Connect with us

Lifestyle & Sport

Menang Lawan Juventus, Barcelona Dicoret dari Kandidiat Juara Liga Champions

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Pesepakbola legenda asal Brasil, Rivaldo Vitor Borba Ferreira, mencoret Barcelona dari kandidat juara Liga Champions 2020-2021. Rivaldo menilai Barcelona tidak cukup kuat bersaing memperebutkan gelar juara.

Sejak musim panas 2020, Barcelona dihantam berbagai masalah, mulai dari Lionel Messi yang berniat angkat kaki dari Estadio Camp Nou, hingga perihal strategi transfer Blaugrana. Pada musim panas 2020, Barcelona hanya mendatangkan pemain-pemain muda seperti Pedri, Sergino Dest dan Francisco Trincao, di luar pemain veteran Miralem Pjanic.

Baca juga: Final, Messi Akhirnya Bertahan di Barcelona 

Jelas, strategi transfer Barcelona mendapat kecaman. Sebab, tim sebesar Barcelona terlihat tidak serius memperbaiki skuad mereka di bursa transfer musim panas 2020.

Ditambah lagi, kursi pelatih Barcelona dipegang juru taktik anyar yakni Ronald Koeman. Alhasil, pelatih asal Belanda itu masih meraba-meraba strategi apa yang tepat diterapkan Barcelona.

Di Liga Spanyol 2020-2021, hasil yang didapat Lionel Messi dan kawan-kawan tak bisa dibilang bagus. Barcelona hanya mendapatkan dua menang, satu imbang dan dua kalah.

Sementara di Liga Champions, hasil sempurna disabet Ousmane Dembele dan kawan-kawan. Barcelona menang 5-1 atas Ferencvaros dan menghajar Juventus 2-0 di kandang lawan.

Meski baru saja menang 2-0 atas Juventus, Rivaldo belum yakin Barcelona dapat bersaing di jalur juara Liga Champions 2020-2021. Terlebih di laga tersebut Barcelona hampir kalah 2-3 jika tiga gol Juventus yang dilesakkan Alvaro Morata tidak dianulir karena terjebak offside.

“Masih banyak jalan yang harus ditempuh musim ini. Tapi, sejauh ini saya belum melihat kualitas Barcelona yang sebenarnya,” kata Rivaldo yang sempat membela Barcelona dari 1997 hingga 2002, mengutip dari The Sun, Jumat (30/10/2020).

“Saya tidak terlalu percaya pada tim ini. Mereka tidak memiliki chemistry yang cukup untuk memperjuangkan gelar Liga Champion,” lanjut pemain yang membawa Brasil juara Piala Dunia 2002 tersebut.

“Barcelona masih bisa berjuang memenangkan trofi Liga Spanyol, mengingat mereka memiliki pemain hebat dan aura besar di Spanyol. Namun, saya tidak begitu yakin terkait peluang Barcelona menjuarai Liga Champions,” ujar Rivaldo.

Satu hal yang pasti, kursi pelatih Barcelona musim depan takkan ditempati Ronald Koeman. Sebab, sejumlah calon presiden Barcelona sudah menyiapkan kandidat pelatih masing-masing jika terpilih menduduki jabatan teratas di tubuh Blaugrana.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Percepatan Laju Metabolisme Bantu Turunkan Berat Badan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Apakah Kamu pernah mendengar bahwa laju metabolisme mempengaruhi berat badanmu?

Banyak yang percaya bahwa semakin lancar, semakin besar kemungkinan tubuh untuk menurunkan berat badan. Sebaliknya, semakin lamban, tubuh butuh usaha lebih untuk berat badan.

Untuk diketahui, metabolisme ialah proses kimia dalam tubuh di mana makanan diubah menjadi energi. Adapun energi ini kemudian dibutuhkan untuk beraktivitas sehari-hari, dari bernapas hingga berjalan kaki.

Sejatinya proses tersebut memang secara tak langsung berkaitan dengan berat badan. Namun, perlu diingat, laju metabolisme bukanlah satu-satunya faktor yang menyebabkan naik turunnya berat badan. Pasalnya, ada hal lain yang menjadi penyebabnya, seperti kondisi lingkungan, masalah pada hormon, atau gangguan tubuh lainnya.

Nah, jika Kamu merasa laju metabolisme lambat dan menghambat progam penurunan berat badanmu, tak ada salahnya untuk memperbaiki laju metabolismemu. Berikut ini sejumlah kiat yang bisa Kamu lakukan untuk mempercepat laju metabolisme.

1. Konsumsi makanan protein tinggi
Mengonsumsi makanan tinggi protein bisa meningkatkan metabolisme tubuhmu, lho. Pasalnya, tubuh membutuhkan lebih banyak energi saat mencerna protein. Artinya, tubuh harus membakar lebih banyak kalori untuk menghasilkan energi baru ketika mencerna protein.

Tak heran bila sedang diet, Kamu disarankan untuk mengonsumsi protein. Selain mengatasi rasa berlebih, protein juga bisa mencegah hilangnya massa otot. Nah, Kamu bisa bisa menemukan protein pada telur, daging, ikan, kacang almond, dan lain-lain.

2. Konsumsi makanan pedas
Senyawa capsaicin pada cabai dan lada bisa meningkatkan metabolisme tubuh dan mempertahankan berat badan yang sehat. Memang efeknya kecil, namun mengonsumsi makanan pedas ini bisa membakar 10 kalori lebih banyak.

3. Minum kopi
Menurut penelitian, kafein pada kopi bisa meningkatkan metabolisme hingga 3-11% dan manfaat ini efektif untuk orang kurus. Studi lainnya menyebutkan bahwa kopi meningkatkan pembakaran lemak hingga 29% untuk wanita kurus, namun hanya 10% untuk wanita gemuk.

Kamu disarankan untuk minum kopi. Namun, Kamu harus ingat untuk membatasi konsumsinya. Paling tidak 400 miligram atau empat cangkir kopi per hari.

4. Minum teh hijau
Teh hijau terbukti bisa meningkatkan metabolisme hingga 4-5%. Hal ini karena senyawa naktif catechin yang dimilikinya. Sebuah penelitian mengatakan, jika Kamu meminum lima cangkir teh hijau per hari, pembakaran energi tubuhmu bisa meningkat hingga 90 kalori per hari.

Selain itu, teh hijau bisa meningkatkan pembakaran lemak sebesar dan rendah kalori, sehingga dipercaya bisa membantumu dalam proses menurunkan berat badan dan perawatan berat badan. Meski begitu, efek ini hanya berlaku untuk beberapa orang.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Tokoh Otomotif Nasional Helmy Sungkar Wafat

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Dunia otomotif Indonesia kehilangan putra terbaiknya. Salah satu tokoh otomotif nasional Helmy Sungkar meninggal dunia, Selasa (24/11) pagi sekitar pukul 06.10 WIB. Helmy berpulang pada usia 68 tahun di tempat tinggalnya, Bintaro.

Helmy Sungkar Alurmei nama lengkapnya, dikenal sebagai sosok yang gigih memajukan dunia otomotif Tanah Air, utamanya motorsport. Mantan pembalap nasional dan promotor olahraga otomotif ini menurunkan kecintaannya terhadap dunia otomotif menurun kepada putranya, Rifat Sungkar dan Rizal Sungkar.

Baca juga: Ricky Yacobi Meninggal Dunia, Diduga Serangan Jantung

Helmy rajin menggelar berbagai kejuaraan balap motor mulai dari road race, motocross hingga drag race.

Ia juga diketahui memiliki event organizer balap sendiri bernama Trendy Promo Mandira (TPM). Meski event motocross Indonesia tengah lesu, beliau tetap rajin menggelar acara balap dengan biaya sendiri tanpa sponsor.

Sebelumnya, Helmy Sungkar sempat dirawat selama satu bulan di rumah sakit akibat stroke. Diketahui, ia memang menderita sakit diabetes dan harus menjalani perawatan khusus.

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Alasan Kamu Harus Berhenti Konsumsi Makanan Kemasan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Dalam kehidupan sehari-hari kita nyaris selalu tak terlepas dari makanan kemasan. Saat ini makanan ringan hingga makanan berat pun sudah ada bentuk kemasannya. Misalnya susu, buah-buahan, sampai daging olahan. Tak heran jika makanan kemasan sudah merambah ke kehidupan banyak orang.

Jika Kamu termasuk orang bermobilitas tinggi dan minim waktu luang, keberadaan makanan kemasan tentu membuatmu lebih mudah mengisi perut. Namun, di balik kemudahan ini, ada bahaya yang bisa menghantui tubuhmu, lho.

Untuk mengetahui lebih lanjut, mari simak penjelasan berikut.

1. Minim nutrisi
Perlu Kamu sadari bahwa makanan kemasan itu minim nutrisi. Hal ini karena makanan kemasan harus melewati sejumlah tahapan produksi yang membikin kandungan nutrisinya berkurang. Sebagai gantinya, produsen makanan ini menambahkan serat, vitamin, dan mineral sintetis. Namun, upaya ini tetap tak bisa menggantikan kebaikan dari nutrisi alami yang terkandung pada makanan.

Maka dari itu, sesibuk apa pun Kamu, sebaiknya tetap memilih makanan segar daripada kemasan. Kamu bisa menggunakan layanan pesan-antar makananan bukan kemasan di tempat makan yang menyajikan makanan segar.

Baca juga : Kopi Bantu Maksimalkan Efek Olahraga

2. Gula, garam, dan lemak trans tinggi
Selain itu, makanan kemasan juga mengandung gula, garam, dan lemak trans yang tinggi. Kandungan ini membuatmu berisiko terkena penyakit, lho. Pasalnya, jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih, gula akan mengganggu metabolisme dan menyumbang kalori berlebih pada tubuh. Kondisi ini bisa memicu resistensi insulin, meningkatkan kadar trigliserida, meningkatkan kadar kolesterol jahat, dan meningkatkan penumpukan lemak.

Sementara itu, asupan garam berlebih juga bisa membahayakan kesehatan. Hal ini bisa mengakibatkan peningkatan volume darah, sehingga membuat jantung bekerja lebih keras. Namun, dil lain sisi pembuluh darah menyempit, sehingga tekanan darahmu bisa naik. Kemudian lemak trans bisa meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, sehingga risiko Kamu terkena penyakit jantung jadi lebih tinggi.

3. Berisiko memicu obesitas
Para produsen sengaja menciptakan produk makanan yang menarik bagi konsumen. Belum lagi kemasannya dibuat kecil membikin Kamu bisa tak sadar sudah mengonsumsi seberapa banyak

Menurut sejumlah penelitian, kandungan pada makanan kemasan bisa membuatmu makan lebih banyak dari yang dibutuhkan. Otakmu mungkin kesulitan memahami rasa kenyang, sehingga Kamu tak bisa berhenti makan makanan kemasan. Atau Kamu mungkin ketagihan sehingga ingin terus memakannya hingga kenyang. Padahal tanpa sadar, Kamu sudah mengonsumsi kalori berlebihan. Maka dari itu, tak ayal bila makanan kemasan kerap dihubungkan dengan kegemukan atau obesitas.

4. Mengandung bahan kimia buatan
Kamu akan menemukan nama bahan kimia yang mungkin tak familiar denganmu jika membaca komposisi kemasan. Mungkin saja bahan ini sengaja ditambahkan untuk fungsi tertentu, misalnya bahan pengawet, pewarna, penambah rasa, pemberi tekstur, sampai pemanis buatan. Tujuan penambahan bahan ini agar makanan memiliki cita rasa yang diinginkan dan bisa disimpan lebih lama.

Meski bahan kimia itu telah teruji, tak menutup kemungkinan dalam jangka panjang bisa membahayakan bagi kesehatan. Misalnya, penambahan pemanis buatan sirup jagung tinggi fruktosa berkaitan dengan risiko obesitas, diabetes, penyakit jantung, bahkan kanker.

5. Kemasan berbahaya
Selain kandungannya yang membahayakan kesehatan, kemasan makanannya pun demikian. Terbukti, menurut sebuah penelitian, bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam kemasan makanan bisa larut ke dalam makanan yang Kamu makan dan masuk ke tubuh.

Misalnya, formaldehida di botol plastik bisa menyebabkan kanker, bisphenol A yang terkandung dalam kaleng makanan atau minuman, tributyltin, triclosan, dan phthalates pun sama risikonya. Meski bahan kimia ini masuk ke tubuh dalam jumlah sedikit, pada jangka panjang bisa menyebabkan penumpukan bahan kimia berbahaya dalam tubuh. Hal ini bisa membahayakan kesehatan, terutama mengganggu hormonmu.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC