membuat keributan. “Tolong jangan membuat kerusakan,” kata peserta aksi lainnya.

Baca juga: Buntut Acara Rizieq Shihab, Mahfud MD: Pemerintah Akan Tindak Tegas Tiap Kerumunan Massa 

Meski aksi itu tak berlangsung lama, namun kejadian tersebut cukup membuat warga sekitar rumah Mahfud MD ketakutan. Mereka tak berani keluar rumah.

Beruntung, saat itu rumah Mahfud MD yang biasanya ditempati oleh ibunda dan perawatnya itu sedang kosong.

Tidak jelas tuntutan massa yang tidak diketahui asalnya itu. Namun, diduga terkait pemanggilan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab oleh polisi.

 

Continue Reading

Hot Topic

Polri: Ada 4.250 Tindak Pidana Siber Sepanjang Januari-November 2020

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Wakil Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Himawan Bayu Aji menyampaikan, tren kejahatan siber mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19.

Ada 4.250 jumlah tindak pidana siber yang ditangani Bareskrim sepanjang Januari hingga November 2020.

“Jumlah ini akan terus meningkat sampai akhir tahun, diperkirakan seperti itu,” katanya dalam Webinar ‘Membedah Tindak Pidana Siber Sebagai Tindak Pidana Asal TPPU’, Selasa (1/12).

Dia menyampaikan, meningkatnya angka kejahatan tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menggunakan teknologi informasi selama pandemi.

“Selama pandemi kita melihat masyarakat banyak menggunakan teknologi informasi untuk kegiatan-kegiatan sosial maupun masyarakat yang lain sehingga cukup meningkat, ketika transaksi face to face menurun,” katanya.

Bayu merinci, kasus-kasus tersebut terdiri dari pencemaran nama baik mendominasi dengan 1.581 kasus; penipuan 1.158 kasus; dan akses ilegal 267 kasus.

“Tiga kategori yang meningkat adalah pencemaran nama baik, penipuan, dan akses ilegal. Dua terakhir ini, penipuan dan akses ilegal sangat erat hubungannya dengan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang),” kata Bayu.

Jika dilihat secara tahunan, tren kasus tindak pidana siber juga terus meningkat yakni dari 2.609 kasus (2015), 3.110 kasus (2016), 3.109 kasus (2017), 4.360 kasus (2018) dan 4.585 kasus (2019).

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Anies dan Riza Positif Corona, Kemendagri Tidak Akan Tunjuk Plt

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyatakan tidak akan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur untuk wilayah DKI Jakarta. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Akmal Malik.

Akmal menyebut, meskipun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terpapar Covid-19, ia masih dapat bertugas secara efektif.

Ia pun mengutip pernyataan Anies, yang menyatakan akan tetap bekerja dari rumah seara virtual. Bahkan, Anies memastikan, hal itu tidak akan mengganggu proses pengambilan keputusan dan pemerintah di DKI Jakarta.

“Statemen Pak Anies jelas ya, semoga beliau lekas sembuh,” kata Akmal melalui keterangan tertulis pada Selasa (01/12).

Lebih lanjut Akmal menerangkan, kebijakan untuk menunjuk Plt Gubernur diambil hanya ketika Kepala Daerah (KDH) yang bersangkutan berhalangan. “Apakah Pak Gubernur DKI berhalangan?” ucapnya.

Baca juga: Gubernur Anies Baswedan Positif Covid-19 

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan jika dirinya terinfeksi corona. Anise diketahui positif terpapar virus corona berdasarkan hasil tes usap PCR yang keluar pada Selasa (01/12) dini hari.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19. Melalui keterangan tertulis, ia menyatakan tetap dalam kondisi baik. Sesuai arahan dokter, saat ini Ariza menjalani isolasi mandiri.

“Alhamdulillah, meskipun hasil testing pada Jumat (27/11) kemarin menunjukkan positif Covid-19, namun kondisi saya tetap dalam keadaan baik dan terkendali,” kata pria yang akrab disapa Ariza, Minggu (29/11).

 

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC