Parade Hujan Rilis Album 'Punar' tentang Siklus Kehidupan yang Berulang-ulang
Lifestyle & Sport

Parade Hujan Rilis Album ‘Punar’ tentang Siklus Kehidupan yang Berulang-ulang

Channel9.id-Jakarta. Dunia entertainment Indonesia melahirkan grup musik yang punya ciri khas tersendiri, yang memberi warna di industri musik Tanah Air. Demikian dengan grup musik Parade Hujan yang baru saja merampungkan album perdana berjudul ‘Punar’. Rilisan tersebut menjadi album perdana mereka setelah tak lagi gunakan nama Payung Teduh.

Parade Hujan yang saat ini digawangi oleh Mohammad Istiqamah Djamad (Is Pusakata-guitar, vocal), Alejandro Saksakame (cito-drum) dan Ivan Penwyn Panjaitan (Ivan-guitalele), berhasil menyelesaikan album mereka setelah sempat berpisah.

Punar berisikan total delapan lagu. Komposisi urutan lagu di album tersebut mengibaratkan adanya siklus kehidupan yang berulang-ulang.

Kedelapan lagu dalam album Punar itu ialah Datang, Maka Diturunkanlah Hujan (ft Adrian Yunan), Kehadiran (ft Monita Tahalea), Saling Lupa, Cahaya, Laju, Muara, dan Menjelajahi Kerinduan.

Sebagai bentuk perayaan dari album terbaru mereka, Parade Hujan bakal langsung menggelar rangkaian tur.

Dikemas secara intimate, tur tersebut dijadwalkan akan berlangsung mulai 31 Juli 2026.

Tur akan diawali di area Jawa Timur, meliputi kota Malang, Bojonegoro, Kediri, dan Lamongan. Sementara selanjutnya untuk tur sesi kedua akan dihelat di Area Jawa Tengah pada bulan September.

Rencananya, rangkaian tur album tersebut akan berlangsung setiap bulan dan menyambangi lima kota di setiap provinsi di seluruh Indonesia.

Album penuh Punar juga dicetak ke dalam cakram CD dan akan tersedia di setiap pertunjukan. Rilisan fisik tersebut nantinya akan disandingkan dengan merchandise lain dari Parade Hujan.

“Selamat menikmati album Punar. Hapalkan lagunya lalu mari berkumpul bernyanyi bersama, bertukar cerita dan bercengkerama dalam tour sesi pertama di area Jawa Timur. Terima kasih sudah memberi ruang, membuka telinga dan merasakan karya-karya kami,” pungkas Parade Hujan.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  67  =  75