Hot Topic

Panen Raya Februari–April 2026 Dorong Lonjakan Produksi Pangan Nasional

Channel9.id – Jakarta. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan panen raya yang berlangsung pada Maret hingga April 2026 mendorong peningkatan produksi pangan nasional secara signifikan. Kondisi ini memperkuat pasokan di pasar sekaligus menjaga stabilitas harga menjelang dan saat Idulfitri 1447 Hijriah.

Ia menjelaskan peningkatan produksi terjadi di berbagai daerah dan berkontribusi pada kuatnya stok beras nasional yang mencapai sekitar 28 juta ton. Produksi bulanan yang berada di atas kebutuhan konsumsi turut menempatkan posisi pangan nasional dalam kondisi surplus.

“Produksi kita meningkat, panen raya terjadi di banyak daerah. Februari, Maret, dan April banyak panen di berbagai daerah, sehingga stok beras nasional sangat kuat. Produksi kita sudah berada di atas kebutuhan konsumsi nasional,” ujar Amran, Minggu (22/3/2026).

Menurutnya, peningkatan produksi saat panen raya juga berdampak pada stabilnya harga gabah di tingkat petani. Kondisi ini dinilai memberi kepastian bagi petani untuk tetap berproduksi di tengah tingginya kebutuhan pangan nasional.

“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum karena harga hasil panennya baik, pedagang tersenyum karena barang tersedia dan bisa dijual, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau. Itulah tujuan pemerintah menjaga pangan,” kata Amran.

Amran menambahkan, produksi yang melimpah harus diimbangi dengan distribusi yang lancar agar stabilitas harga tetap terjaga. Pemerintah terus mengawal rantai pasok dari hulu hingga hilir untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.

“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa keseimbangan harga menjadi perhatian utama agar tidak merugikan petani maupun memberatkan konsumen. Pemerintah menjaga agar harga tetap berada pada tingkat yang adil bagi seluruh pelaku dalam rantai pangan.

“Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani. Pemerintah harus menjaga keseimbangan itu,” tegasnya.

Amran menyebut panen raya tahun ini menjadi salah satu faktor utama yang mendukung kondisi pangan nasional tetap kuat selama Ramadan dan Idulfitri. Ia menilai situasi tersebut memberi manfaat luas bagi seluruh pihak dalam rantai pangan.

“Lebaran tahun ini kita syukuri bersama. Produksi baik, stok cukup, harga stabil. Petani tetap berproduksi, pedagang bisa berdagang, masyarakat bisa membeli dengan harga terjangkau. Lebaran tahun ini adalah kemenangan untuk semua, selamat merayakan Idulfitri, berkah untuk semua,” tutupnya.

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  20  =  25