Nasional

Mendagri Apresiasi Penugasan 1.142 Taruna KKP untuk Percepatan Penanganan Bencana Sumatra

Channel9.id – Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang menugaskan Taruna Politeknik Kelautan dan Perikanan untuk membantu percepatan penanganan dampak bencana di Sumatra. Sebanyak 1.142 taruna direncanakan diberangkatkan secara bertahap ke wilayah terdampak.

Apresiasi tersebut disampaikan Tito saat menghadiri acara pelepasan taruna di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (14/1/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Wakil Menteri KP Didit Herdiawan Ashaf.

Sebagai Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra, Tito menjelaskan bencana hidrometeorologi sejak akhir November 2025 berdampak pada Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dampak tersebut meliputi korban jiwa serta kerusakan infrastruktur pemerintahan, fasilitas umum, hingga sektor pertanian dan perikanan.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah melakukan mobilisasi nasional sejak hari pertama atas arahan Presiden dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga. Upaya tersebut menghasilkan pemulihan bertahap di sejumlah daerah meskipun masih terdapat wilayah yang membutuhkan penanganan khusus.

“Dalam catatan kami dari tiga provinsi ini ada 52 kabupaten/kota yang terdampak, 18 [kabupaten/kota] ada di Aceh, 18 kabupaten/kota ada di Sumatera Utara, dan 16 kabupaten/kota yang ada di Sumatera Barat,” ujar Tito.

Ia menjelaskan sebagian daerah telah pulih, sebagian setengah pulih, dan sisanya memerlukan penanganan intensif secara gotong royong. Ia mencontohkan wilayah dataran rendah menghadapi masalah lumpur tebal, sementara daerah pegunungan terdampak longsor yang memutus akses jalan dan jembatan.

Menurutnya, penanganan lumpur di kawasan permukiman tidak dapat sepenuhnya mengandalkan alat berat karena kondisi lingkungan yang sempit. Karena itu, dibutuhkan tambahan personel yang kuat secara fisik untuk bekerja manual dari rumah ke rumah.

“Karena itulah kita perlu tambah pasukan ke sana, TNI dan Polri sudah menambah pasukan, enggak cukup, kita ingin cepat. Kalau ingin cepat yang paling cepat adalah (juga menugaskan) sekolah kedinasan. Kenapa sekolah kedinasan? Karena di bawah kendali pemerintah,” tegas Tito.

Ia menyebutkan IPDN sebelumnya telah mengirim lebih dari 1.000 praja dan BPS sekitar 500 personel ke lokasi bencana. Dukungan KKP dengan mengirimkan 1.142 taruna dinilainya sangat membantu upaya percepatan penanganan.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Menteri KKP, Bapak Wamen, karena ini sangat berguna sekali,” ujarnya.

Selain membantu penanganan bencana, Tito juga mendorong taruna KKP memanfaatkan penugasan ini sebagai praktik langsung penerapan ilmu. Ia menilai banyak tambak, nelayan, dan alur sungai terdampak lumpur dan sedimentasi yang memerlukan pendampingan teknis.

“Ini adalah praktik betul-betul langsung riil bukan teori,” jelasnya.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5  +  5  =