Channel9.id-Aceh Tamiang. Mendagri Tito Karnavian memastikan stok beras untuk masyarakat di daerah terdampak bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dalam kondisi aman hingga enam bulan ke depan. Kepastian tersebut diperoleh setelah Mendagri mengonfirmasi langsung ketersediaan stok kepada Perum Bulog.
Hal itu disampaikan Tito kepada awak media usai Apel Pembukaan Tim Satuan Tugas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk percepatan aktivasi pemerintahan dan pelayanan publik pascabencana Aceh di Kompleks Perkantoran Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (5/1/2026).
Menurut Tito, di sejumlah wilayah di Aceh, stok beras bahkan mencukupi untuk jangka waktu lebih dari enam bulan. Ia mencontohkan gudang Bulog di Lhokseumawe yang menyimpan sekitar 28 ribu ton beras untuk kebutuhan wilayah Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Utara.
“Itu cukup untuk sembilan bulan,” ujar Tito.
Meski demikian, Titomenekankan tantangan utama saat ini adalah distribusi beras ke wilayah terdampak bencana, khususnya daerah-daerah yang akses jalannya masih terbatas. Pemerintah, kata dia, terus berupaya memastikan bantuan pangan dapat menjangkau seluruh masyarakat terdampak.
Selain soal pangan, Tito menegaskan komitmen pemerintah dalam memulihkan sektor pertanian di daerah terdampak bencana. Hal tersebut sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Pak Menteri Pertanian sudah menyiapkan program untuk menghidupkan kembali lahan-lahan sawah yang terdampak agar kembali normal, bahkan bisa dioptimalkan,” katanya.
Baca juga: Mendagri Minta Praja IPDN Percepat Pemulihan Layanan Publik Aceh Tamiang





