Nasional

Masuk Program Prioritas PLN, Proyek LNG Sidakarya Mulai Berproses Tahun Ini

Channel9.id-Denpasar. Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Sidakarya telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN. Ia memastikan proyek strategis tersebut mulai berproses tahun ini.

“Jadi sudah masuk program PLN terkait rencana usaha pembangkit tenaga listrik (RUPTL). Mulai tahun ini berproses,” kata Koster di Kantor Gubernur Bali, Rabu (14/1/2026).

Koster menegaskan bahwa Bali menjadi salah satu wilayah prioritas dalam regulasi PLN terkait pengembangan pembangkit tenaga listrik, sehingga aspek perizinan dan perencanaan tidak lagi menjadi kendala.

“RUPTL nya itu Bali memang sudah diprioritaskan, jadi tidak masalah lagi, sudah masuk regulasi PLN,” jelasnya.

Proyek ini sebelumnya menuai pro dan kontra di tengah masyarakat karena dinilai berpotensi menimbulkan dampak ekologis, sosial, serta ekonomi bagi warga di sekitar lokasi pembangunan.

Namun Koster menjelaskan, lokasi pembangunan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) terminal Liquified Natural Gas (LNG) itu berjarak sekitar 3,5 kilometer dari daratan dari garis pantai.

Karena itu, Ia memastikan aktivitas masyarakat sekitar tidak akan terganggu dengan adanya terminal FSRU LNG itu.

“Sekarang akan dibangun di laut jarak dari darat 3,5 kilo, jadi aman,” imbuh Koster.

Baca juga: Pengamat Nilai Pemindahan LNG Sidakarya 10 Km dari Pesisir Tak Masuk Akal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

63  +    =  67