Connect with us

Ekbis

Lintasi Karier dan Disiplin Ilmu, Penggiat UMKM Ini Bagikan Pengalaman Melalui Buku

Published

on

Channel9.id – Jakarta.  Ary Zulfikar, Ketua Perkumpulan Bumi Alumni (PBA), organisasi yang menaungi para pelaku bisnis UMKM  merilis buku terbarunya yang berjudul “Hukum Bisnis, Keuangan Negara  dan Pasar Modal”, buku tersebut merupakan refleksi pemikiran yang selama ini ia geluti dalam hukum bisnis, keuangan dan pasar modal.

Ary yang akrab dipanggil Azoo, saat ini menjabat menjadi Direktur Hukum Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sebelumnya ia sudah berkarir dan malang melintang dalam bidang hukum bisnis, hukum pasar modal. Ia  pernah bergabung dengan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN)  dengan jabatan terakhir adalah Kepala Divisi Aset Manajemen Investasi.

Alumnus Fakultas Hukum Unpad, ini  juga mendalami  pasar modal di kantor hukum Kartini Muljadi & Rekan serta bergabung dengan PT Kliring Deposit Efek Indonesia (KDEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada tahun 1997/1998. Lalu bergabung dengan BPPN dan menjadi Tim Hukum Persiapan Pembentukan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Selesai berkarir di berbagai lembaga , penggiat UMKM ini juga mendirikan kantor hukum  AZP Legal Consultant dengan spesialisasi hukum pada bidang pasar modal, perbankan dan keuangan, restrukturisasi perusahaan,investasi dan infrastruktur.

Kantor hukum yang ia dirikan menyabet berbagai penghargaan bergengsi, antara lain  Indonesia’s Top Lawyer 2018, 2019,2020. Serta sederet  prestasi lainnya sebagai bentuk pengakuan atas profesionalisme selama menjadi legal consultant.

Buku yang ia terbitkan, merupakan hasil pergulatan pemikiran atas berbagai persoalan-persoalan yang ia geluti selama berpuluh-puluh tahun  melintasi pekerjaan dan profesi.  Mentornya  Prof (emeritus) Dr. Eddy Damian  di Universitas Padjajaran menyebut  Ary Zulfikar sebagai ilmuwan. “ Saya sangat kagum dengan kecerdasan  Ary, dia sudah menjadi ilmuwan,” jelasnya.

Sebagai akademisi  Prof. Eddy melihat kelebihan Ary adalah ia juga menjadi praktisi  yang terlibat  dalam berbagai persoalan baik keuangan, restrukturisasi perbankan yang mengasah kemampuannya secara teoritik dan praktik.

Tak heran jika buku karya Azoo ini, sangat  kaya dengan analisis kasus terhadap fakta-fakta, dari mulai masalah restrukturisasi perbankan, penerbitan sukuk, sengketa transaksi keuangan, perlindungan investor terhadap penerbitan surat berharga, Pengaruh PMA terhadap UMKM  dan sebagainya.

Ia juga sejak awal  sangat memperhatikan geliat UMKM.  Dalam salah satu tulisannya menyoroti kebijakan penanaman modal asing agar bisa memberdayakan UMKM. “Saya melakukan kajian terhadap dampak PMA ini terhadap ekonomi kerakyatan,” jelasnya.

Keberpihakannya terhadap perkembangan UMKM, mendapatkan apresiasi dari Lina Marlina, Istri Wakil Gubernur Jawa Barat, UU Ruhzanul Ulum yang hadir dalam acara tersebut. “Saya  mengapresiasi buku ini karena  salah satunya ada kajian mengenai UMKM, saya tiap hari berurusan dengan UMKM, jadi nanti saya sempatkan waktu untuk membaca,” jelasnya.

Ia berharap penerbitan buku yang juga sekaligus berbarengan dengan pameran produk-produk UMKM  bisa mendorong, perkembangan UMKM di Jawa Barat semakin maju. “ UMKM butuh sentuhan, butuh bimbingan, apa yang dilakukan Pak Ary dengan komunitas PBA nya sangat membantu para pelaku bisnis UMKM untuk naik kelas,” ujar Lina Marlina.

Prof.  An  An Chandra Wulan, SH, LLM, Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran, melihat buku Ary Zulfikar sangat relevan dengan kondisi saat ini. “Meskipun analisis kasus nya terjadi pada masa lalu, namun masih sangat aktual dengan kondisi saat ini, dimana kita juga terdampak krisis akibat pandemi,” jelasnya.

Ia menilai buku ini sangat bagus , terutama untuk bab pertama dan terakhir, bukan tidak mungkin dengan kondisi pandemi ini akan berdampak kepada perbankan.

“Bagaimana peran LPS yang ditulis dalam buku ini, dalam menyehatkan perbankan bisa menjadi acuan bagi siapapun yang membacanya,” jelas Prof An An. Ia  mengaku bangga dengan karier dan ketekunan anak didiknya dalam menjalani profesi yang ia geluti. Selain sukses dalam menapaki karirnya, namun juga melahirkan karya intelektual.

Prof. An-An Chandrawulan adalah pembimbingnya, ketika  Ary Zulfikar menempuh pendidikan S 3 nya di Universitas Padjajaran. “Kalau masih punya waktu barangkali Ary bisa membuat tulisan lagi  yang terkait dengan penerapan Undang Undang Cipta Kerja,” ujarnya.

Azoo sendiri menjelaskan  tulisan-tulisan yang buat merupakan buah keterlibatannya dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang praktisi.  Baik ketika ia diminta untuk membuat analisis kasus maupun pendapat keahlian dari berbagai lembaga.

“ Tulisan saya mengenai  resolusi bank dalam  penyelesaian bank bermasalah, saya tulis jauh sebelum menjadi Direktur eksekutif LPS,” jelasnya. Ia berharap mudah-mudahan kumpulan tulisan yang dikompilasi dalam bukunya tersebut bisa bermanfaat.

Acara peluncuran buku yang dihadiri oleh para pelaku UMKM, juga sekalian meluncurkan produk baru dari merek kolektif yang digagas oleh Perkumpulan Bumi Alumni, yaitu Lupba. Pada kesempatan itu juga hadir  Ibu Lina Marlina, yang mewakili Bp. UU Ruzhanul Ulum, wakil gunernur Jawa Barat, sekaligus membuka acara peluncuran buku dan launching produk UMKM Alumni.

Dalam kesempatan tersebut Dr. Dewi Tenty Septi Artiany atau yang dikenal teh  dete, menjelaskan merek kolektif yang dikembangkan oleh Perkumpulan Bumi alumni adalah produk yang zero waste dengan memanfaatkan limbah kulit pisang menjadi pupuk. Selain itu dalam acara tersebut juga disajikan, berbagai produk terbaru yang bernaung dengan merek Lupba.

Umumnya produk UMKM yang disajikan adalah makanan ringan, makanan olahan yang sudah bisa diperoleh di berbagai market place, seperti shopee dan tokopedia. Produk dengan merek Lupba juga berencana akan menembus pasar ekspor ke luar negeri.

 

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Jokowi: Jangan Sampai Proyek Pemerintah dan BUMN Memakai Barang Impor

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk memberikan ruang lebih bagi produk-produk dalam negeri dalam upaya pemulihan ekonomi nasional yang didukung dari sisi permintaan. Menurutnya, dengan meningkatkan konsumsi produk dalam negeri, akan tercipta efek domino yang besar bagi gerak roda ekonomi dalam negeri di masa pandemi ini.

“Saya juga selalu menyampaikan kepada kementerian/lembaga dan semua BUMN untuk memperbesar tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Ini harus terus, jangan sampai proyek-proyek-proyek pemerintah, proyeknya BUMN, masih memakai barang-barang impor. Kalau itu bisa dikunci, itu akan menaikkan sebuah permintaan produk dalam negeri yang tidak kecil,” ujarnya saat memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 5 Maret 2021.

Pemberian ruang yang lebih besar bagi produk-produk dalam negeri tersebut tentunya harus disertai dengan peningkatan kualitas produk itu sendiri beserta harga yang kompetitif sehingga dapat bersaing dengan produk-produk serupa dari mancanegara.

Pada kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa Indonesia menganut keterbukaan ekonomi. Indonesia juga bukan bangsa yang menyukai proteksionisme karena sejarah membuktikan bahwa proteksionisme itu justru merugikan.

“Tetapi kita juga tidak boleh menjadi korban unfair practices dari perdagangan dunia. Kita juga enggak mau itu,” sambungnya.

Indonesia juga harus mampu memanfaatkan secara optimal pasar dalam negeri dan daya beli yang sangat besar untuk mendongkrak ekonomi nasional. Presiden menekankan bahwa Indonesia selalu mengundang investasi dan teknologi maju untuk dapat masuk ke Indonesia untuk membuka seluas-luasnya lapangan kerja dan alih teknologi. Namun, Presiden tidak ingin jika Indonesia hanya menjadi penonton di negeri sendiri.

“Jangan mereka dapat untung, kita hanya menjadi penonton. Enggak boleh seperti itu lagi. Oleh sebab itu, selalu tadi saya sampaikan, partnerkan dengan swasta kita, partnerkan dengan pengusaha daerah, partnerkan dengan BUMN,” tegasnya.

Presiden menekankan, praktik-praktik perdagangan yang tidak sehat dan tidak adil, apalagi bila sampai membahayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam negeri, juga tidak boleh dibiarkan.

 

Continue Reading

Ekbis

Jokowi Tegaskan Investasi dan Hilirisasi Industri Kunci Transformasi Ekonomi Nasional

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2021 berada di kisaran 4,5 sampai 5,5 persen. Artinya, dalam waktu setahun Indonesia harus mampu membalikkan kondisi dari minus 2,19 persen menjadi plus 5 persen, atau bahkan lebih. Presiden Joko Widodo meyakini, kunci pencapaian pertumbuhan ekonomi tersebut ada di investasi.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Tahun 2021 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 5 Maret 2021.

“Ini kuncinya ada di Pak Bahlil, Kepala BKPM. Tiap hari saya telepon, saya tanya terus, berapa persen bisa (realisasi) tahun ini, berapa triliun bisa naik, siapa yang masuk, sudah sampai mana, targetnya tercapai enggak? Tiap hari,” jelasnya.

Kepala Negara juga memandang bahwa banyak peluang usaha yang terbuka dan mampu membuka lapangan kerja serta bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Untuk itu, Presiden selalu berpesan kepada Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) agar bisa menyambungkan antara investor, baik asing maupun dalam negeri, dengan para pengusaha di daerah.

Selain itu, Presiden melihat bahwa dengan hilirisasi dan industrialisasi, Indonesia akan berhasil mewujudkan sebuah transformasi ekonomi. Jika ini berhasil, maka Indonesia akan dapat melesat menjadi lima besar ekonomi terkuat dunia.

Keyakinan Presiden bukan tanpa alasan. Jika dilihat dari sejumlah indikator, peluang tersebut sangat terbuka lebar. Indonesia memiliki ukuran ekonomi dan peluang bisnis yang sangat besar. Pasar domestik berupa 270 juta penduduk juga merupakan pasar yang sangat besar.

Di samping itu, daya beli rakyat juga sangat besar. Indeks konsumsi konsumen Indonesia terus meningkat dan tercatat berada di angka 84,9 pada Januari 2021, setelah sebelumnya berada di angka 79 pada Oktober 2020.

Konsumsi rumah tangga Indonesia juga sudah menunjukkan sinyal positif, meskipun masih di minus 3,6 persen di kuartal IV 2020 setelah sebelumnya sempat anjlok di minus 5,5 persen di kuartal II 2020. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia di tahun 2020 masuk 15 besar PDB dunia.

“Banyak lembaga-lembaga dunia yang memprediksi Indonesia akan menempati posisi lima besar dengan PDB terkuat di dunia. Pada tahun 2021, PDB kita diprediksi akan kembali, tadi sudah saya sampaikan, pada angka 4,5-5,5 persen,” lanjutnya.

 

Continue Reading

Ekbis

Habiskan Anggaran Rp451 Miliar, Bendungan Sindangheula Perkuat Sektor Pertanian dan Industri

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Presiden Joko Widodo meresmikan dan meninjau Bendungan Sindangheula yang berada di Kecamatan Paburuan, Kabupaten Serang, dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Banten pada Kamis, 4 Maret 2021.

“Alhamdulillah, pada hari ini Bendungan Sindangheula yang dibangun tahun 2015 sudah selesai dan siap difungsikan,” ujar Presiden dalam sambutan peresmian.

Bendungan tersebut dibangun dengan anggaran mencapai Rp451 miliar dan memiliki kapasitas tampung sebesar 9,30 juta meter kubik.

Kehadiran bendungan di Kabupaten Serang tersebut dapat memberikan manfaat pengairan irigasi bagi kurang lebih 1.289 hektare sawah setempat yang tentunya, Presiden berharap, akan dapat memacu produktivitas pertanian di wilayah itu.

“Kita harapkan bendungan ini memberikan nilai tambah yang besar bagi para petani di Banten dalam menjamin ketersediaan air yang cukup sehingga semakin produktif dan bisa menjaga ketahanan pangan,” tuturnya.

Selain menopang sektor pertanian, bendungan tersebut diketahui juga mampu menyediakan kebutuhan air baku hingga 800 liter per detik. Suplai air baku tersebut menjadi sangat penting bagi industri yang memang banyak berdiri di Provinsi Banten.

Keberadaan Bendungan Sindangheula juga bermanfaat untuk pengendalian banjir dengan kemampuannya mereduksi potensi banjir hingga 50 meter kubik per detik dari meluapnya Sungai Ciujung dan Cidurian.

“Bendungan ini juga berfungsi untuk pembangkit listrik. Bisa menghasilkan 0,40 megawatt sehingga ke depan ini bisa dimanfaatkan juga oleh Provinsi Banten,” imbuh Presiden.

Presiden Joko Widodo menitipkan pesan kepada Pemerintah Provinsi Banten dan masyarakat setempat untuk dapat menjaga sekaligus memanfaatkan Bendungan Sindangheula dengan sebaik-baiknya dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Banten yang memberikan sambutan kepada Presiden dalam kesempatan tersebut menyampaikan ucapan terima kasih atas pembangunan Bendungan Sindangheula. Menurutnya, selain memberikan manfaat bagi petani setempat, bendungan tersebut juga amat dibutuhkan bagi banyak industri di Banten yang membutuhkan air baku.

“Atas nama masyarakat Banten, kami ucapkan terima kasih dengan dibangunnya waduk atau bendungan ini. Bendungan ini akan memberikan aliran untuk kebutuhan air baku bagi Cilegon dan Serang kota maupun kabupaten. Lebih-lebih sekarang ini ada begitu banyak industri yang membutuhkan air baku,” ucapnya.

Hadir dalam acara peresmian tersebut di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.

 

Continue Reading

HOT TOPIC