Connect with us

Nasional

Mendagri Ajak Kepala Daerah Turun Langsung Bawa Bantuan Sosial

Published

on

Channel9id-Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau langsung situasi pemberian bantuan sosial di Kota Depok. Bersama Walikota Depok Mohammad Idris, Menteri Tito mengajak kepala daerah turun langsung membawa bansos.

Menurutnya, para Kepala Daerah jangan menunggu dari pusat datang. Pusat memang ada bantuan dari Ibu Mensos, Kementerian UMKM, ESDM, dari BUMN ada juga kartu pra kerja.

“Sebagai Mendagri saya mengetahui ada anggaran Pemerintah Daerah di Dinas Sosial yang merupakan belanja rutin, juga ada Anggaran Tak Terduga yang bisa dicairkan sebagai bansos,” katanya di kantor Walikota Depok Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Bayar Nakes 100 Persen, Mendagri Tito Minta Kepala Daerah: Contoh Walikota Depok

Tito pun meminta meminta kepada para Kepala Daerah untuk berbagi beban. Tidak hanya menggunakan anggaran dari pusat tetapi juga gunakan anggaran yang ada di daerah, dengan mata anggaran yang bisa digunakan untuk bantuan sosial.

Ia pun menginstruksikan agar segera membelanjakan anggaran untuk bansos dan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar memerlukan.

“Saya ingin temen-temen Kepala Daerah turun langsung membawa bansos, karena pengaruhnya akan lebih besar dibandingkan Kepala Dinas Sosial atau staff lain yang turun,” kata Tito dalam konferensi pers bersama Walikota Depok Mohammad Idris.

Menurut Tito, jika para kepala daerah turun langsung ke masyarakat membawa bantuan tunai atau dengan sembako, sampaikan kepada publik. “Ini menunjukkan Pemerintah daerah dan pusat hadir di tengah masyarakat yang sedang sulit,”imbuhnya.

Tito menyampaikan jika dia sendiri akan turun langsung ke daerah-daerah lain untuk mengecek pelaksanaan bantuan kepada masyarakat.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Klaster Sekolah Bermunculan Usai Penerapan PTM, Jatim Terbanyak

Published

on

By

Klaster Sekolah Bermunculan Usai Penerapan PTM, Jatim Terbanyak

Channel9.id-Surabaya. Usai penerapan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di mulai di seluruh wilayah Indonesia, klaster COVID-19 di sekolah mulai bermunculan. Hal ini berdasarkan dari rilis Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemdikbud) tentang klaster covid untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah provinsi.

data survei yang dilakukan oleh Kemendikbudristek dan dipublikasikan pada situs https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/. Provinsi Jawa Timur menjadi daerah dengan klaster Covid-19 tertinggi di sekolah, sejak pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas berlangsung.

Dari temuan 1.303 sekolah yang menjadi klaster Covid-19 selama PTM terbatas, sebanyak 165 sekolah di antaranya atau 2,77 persen berada di Jatim.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Wahid Wahyudi pun tidak menampik adanya 165 klaster penularan covid pada penyelengaraan PTM di seluruh kota dan kabupaten di Jatim. Namun dia berkilah, data tersebut untuk PTM PAUD hingga SMP yang dikelolah oleh Kabupaten/Kota.

“Data klaster sekolah terhadap Covid-19 secara nasional dari Kemendikbudristek, jenjang SD 45,97 persen, PAUD 19,94 persen, dan SMP 19,07 persen,” kata Wahid.

Sedangkan, di tingkat SMA, SMK dan SLB yang dikelola Pemprov Jatim, Wahid mengatakan pihaknya belum mendapatkan temuan klaster Covid-19.

“Laporan dari para Kacab Dindik se-Jatim untuk SMA, SMK, SLB di Jatim aman dari klaster Covid-19 sekolah,” ujarnya.

Wahid menjelaskan tidak tertutup kemungkinan ada tenaga pendidikan serta siswa yang terpapar COVID-19. Namun, Wahid memastikan bukan klaster sekolah khususnya saat PTM terbatas.

“Guru, tenaga pendidikan, siswa secara individu pasti ada (yang terpapar COVID-19). Tapi bukan klaster sekolah saat PTM,” ungkapnya.

Wahid menjelaskan Dindik Jatim hanya berwenang menginput data di tingkat SMA, SMK, dan SLB. Untuk tingkat PAUD, SD, dan SMP, kewenangan ada di Dinas Pendidikan di kabupaten/kota.

Sekolah juga diminta tegas mengingatkan siswanya untuk segera pulang setelah PTM. Wahid mengatakan pihaknya beberapa kali mendapatkan laporan tentang siswa yang berkumpul selepas PTM.

“Untuk itu kami meminta agar kepala sekolah memberikan imbauan kepada siswa untuk langsung pulang setelah selesai PTM karena pada beberapa jam berikutnya ada PJJ, sehingga keberadaan siswa termonitor,” katanya.

Sementara itu Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta kepada satgas covid 19 dan Dinas Pendidikan untuk menulusuri kontak erat adanya temuan Kluster covid 19 di saat Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Jawa Timur.

Ketua Komisi E DPRD Jatim, Wara Sundari Reny Pramana pun mengaku geram atas adanya temuan klaster baru saat PTM digelar, lantaran sejak awal sebelum PTM diberlakukan sudah diingatkan. Mulai kesiapan sarapan prasarana, tenaga pendidik dan siswa harus menyadari bahwa pandemi belum selesai meskipun mengalami tren penurunan kasus Covid-19.

“Sangat disayangkan, ya. Jatim menjadi penyumbang kasus tertinggi klaster Covid-19 di sekolah ketika PTM dimulai,” ungkapnya.

Continue Reading

Nasional

Kemendagri Beri Penghargaan kepada Kabupaten Pulau Taliabu

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Direktorat Polisi Pamong Praja dan Linmas, Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan, memberikan penghargaan kepada Bupati Pulau Taliabu Provinsi Maluku Utara H. Aliong Mus. Penghargaan itu diberikan atas dedikasinya selaku kepala daerah, dalam membina kesiagaan Satpol PP dan Linmas serta pencegahan bencana.

Penyerahan tanda penghargaan dalam bentuk piagam tersebut, diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Bina Admnistrasi Kewilayahan Safrizal ZA, dan disaksikan Direktur Pol PP Linmas Kemendagri Benhard E. Rondonuwu di Gedung H Kantor Pusat Kemendagri,  Selasa (21/9/2021).

Bupati Pulau Taliabu dipilih karena kerja kerasnya bersinergi bersama TNI-Polri dan masyarakat adat dalam melaksanakan kegiatan operasi yustisi. Selain itu, bersama TNI-Polri dan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, pemerintah setempat juga berkolaborasi dalam mengatasi pandemi, serta berupaya mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.

Baca juga: Puncak HUT, Mendagri Beri Penghargaan Kepada Satpol PP Berprestasi

Benhard menuturkan, pemberian penghargaan  tersebut merupakan bagian dari bentuk rasa bangga dan apresiasi Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan kepada Bupati Pulau Taliabu beserta jajarannya. Mereka, kata dia, dinilai tak henti memberikan perhatian penuh terhadap Unit Kerja Satpol PP Kabupaten Pulau Taliabu.

Dia berharap, pembinaan Aliong Mus kepada Satpol PP Kabupaten Taliabu terkait penanggulangan bencana dapat menjadi motivasi bagi daerah lainnya. Sehingga, daerah lain dapat terpacu untuk meraih prestasi, khususnya terkait dengan pencegahan bencana.

“Adanya koordinasi dan evaluasi antara pemerintah pusat selaku pembina, dengan penyelenggara penegakan Perda dan Perkada, ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta perlindungan masyarakat, diharapkan dapat mewujudkan aparatur yang disiplin, loyal dan berintegritas tinggi dalam pelayanan masyarakat,” ucap Benhard.

Dia menuturkan, Satpol PP memiliki peran penting dalam penanganan Covid-19 di sektor hulu, yakni mencegah penularan. Peran itu dilakukan dengan menegakkan aturan terkait penanganan dan mencegah terjadinya kerumunan, maupun mengurangi mobilitas masyarakat yang berpotensi terhadap penularan Covid-19.

Sedangkan peran di sektor hilir, Satpol PP dapat membantu memperkuat sistem kesehatan. Selain itu, Satpol PP juga bisa ditugaskan melacak orang yang melakukan kontak erat dengan pasien positif.

Sementara itu, Aliong Mus pun mengucap rasa terima kasihnya karena telah dipercaya mendapatkan penghargaan dari Kemendagri. Ia menyebutkan, penghargaan itu ia dedikasikan untuk seluruh jajaran Pemkab Pulau Taliabu dan seluruh masyarakat Taliabu yang telah mendukung dalam penanganan Covid-19.

Continue Reading

Nasional

Bedah Musik Kebangsaan, BPIP Sambangi Untirta

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) kembali menggelar Bedah Musik Kebangsaan ‘Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Lewat Musik’ dari kampus ke kampus. Usai sukses di Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran, Bedah Musik berlanjut di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang-Banten, Kamis (23/9).

Sebagai tuan rumah, Rektor Untirta Fatah Sulaiman membuka sambutan. Ia mengaku merasa bersyukur bisa bersinergi dengan BPIP, Sinergy of Indonesia, dan Indonesia Care.

“Bedah Musik Kebangsaan ini wujud sinergi, inovasi, dan motivasi membangun negeri khususnya milenial. Sesuai amanah Presiden Jokowi, para rektor wajib mendidik mahasiswa agar jadi SDM unggul dan utuh,” ujar Fatah.

Ia teringat saat berkunjung ke Korea Selatan. Di pelosok Negeri Gingseng didengarkan lagu kebangsaan mereka. “Indonesia juga bisa. Saya suka lagunya Cokelat, Bendera. Genre dangdut juga membangkitkan nasionalisme,” imbuh Fatah.

Band berprestasi asal Untirta, Sarasa Ethnic tampil di podium membawakan lagu Cinta Indonesia. Wakil Kepala BPIP Haryono ikut antusias mendengarkan. Menurutnya, para personel band yang notabene mahasiswa itu sangat cerdas. Mampu memadukan instrumen modern dan tradisional.

“Begitu pula Pancasila. Tradisi tidak harus disikapi tradisional, tapi dikembangkan untuk dinamika berbangsa bernegara,” jelas Haryono.

Baca juga: Tantangan BPIP Untuk Gaungkan Pancasila Kepada Milenial 

Ditambahkan, kesenian itu sarat kreasi, imajinasi, dan prestasi. Maka, Haryono berharap Bedah Musik Kebangsaan bisa dimaknai para mahasiswa sebagai bahan riset untuk masa depan Indonesia.

Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia yang ikut hadir juga menyampaikan apresiasi. Ini kali ketiga Bedah Musik Kebangsaan digelar BPIP. Diketahui, Doli juga Founder Sinergy Of Indonesia. Pihaknya dan Indonesia Care (komunitas musisi) telah membuat Nyanyian Rumah Indonesia. Album itu berisi 5 lagu daerah yang diaransemen ulang dan 4 lagu karangan para musisi.

“Album ini tak ada manfat jika tak disosialisasikan kembali ke milenial. Maka kami menghubungi BPIP. Ke depan kami bersinergi lagi menjangkau lebih banyak sekolah dan kampus,” bebernya.

Hadir pula langsung dalam acara; Plt. Sestama BPIP Karjono, Deputi I BPIP Prakoso, Direktur Sosialisasi BPIP M. Akbar Hadiprabowo dan Pakar Kebijakan Publik Harits Wicaksana. Adapun para musisi mendendangkan Rayuan Pulau Kelapa (Conrad GV), Anak Negeri (Shanna Shanon dan Alshant), Bangun Pemudi Pemuda (Alshant dan Awing) dan Dari Sabang Sampai Merauke (Slag band). Even tersebut diikuti para Mahasiswa Untirta baik secara daring maupun luring.

Continue Reading

HOT TOPIC