Hari Ini, Roy Suryo Diperiksa Sebagai Tersangka Kasus Meme Candi Borobudur
Opini

Mewaspadai Website ELA ELO sebagai pengganti Plaforn X

Oleh: Dr. KRMT Roy Suryo *

Channel9.id-Jakarta. Hari-hari ini Netizen, utamanya pengguna Platform X atau Twitter milik Elon Musk di Indonesia heboh, karena santer terdengar rencana Kemkominfo akan menutup platform medsos tersebut lantaran mengizinkan penayangan hal-hal yang berbau pornografi yang dilarang menurut yurisdiksi Indonesia. Sikap Pemerintah ini menuai pro dan kontra, di satu sisi banyak yang mendukung penutupan akses pornografi, namun di sisi lain tidak sedikit pula yang menentang penutupan platform X.

Sementara itu, juga beredar kabar bahwa Pemerintah meluncurkan website pengganti platform X atau Twitter yang bernama “Elaelo”. Namun hingga tulisan ini dibuat belum ada rilis resmi dari website yang kini sudah mencantumkan logo Garuda Pancasila tersebit. Pencantuman logo lambang negara ini sebenarnya juga harus dikritisi, karena biasanya situs/website yang mencantumkan adalah Lembaga resmi kenegaraan atau bernama domain go.id (Government Indonesia).

Saya kemarin mengibaratkan penutupan X secara total ini sama saja dengan “Mencari Tikus dengan Membakar Lumbung”-nya, karena akibatnya justru akan dirasakan kurang baik bagi netizen secara keseluruhan. Karena meski pornografi sudah sangat marak dan meresahkan, namun kalau antisipasinya kurang tepat bahkan terkesan serampangan, wajar kalau banyak yang mengecam tindakan pemerintah ini sebagai kebijakan kurang bijak alias tidak cerdas.

Sebab sebenarnya -ibarat tikus di Lumbung- yang perlu dicari adalah tikusnya, alias akun pengunggah pornografinya tersebut yang ditepis, bukan lumbungnya yang dibakar dan secara teknis hal tersebut dimungkinkan. Apalagi sudah semenjak 5 tahun lalu, tepatnya di akhir 2017 (tepatnya 28/12/17) Pemerintah sudah diberikan anggaran sebesar 200 miliar untuk membeli mesin AIs yang bisa berjalan dengan AI (Artificial Intelligence, alias memiliki Kecerdasan Buatan pintar) alias tidak perlu bersikap bodoh dalam mengantisipasi masalah lagi.

Meski masih harua digawangi oleh sekitar 250 orang yang bekerja 24/7 alias nonstop 24-jam 7-hari seminggu, namun mesin AIs tersebut dapat “mengais” alias melalukan crawling terhadap konten-konten pornografi di berbagai platform, bahkan termasuk juga konten-konten perjudian. Jadi kenapa tidak dimaksimalkan penggunannya oleh Kemkominfo? Sebuah pertanyaan besar yang banyak ditanyakan masyarakat terkait rencana upaya penutupan secara total platform X yang memang jauh lebih mudah, tinggal tutup, selesai itu.

Saya ingat saat peluncurannya, mesin ini diuji coba dan dalam tiga hari mampu mendeteksi sekitar 120 ribu situs porno dari Indonesia, dari total 1,2 juta alamat internet yang di-crawling. Hasil pengaisan atau crawlingan ini kemudian dirapatkan oleh panel forum yang dibentuk untuk ditentukan sikapnya, apakah diingatkan, di-suspend atau bahkan sampai ditake down dan diambil tindakan hukum bilamana sudah jelas melanggar Undang-undang. Jadi mekanismenya jelas dan komprehensif, tidak asal tutup secara total saja.

Sementara itu netizen kini ramai dengan kemunculan website bernama “Elaelo” yang memiliki domain elaelo.id (bukan go.id). Nama domain tersebut dibuat pada Desember 2023 tepatnya 12/12/23 dan terregistrasi atas nama PT Aksara Data Digital yg beralamat di Gedung Cyber ​​1 Lantai 3, Jl. Kuningan Barat Raya No.8 Jakarta Selatan. Sekali lagi saya mempertanyakan kelas domain yang dipakai (langsung hanya .id bukan go.id) padahal jelas-jelas sekarang ada Lambang Garuda Pancasila di Frontpage websitenya tersebut.

Kalau ditelisik, situs ini terpantau muncul di Internet pada awal Maret kemarin, tepatnya 05/03/24. Saat itu sudah memasang foto Guy Fawkes namun tulisan “Welcome to elaelo – Medsos Lokal Pengganti X/Twitter” dan logo burung Garuda belum muncul. Baru pada tgl 17/06/24 kemarin tampilannya menjadi tampak “resmi” seperti sekarang ini. Tetapi terus terang banyak yang meragukan keabsahan dan keamanan dari situs Elaelo ini. Karena tidak diketahui jelas sapa pembuat dan penanggungjawabnya. Maka sangat riskan bilamana Netizen memasukkan email pribadi yg berujung bisa dipakai utk berbagai tindakan kejahatan cyber seperti phishing, hacking, hingga banyak lagi.

Lalu, apakah situs ini asli benar-benar dibuat oleh Pemerintah -karena ada Lambang Negara Garuda Pancasila- sebagai alternatif ketika Kominfo memblokir X/Twitter nanti?  Sebaiknya kita menunggu release resmi dari Kenkominfo, syukur-syukur diumumkan sendiri oleh Menkominfonya, Budi Arie Setiadi, sebagai pertanggungjawaban resmi pemerintah jika benar2 menutup Platform X/Twitter di Indonesia. Namun bila tidak resmi, sebaiknya Pemerintah juga tegas bersikap atas kemunculan situs Elaelo ini.

Sebenarnya pemilihan nama “Elaelo” ini menarik, karena kata “Ela elo” dalam  bahasa daerah (Jawa) bisa diartikan sebagai Gela-gelo atau Menoleh kekanan dan kekiri, sebagaimana dalam Lagu “Sluku-sluku Bathok” yg makna filosofisnya mulia, karena “Bathok-e Ela elo” berarti mirip orang yg melafalkan Dzikir. Meski tidak sedikit pula komen Netizen yang mengartikan sebagai “plonga-plongo” (ngah ngon alias tidak mudeng) akibat tidak mengerti apa-apa dan tolah-toleh kanan kiri saja kepalanya. Bisa juga diartikan nama ini juga sindiran kepada si empunya Platform X/Twitter yakni Elo (tambah “n”) Musk, alias Ela elo Musk?

Namun lucunya, saat artikel ini ditulis, situs Elaelo sendiri sudah hilang dari internet dengan pesan bertuliskan “This Account Has Been Suspended!” atau “Akun ini telah Ditangguhkan!” saat diakses via browser Google, Opera, hingga Edge Hari Senin (17/06/24) siang. Jadi dengan demikian, Pemerintah harus mempertimbangkan betul sebelum menutup total salahsatu Platform, apalagi sebenarnya sudah pernah menganggarkan beaya besar Ratusan Milyar utk pembelian Mesin AIs yg dimungkinkan utk hal tsb. Ketegasan dan kecerdasan sangat penting jangan malah hanya ikutan gela gelo apalagi plonga plongo …

*Pemerhati Telematika, Multimedia, AI & OCB Independen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1  +  7  =