Connect with us

Hot Topic

Megawati Siap Melepas Jabatan Ketum PDIP

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mengaku siap jika tak lagi memimpin PDIP. Apabila para kader partai berlambang banteng itu sudah ikhlas tidak memerlukannya di pucuk pimpinan. Meskipun salah satu alasan kenapa masih dipercaya menjadi ketua umum karena ia bersemangat menjalankan tugas.

“Tapi kalau sudah melihat begitu anak-anak benar ikhlas enggak perlu saya, ya sayanya yo uwis,” ujar Megawati, Rabu, 5 Agustus 2021, dalam pidato pembukaan Pelatihan Mitigasi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami yang digelar secara daring.

Pengakuan tersebut, kata Mega, lantaran dirinya sudah lelah menjadi ketua umum.

“Coba tanya saja anak buah saya, opo kok ngangkat saya mulu. Saya sendiri apa dipikir tidak capek? Ya capek lah,” ujar Megawati.

Baca juga: Megawati Tegur Ganjar Pranowo, Ini Masalahnya 

Dalam kesempatan itu, Megawati pun mengenang ketika dirinya menjadi Presiden RI. Ia mengaku terbelenggu ketika menjadi presiden. Sebab, posisi tersebut mengharuskannya untuk dapat menata tutur kata dan pernyataannya.

“Saya rasa terbelenggu ketika jadi wapres, presiden, saya harus menata cara bicara saya,” ujar Megawati.

Hal tersebut diakuinya sulit dilakukan, karena Megawati menilai dirinya sebagai orang yang berbicara apa adanya. Khususnya di hadapan kader partai berlambang kepala banteng itu.

“Saya suka merasakan, ini kadang-kadang kok tujuannya katakan ke sana, kok saya mesti belok-belok supaya sepertinya perkataaan itu menjadi manis,” ujar Megawati.

Setelah tak lagi menjadi presiden, ia mengaku masih dipercaya untuk menjadi ketua umum partai. Saat menempati posisi tersebut, ia sering diminta untuk membagikan wawasannya mengenai masalah bencana alam maupun konflik.

“Saya ini orang yang senang guyon sama diri sendiri. Saya bilang sama diri saya sendiri, lama-lama kok saya jadi konsultan ya, konsultan yang namanya bencana ya,” ujar Megawati.

Terkait tema utama acara tersebut, Megawati meminta kepada seluruh kader untuk terus menerapkan pelatihan mitigasi bencana. Menurutnya, tindakan pascabencana merupakan hal yang tak bisa diabaikan, terutama bagi masyarakat Indonesia.

“Mohon maaf, dari bagian keamanan dan pertahanan Republik ini, kalau buat saya kan kurang sekali ada pelatihan. Ya TNI, ya Polri, ya Basarnas, ya BNPB,” ujar Megawati.

Presiden kelima RI itu pun heran dengan masih sedikitnya kegiatan pelatihan untuk penanganan bencana. Menurutnya, hal tersebut dapat disampaikan kepada DPR agar pelatihan serupa dapat hadir.

“Tolong kalian yang sebagai pemimpin, saya sangat perlu dalam persoalan bencana ini adalah pemimpin lapangan,” ujar Megawati.

Megawati juga mengaku pernah mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo terkait hal-hal yang berkaitan dengan penanganan bencana alam. Menurutnya, status darurat dan penanganannya tak hanya disematkan saat pandemi Covid-19.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

2 Nakes yang Hilang Usai Penyerangan KKB Ditemukan, 1 Masih Hidup dan 1 Lagi Meninggal

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Tim gabungan TNI-Polri berhasil menemukan dua tenaga medis yang hilang di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang pascapenyerangan dan pembakaran fasilitas umum oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Dua tenaga medis itu yakni Kristina Sampe yang ditemukan dalam keadaan hidup, sementara Gabriela Meilan meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menjelaskan, tim personil gabungan TNI-Polri menerima informasi bahwa masyarakat telah menemukan dua orang tenaga medis yang hilang pasca penyerangan oleh KKB di dasar jurang.

“Rabu 15 September 2021 pukul 15.30 WIT mendapat laporan tersebut, personil gabungan TNI-Polri bergerak menuju lokasi tempat terlemparnya kedua korban,” kata Kamal dalam keterangannya, Kamis 16 September 2021.

Kemudian, pada pukul 16.30 WIT personel gabungan tiba di lokasi terlemparnya kedua korban. Tim lantas menemukan korban Kristina Sampe dalam keadaan hidup, sementara untuk korban Gabriela Meilan dalam keadaan meninggal dunia.

Baca juga: KKB Lamek Tablo Bakar Fasilitas Umum di Kiwirok, Papua

“Pukul 16.32 WIT personel Gabungan melakukan evakuasi korban Kristina Sampe dari jurang dan selanjutnya korban dibawa ke Pos Pamtas 403/WP guna mendapatkan perawatan medis,” ucap Kamal.

Selanjutnya, sekitar pukul 19.35 WIT pada saat akan dilakukan evakuasi terhadap korban Gabriela Meilan cuaca memburuk dan medan yang sangat terjal, sehingga tim menunda evakuasi pengangkatan jenazah.

Untuk diketahui, hlangnya dua tenaga medis tersebut terjadi pada Senin 13 September 2021 pasca penyerangan fasilitas umum oleh Kelompok Kriminal Bersenjata di Distrik Kiwirok Kabupaten Pegunungan Bintang.

HY

Continue Reading

Hot Topic

Serentak Vaksinasi di Pesantren-pesantren, Presiden Jokowi: Kita Ingin Melindungi Para Santri

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Presiden Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerja di Provinsi Aceh dengan melakukan peninjauan vaksinasi di Pondok Pesantren/Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’Arrif, Kabupaten Aceh Besar, pada Kamis, 16 September 2021. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada pondok pesantren yang telah mendukung para santri untuk mendapatkan suntikan vaksin sehingga dapat terlindungi dari virus korona.

“Kita ingin melindungi mereka semuanya, memproteksi mereka semuanya agar tidak terkena Covid yaitu dengan vaksinasi,” ujar Presiden.

Selain Kabupaten Aceh Besar, enam pondok pesantren di kabupaten/kota di Indonesia juga secara bersamaan melakukan kegiatan vaksinasi. Enam pondok pesantren tersebut antara lain Pondok Pesantren Modern Al-Kautsar, Kota Pekanbaru, Pondok Pesantren Al-Fathamiyah, Kabupaten Karawang, Pondok Pesantren Darussalam, Kabupaten Banyumas, Pondok Modern Al-Rifa’ie 2, Kabupaten Malang, Pondok Pesantren Asy-Syuhada Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, dan Pondok Pesantren DDI Mattoanging, Kabupaten Bantaeng.

Dalam dialog bersama para santri melalui konferensi video, Presiden mengaku senang atas semangat para santri untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Kepala Negara berharap dengan adanya vaksinasi, para santri lebih terlindungi dan secepatnya dapat bertemu dengan para guru dan teman untuk melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

“Pak Kiai saya senang sekali alhamdulillah ini para santri kelihatan sekali bersemangat dan sangat sehat-sehat semuanya, sehingga kita harapkan dengan proses vaksinasi ini para santri menjadi lebih sehat lagi dan terproteksi dari Covid-19,” tambah Presiden.

Baca juga: Jokowi Kunjungi Aceh dan Sumut, Tinjau Vaksinasi

Salah satu perwakilan santri dari Pondok Pesantren Al Rifa’ie 2, Mustika dari Ambon, Maluku mengucapkan rasa terima kasih kepada Presiden karena dengan adanya vaksinasi ia dapat berkumpul dengan teman-temannya. Selain itu, Mustika juga mengungkapkan kerinduannya untuk pulang ke tanah Ambon.

“Insyaallah kalau ada liburan nanti, beta pengen pulang ke Ambon. Beta su kangen baku dapa Mama, Bapa dan ba saudara semua yang ada disana. Satu kata untuk Bapak Jokowi, tabea Bapak,” ujar Mustika.

“Kami ingin mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden atas terlaksananya vaksinasi massal untuk santri demi menggapai Indonesia sehat, Indonesia hebat. Di pondok pesantren ini Bapak Presiden, kami senantiasa mendoakan bapak agar supaya diberikan anugerah oleh Allah Swt. kesehatan, kekuatan untuk memimpin bangsa ini terutama dalam menghadapi Covid-19,” ucap pimpinan Pondok Pesantren DDI Mattoanging, Kabupaten Bantaeng, H. Abdul Haris Nurdin.

Sebelum mengakhiri kegiatan di Ponpes, Presiden Jokowi menyempatkan diri untuk mendengarkan pembacaan puisi yang dipersembahkan oleh santriwati yang bernama Ulfa Ilma yang berjudul “38 detik puisi untuk Presiden”. Presiden Jokowi pun mengapresiasi santriwati tersebut dengan memberikan hadiah berupa sepeda.

“Terima kasih tadi atas puisinya dan untuk itu nanti saya kirimi sepeda,” ucap Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan vaksinasi bagi santri yaitu Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

 

Continue Reading

Hot Topic

Korban Meninggal Akibat Kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang Jadi 49 Orang

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Korban meninggal dunia akibat kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang bertambah lagi satu orang.

Dengan penambahan itu, total korban meninggal dari insiden tersebut berjumlah 49 orang warga binaan.

Kepala Instalasi Hukum Publikasi dan Informasi (HPI) RSUD Kabupaten Tangerang Hilwani menyatakan, pasien atas nama N meninggal dunia pada Kamis 16 September 2021 sekira pukul 10.25 WIB di ruang ICU.

“Benar sekitar pukul 10.25 WIB pasien atas nama tuan N meninggal dunia,” katanya.

Dia menyatakan, kondisi N sudah kritis sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Baca juga: Beri Uang Santunan Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang, Wamenkumham: Jangan Dilihat dari Besarannya

“Dikarenakan kondisinya memang masih berat. Kemungkinan karena trauma inhalasi dan infeksi yang berat,” ucapnya.

Saat ini tersisa dua WBK yang sedang dirawat di RSUD Kabupaten Tangerang. Mereka masing-masing berinisial Y (33) dan S (35).

Dengan demikian, dari kebakaran hebat yang melanda Lapas Kelas 1 Tangerang pada Rabu 8 September lalu, total ada 49 narapidana yang meninggal dunia.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC