Connect with us

Lifestyle & Sport

Ngantuk Setelah Makan Nasi Uduk? Ini Alasannya

Published

on

Ngantuk Setelah Makan Nasi Uduk? Ini Alasannya

Channel9.id-Jakarta. Nasi uduk begitu familiar bagi orang Indonesia. Makanan ini kerap dijadikan menu untuk sarapan. Selain mudah ditemukan dan harganya murah, cita rasanya yang begitu gurih dan legit membikin banyak orang doyan memakannya.

Namun, apakah Kamu sadar, tak lama sehabis makan nasi uduk, Kamu jadi mengantuk? Lo, kok bisa? Berikut ini penjelasannya.

Makanan ini sebagian besar terbuat dari nasi dan santan. Nasi sendiri mengandung karbohidrat tinggi, sementara santan mengandung lemak. Adapun takaran santan untuk mengolah nasi uduk sekitar 600 mililiter dan mengandung 150 gram lemak. Nah, jumlah kalori ini belum termasuk lauknya.

Baca juga : Alasan Kamu Harus Batasi Makan Gorengan

Semakin banyak porsi dan lauk yang Kamu pilih, semakin banyak pula asupan lemak dan kalori yang masuk ke dalam tubuh.

Menurut suatu penelitian dari University of Adelaide, mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kalori memicu otak memproduksi lebih banyak serotonin untuk membuat asam amino triptofan. Asam triptofan inilah yang memicu rasa kantuk setelah makan.

Bukan cuma membuat ngantuk, mengonsumsi makanan tinggi lemak saat sarapan cenderung mengurangi kewaspadaan otak di siang hari. Sehingga Kamu malas bergerak pula.

Lalu penelitian yang diketuai oleh Yingting Cao menambahkan, reaksi otak yang lambat membuat seseorang merasa lemas dan mengacaukan pola tidur pada malam harinya. Pola tidur yang kacau akan membuatmu mengantuk keesokan harinya. Penelitian ini mendapati bahwa peserta yang sering mengantuk siang-siang lebih sering makan makanan berlemak waktu sarapan.

Meski begitu, bukan berarti Kamu harus betul-betul menghindari nasi uduk agar tak mengantuk. Jika Kamu ingin terus sarapan dengan menu ini, bukan masalah. Berikut ini bisa tips yang bisa Kamu lakukan untuk mengantisipasi efeknya.

Pertama, tidur nyenyak di malam hari. Kalau Kamu kurang tidur atau begadang, tubuhmu otomatis akan mencari asupan kalori tinggi untuk menggenjot energi. Itulah salah satu alasan Kamu sarapan berlebihan. Maka dari itu, biasakanlah tidur teratur dan cukup, yakni 7-8 jam setiap malam.

Kedua, cobalah untuk makan nasi uduk setengah porsi saat sarapan. Ingat, lemak dan kalori dalam nasi uduk cukup tinggi. Jika kebanyakan dikonsumsi, Kamu bisa cepat mengantuk.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Menpora: Shin Tae Yong Mengeluh ke Saya, Timnas Perlu Pertandingan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Uji coba tim nasional yang mulai digelar pada 5 Maret 2021 dan berikutnya pada 7 Maret 2021 merupakan bagian dari menguji fisik dan mental para pemain, setelah tak berkompetisi selama setahun. Pertandingan penting bagi tim nasional supaya siap bila harus bertanding di Piala Dunia U-19.

Tak adanya kompetisi selama setahun, dikeluhkan pelatih tim nasional asal Korea Selatan, Shin Tae Yong kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Tae Yong menyebut dirinya kesulitan mengukur kemampuan para pemain untuk bertarung dengan para pemain negara lain.

“Bagaimana saya bisa membuat tim Anda jadi bagus, kalau kesempatan pertandingan tidak ada? Bukan uji coba biasa. Saya butuh atmosfer yang pemain bersedia mati-matian di lapangan,” katanya.

Baca juga: Dr Tirta: Pertandingan Sepakbola itu Obat Pandemic Fatique 

Zainudin menuturkan, uji coba menjadi pembuka dalam rangkaian untuk memulai kembali kompetisi sepakbola di Indonesia. Kompetisi pun ia sebut sudah mendapat restu dari Kepolisian. Kemudian,  Presiden Joko Widodo menyatakan mendukung kompetisi digelar dengan disiplin protokol kesehatan. “Presiden bilang, mau main (sepakbola) di bulan pun, saya dukung,”jelasnya.

Lebih lanjut Zainuddin mengatakan, setelah uji coba berlangsung lancar penerapan protokol kesehatannya, diharapkan bakal menjadi parameter untuk pelaksanaan Turnamen Pra Musim Piala Menpora pada 20 Maret-25 April 2021 di empat kota. “Setelah dinyatakan lancar, barulah Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dianggap bisa digelar,”pungkasnya.

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Dr Tirta: Pertandingan Sepakbola itu Obat Pandemic Fatique

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Aktivis dan Relawan Covid-19 dokter Tirta Mandira Hudhi menilai kompetisi sepakbola Liga 1 dan Liga 2 perlu digelar pada 2021. Menurutnya, pertandingan sepakbola adalah obat untuk pandemic fatique.

“Di mana ada acara yang bisa mengalahkan acara sinetron kemarin malam (5 Maret 2021)? Ya sepakbola,” kata Tirta.

Ia menilai, setahun lebih masyarakat disuguhi ketakutan dan kejenuhan atas situasi pandemi. Apalagi situasi sosial di Indonesia saat ini, menurut Tirta, isinya hanya debat politik.

“Masyarakat bosan. Capek melihatnya. Yang ramai buat masyarakat ya sinetron dan tayangan La Liga (Liga Spanyol) dan EPL (English Premier League),” kata dia.

Baca juga: Menpora: Kompetisi Liga 1 dan 2 Bisa Jalan 

Para penggemar sinetron selama ini terhibur. “Tapi yang laki-laki, lelah, tidak ada hiburan. Mereka butuh olahraga  (sebagai hiburan), basket, bulutangkis, sepakbola. Ini juga berlaku buat generasi mudanya, generasi Z,” kata dia.

Tirta menilai saat ini sudah waktunya kompetisi kembali digelar, karena PSSI dan para pihak yang terlibat sudah paham konsekwensi bila protokol kesehatan diabaikan. Ada suporter, pemilik klub, dan juga panitia.

“Mereka semua sudah paham. Nah kalau ada yang nobar (nonton bola bareng) di satu tempat, itu tugasnya Satgas Covid-19 (untuk membubarkan),” kata dia.

Saat ini, sambung Tirta, yang jadi masalah ada di Kepolisian. “Polisi kasih izin (pertandingan) atau tidak, itu yang jadi ganjalan selama ini. Polisi takut dicopot. Karena memberi izin, ada kerumunan, terjadi pelanggaran. Mereka melihat ada contohnya, soal Petamburan, kan ada (petunjuk pemerintah pusat), tetap saja kena copot,”tandasnya.

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Menpora: Kompetisi Liga 1 dan 2 Bisa Jalan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Turnamen pra musim Piala Menpora dijadikan ajang ujian untuk terselenggaranya Kompetisi Liga 1 dan 2. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali dalam acara diskusi daring “Kompetisi Sepakbola di Tengah Pandemi Covid-19”, Sabtu (06/03)petang.

“Kalau ini (Turnamen Piala Menpora) lulus, kompetisi (Liga 1 dan 2) bisa jalan,” ujar Zainudin.

Ia menekankan pada implementasi protokol kesehatan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Piala Menpora. Simulasi pelaksanaan protokol kesehatan itu sudah diterapkan dalam uji coba tim nasional pada 5 dan 7 Maret.

Baca juga: Menpora: Indonesia Siap jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Zainudin menuturkan, PSSI dan PT Liga sebagai panitia penyelenggara diuji untuk menyiapkan dan disiplin dalam protokol kesehatan saat tim nasional bertanding uji coba melawan Persikabo dan PS Tira.

“Maka, kemarin (5 Maret) saya pantau langsung. Jam 5 saya sudah di sana (Stadion Madya Senayan), pantau semuanya. Di mana kamar ganti pemain, di mana parkir ambulans. Semua saya cek,” katanya.

Lebih lanjut Zainudin mengatakan, pemerintah sadar, pembinaan olahraga prestasi mesti sudah dimulai. Tak cuma Kementerian Pemuda dan Olahraga yang mendesak kompetisi bisa digelar. “Presiden Jokowi juga minta digelar. Presiden dukung penuh,” imbuhnya.

Karena itu, Zainudin berinisiatif menemui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk membahas pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan 2.

Kompetisi penting, sambungnya, karena menjadi latihan bagi pemairn Indonesia untuk kembali terbiasa bermain. Apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-19.

“Kita perlu turnamen, pertandingan. Kan ujung dari pembinaan sepakbola adalah prestasi. Kompetisi adalah bagian dari pembinaan,” tandas Zainudin.

Continue Reading

HOT TOPIC