Connect with us

Nasional

Mendagri Apresiasi Kepala Daerah yang Realisasikan NPHD 100%

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi para kepala daerah yang telah merealisasikan anggaran melalui Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada rekan-rekan kepala daerah yang telah mengalokasikan atau merealisasikan anggaran sesuai NPHD,” kata Mendagri dalam Rapat Koordinasi Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020 secara virtual dari Ruang Rapat Mendagri, Jakarta, Rabu, (30/09).

Berdasarkan data Kemendagri, hingga saat ini realisasi NPHD untuk KPU Daerah tingkat Provinsi sudah mencapai 100%, sedangkan untuk KPU Kabupaten/Kota baru mencapai 99.16%. Demikian juga halnya untuk NPHD bagi Bawaslu Daerah. “Sudah teralokasikan sebanyak 100% untuk 9 provinsi, sementara untuk kabupaten dan kota itu sebanyak 98.94%,” imbuh Mendagri.

Baca juga: Kemendagri Rilis Realisasi NHPR Pilkada 2020

Namun, Tito menyayangkan realisasi NPHD pengamanan untuk TNI-Polri yang masih di bawah realisasi  KPU dan Bawaslu Daerah. Untuk 9 provinsi, persentase realisasi NPHD bagi pengamanan sudah mencapai 75.47%, sedangkan untuk kabupaten/kota persentasenya baru mencapai 73.11%.

Dari catatan tersebut, baru 5 provinsi yang sudah 100% merealisasikan NPHD untuk pengamanan, yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah. Sementara 4 (empat) provinsi lainnya: Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, dan Kepulauan Riau belum mencapai 100%.

“Ini saya minta untuk pejabat Kalsel,  Pelaksana Tugas (Plt.) ini, Sulut Penjabat Sementara (Pjs.) dari Kemendagri, Kaltara juga dari Kemendagri, dan Kepri juga dari Kemendagri, saya minta betul untuk segera dituntaskan, karena ini sudah masuk tahapan inti,” ujar Tito.

Ia menjelaskan, pengamanan dalam pelaksanaan Pilkada bukan hanya pada saat tahapan kampanye, pemungutan suara, dan perhitungan suara, tapi sudah dimulai sejak awal tahapan, termasuk upaya cipta kondisi untuk mengamankan melalui pendekatan dengan semua pihak.

“Sekali lagi saya ingatkan tahapan inti sudah dimulai dan ini memerlukan usaha yang sangat keras dari semua pihak termasuk peran penting dari rekan-rekan TNI dan Polri. Tolong kepala daerah, baik yang definitif yang tidak ikut bertanding maupun Pelaksana Tugas (Plt.) atau Penjabat Sementara (Pjs.) ini semua dituntaskan, baik untuk KPU, Bawaslu, dan terutama bagi pengamanan yang masih 75%,” terangnya.

“Nanti akan saya minta kepada Irjen Kemendagri dan kepada Inspektorat di provinsi dan Dirjen Bina Keuangan Daerah untuk melihat saldo anggaran yang ada di tiap-tiap daerah yang belum mengalokasikan, ini apa hambatannya?” lanjut Tito.

Ia berharap, dalam tahapan Pilkada 2020 kali ini tidak terjadi gangguan konvensional berupa konflik dan aksi kekerasan. Untuk itu, dirinya meminta agar seluruh otoritas di daerah, terutama penyelenggara dan aparat keamanan, secara proaktif mengarahkan pihak yang tidak puas untuk menggunakan saluran resmi, seperti laporan ke Bawaslu dan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara.

“Jika terjadi aksi kekerasan, tidak bisa ditolerir. Mohon dilaksanakan penegakkan terhadap aksi-aksi yang bertentangan dengan hukum,” kata Tito.

Tito pun meminta pedoman protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan KPU melalui Peraturan KPU agar dipahami betul dengan baik oleh para kepala daerah.

“Tolong rekan-rekan kuasai betul PKPU nya, juga ada peraturan perundang-undangan lainnya di luar peraturan Pilkada, seperti Undang-Undang Wabah Penyakit Menular, Undang-Undang tentang Karantina Kesehatan, KUHP, yang akan ditegakkan oleh penegak hukum yang terkait atau yang berwenang,” pungkas Tito.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Usai Bertemu PM Suga, Presiden Jokowi Sampaikan 4 Kesepakatan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Presiden Joko Widodo menerima kunjungan resmi PM Jepang Yoshihide Suga yang merupakan kunjungan pertama usai dilantik sebagai perdana menteri September lalu. Jokowi mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut keduanya sepakat untuk meningkatkan kerja sama.

“Di tengah dunia yang diwarnai ketidakpastian, kunjungan ini menunjukkan bahwa kita memilih untuk bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain,” kata Presiden Joko Widodo saat menyampaikan pernyataan pers bersama PM Suga di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Jokowi Sambut Kunjungan Resmi PM Jepang Yoshihide Suga di Istana Bogor 

Kepala Negara menuturkan, dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua pemimpin membahas sejumlah hal, antara lain pertama, kerja sama pengelolaan pandemi. Presiden Jokowi mengatakan bahwa Jepang merupakan mitra penting Indonesia dalam mitigasi pandemi, termasuk evakuasi 69 anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) dari kapal Diamond Princess di Yokohama.

“Saya juga menyambut baik telah ditandatanganinya Memorandum Kerja Sama Kesehatan antara Indonesia dan Jepang pada tanggal 19 Oktober yang lalu,” ungkapnya.

Jokowi mengungkapkan bahwa Indonesia menghargai komitmen kontribusi Jepang bagi pembentukan ASEAN Covid-19 Response Fund.

“Saya juga mengajak Jepang memperkuat tata kelola kesehatan di kawasan untuk menghadapi pandemi di masa depan termasuk pembentukan ASEAN Centre for Public Health Emergency and Emerging Diseases,” ujarnya.

Kedua, kedua pemimpin negara ini juga menyepakati pentingnya pembentukan Travel Corridor Arrangement (TCA) bagi bisnis esensial.

“Kita juga sepakat menugaskan Menteri Luar Negeri Jepang dan Indonesia untuk menegosiasikan detail dan menyelesaikannya dalam waktu satu bulan,” ucap Jokowi.

Ketiga, kedua pemimpin membahas upaya memperkuat kerja sama ekonomi. Menurut Jokowi, Jepang adalah salah satu negara mitra strategis Indonesia di bidang ekonomi.

Ia pun menyambut baik relokasi dan perluasan investasi perusahaan-perusahaan Jepang ke Indonesia, seperti perusahaan Denso, Sagami, Panasonic, Mitsubishi Chemical, dan Toyota.

“Saya tadi juga meminta perhatian terhadap Jepang, adanya kendala izin impor untuk produk pertanian, produk kehutanan, dan produk perikanan dari Indonesia. Saya tadi juga mendorong Jepang untuk ikut berpartisipasi dalam Sovereign Wealth Fund Indonesia,” jelasnya.

Keempat, keduanya membahas kemitraan Indonesia-Jepang dalam memperkuat kerja sama multilateral.

“Spirit kerja sama yang inklusif perlu juga dimajukan dalam kerja sama Indo-Pasifik, sebagaimana tercermin dalam ASEAN Outlook on the Indo-Pacific,” tambah Jokowi.

“Saya menggarisbawahi harapan agar Laut Cina Selatan dapat terus menjadi Laut yang damai dan stabil. Hal tersebut dapat terjadi jika semua negara menghormati Hukum Internasional, terutama UNCLOS 1982,” tandasnya.

Sementara itu, PM Suga mengaku merasa sangat senang dapat mengunjungi Indonesia yang merupakan negara besar di ASEAN dalam lawatan pertama ke luar negeri sejak ia menjabat sebagai perdana menteri. Ia pun berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan Indonesia.

“Jepang akan bekerja sama dan bergandengan tangan dengan Indonesia bagi perdamaian dan kesejahteraan kawasan ini, berlandaskan kemitraan strategis kedua negara kita, yang diperkokoh dengan kunjungan saya ke Indonesia kali ini,” kata PM Suga.

Continue Reading

Nasional

Menteri Terawan Klaim Angka Kesembuhan Corona Indonesia Tertinggi

Published

on

By

Menteri Terawan Klaim Angka Kesembuhan Corona Indonesia Tertinggi

 

Channel9.id-Jakarta. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menyampaikan perkembangan positif terkait penanganan COVID-19. Salah satunya terlihat dari angka kesembuhan yang disebutnya lebih tinggi dari angka rata-rata dunia.

“Saya kira kita sudah menunjukkan hal yang sangat positif dengan, terutama, angka kesembuhan 79 persen lebih, menurut saya sangat luar biasa,” kata Menkes Terawan dalam diskusi HUT ke-56 Partai Golkar, Selasa (20/10).

Baca juga: Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Indonesia Menjadi 77,3%

Selain itu, angka kematian akibat virus Corona COVID-19 disebutnya saat ini telah menunjukkan penurunan. Menurutnya, ini juga mengisyaratkan sebuah perkembangan positif.

“Bayangin dulu sampai 9,5 persen lebih, sekarang sudah 3,45 persen dan terlihat tiap hari mengalami penurunan,” tambah Terawan.

“Ini menunjukkan harapan optimisme yang luar biasa, di tengah situasi ekonomi juga sudah mulai berjalan. Di sisi lain angka kesembuhan mulai naik terus, dan itu melebihi angka rata-rata dunia yang 74 persen,” sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, jumlah orang yang sembuh dari Covid-19 pada 16 Oktober 2020 bertambah 3.919 orang, menjadikan total 289.243 orang sembuh dari Covid-19. Pertambahan itu menjadikan rata-rata kesembuhan virus corona di Indonesia menembus angka 79,2%.

Sementara itu, tercatat kasus Covid-19 bertambah 3.373 kasus. Sehingga akumulasi sebanyak 361.867 orang. Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 36.259 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Jumlah kesembuhan tercatat juga terus mengalami peningkatan. Sementara kesembuhan tertinggi tercatat pada 18 September yakni sebanyak 4.088 orang sembuh. Dan pada 25 September 2020 bertambah 4.343 orang. Kemudian pada 30 September kesembuhan terbanyak dengan 4.510 sembuh dalam sehari.

umlah kesembuhan mencetak rekor tertinggi 5.810 sembuh sehari pada 15 Oktober 2020, setelah sebelumnya sebanyak 4.777 orang dalam satu hari pada 13 Oktober 2020.

Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 106 orang. Sehingga meninggal menjadi 12.617 orang. Sementara itu, sebanyak 162.410 orang menjadi suspek Covid-19.

IG

Continue Reading

Nasional

Jokowi Sambut Kunjungan Resmi PM Jepang Yoshihide Suga di Istana Bogor

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo secara resmi menyambut kunjungan Perdana Menteri (PM) Jepang Yoshihide Suga beserta Ibu Mariko Suga di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (20/10). Kunjungan ke Vietnam dan Indonesia pada pekan ini merupakan perjalanan luar negeri pertama PM Yoshihide Suga sejak resmi menjabat pada 16 September 2020.

Setibanya di Istana Bogor sekitar pukul 16.00 WIB, rombongan PM Yoshihide Suga disambut oleh Presiden Jokowi dan Ibu Iriana. Prosesi penyambutan kemudian dilanjutkan dengan upacara penyambutan resmi di teras Istana karena situasi hujan. Lagu kebangsaan kedua negara diperdengarkan dengan diiringi dentuman meriam sebanyak 19 kali.

Baca juga: Presiden Jokowi Bersiap Menerima PM Jepang Yoshihide Suga

Selesai upacara, kedua pemimpin memperkenalkan delegasi masing-masing. Presiden Jokowi beserta Ibu Iriana kemudian mengajak PM Yoshihide Suga dan Ibu Mariko Suga memasuki Ruang Teratai Istana Kepresidenan Bogor untuk menandatangani buku tamu kenegaraan dan berfoto bersama, sebelum melakukan perbincangan di veranda.

Presiden Joko Widodo dan PM Yoshihide Suga kemudian menuju ruang kerja untuk melakukan pertemuan tête-à-tête. Sementara itu, Ibu Iriana beserta Ibu Mariko Suga melakukan serangkaian acara pendamping yang telah disiapkan di veranda Istana.

Kedua pemimpin selanjutnya menuju Ruang Oval Istana untuk mengadakan pertemuan bilateral bersama delegasi dari kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi menyambut hangat kunjungan PM Yoshihide Suga.

“Selamat datang di Indonesia dan merupakan suatu kehormatan bagi saya dan seluruh rakyat Indonesia menerima kunjungan Yang Mulia,” ujar Presiden Jokowi.

“Kunjungan ini merupakan sebuah simbol komitmen yang kuat untuk kerja sama Indonesia dan Jepang yang saling menguntungkan sebagai implementasi dari kemitraan strategis kedua negara,” imbuhnya.

Usai pertemuan bilateral, kedua pemimpin akan menyampaikan pernyataan pers bersama di Ruang Teratai. Pada malam harinya, Presiden Joko Widodo akan menggelar jamuan santap malam kenegaraan bagi PM Yoshihide Suga di Ruang Garuda.

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC