Channel9.id.Jakarta. Upaya memperkuat layanan kesejahteraan warga di tingkat desa bakal semakin terkoordinasi. Mendagri Tito Karnavian dan Mensos Saifullah Yusuf sepakat mengintegrasikan kembali layanan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) dengan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Dalam pertemuan di Rumah Dinas Mendagri, Kamis (20/11/2025), Saifullah Yusuf menegaskan pentingnya menghidupkan kembali fungsi Puskesos yang sempat berhenti berjalan. Menurutnya, Puskesos semestinya menjadi garda depan layanan sosial bagi masyarakat.
“Ini tempat keluhan warga yang membutuhkan bantuan apa pun. Mau nebus ijazah, berobat, sampai urusan KTP. Banyak persoalan sosial tidak terdeteksi karena tidak ada operator desa yang memperbarui data,” ujar Saifullah.
Ia menyebut masih banyak kasus warga kelaparan, lansia terlantar, hingga penduduk rentan yang tak terpantau pemerintah desa. Karena itu, Kemensos meminta dukungan Kemendagri agar Pemda menyiapkan fasilitas yang dibutuhkan untuk reaktivasi layanan Puskesos.
Menanggapi itu, Tito menyebut desa sebenarnya sudah memiliki wadah layanan terpadu yang bisa langsung diperkuat: Posyandu. Posyandu, kata Tito, secara regulasi sudah mengemban enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), termasuk layanan dasar bidang sosial.
“Sebetulnya itu sudah ada lembaganya, sudah ada peraturannya. Namanya Posyandu,” kata Tito. Ia menilai integrasi Puskesos ke dalam struktur Posyandu akan mempercepat pelayanan karena lembaga tersebut sudah memiliki jaringan kuat hingga ke desa.
Tito optimistis pemerintahan desa bakal menyambut baik penguatan layanan sosial di Posyandu, apalagi jika mendapat dukungan anggaran pusat. Langkah ini diyakini dapat membantu desa menjangkau warga rentan dan memperbaiki respons terhadap kasus sosial.
Baca juga: Tri Tito Karnavian Ingatkan Kader Posyandu Jalankan Enam Pelayanan Dasar





