Channel9.id-Aceh Tamiang. Aktivitas ekonomi masyarakat di Aceh Tamiang perlahan kembali hidup setelah sempat lumpuh akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025. Sejumlah pasar dan toko yang sebelumnya terdampak kini mulai beroperasi, menandai kebangkitan sektor perdagangan di wilayah tersebut.
Di pusat-pusat keramaian seperti Pasar Kuala Simpang, warga mulai kembali berbelanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Suasana pasar yang sempat sepi kini berangsur ramai, mencerminkan pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat.
Salah seorang pedagang ikan, Herman, mengaku kondisi pasar sudah kembali normal setelah sempat terdampak banjir cukup parah.
“Alhamdulillah, sekarang sudah kembali normal,” ujarnya.
Ia mengatakan telah kembali berjualan sekitar satu setengah bulan setelah tempat usahanya dibersihkan. Pasokan ikan pun kini kembali lancar, datang dari berbagai daerah seperti Banda Aceh dan Sumatera Utara.
Meski demikian, Herman berharap pemerintah dapat segera memperbaiki fasilitas pasar, terutama atap bangunan yang rusak akibat banjir.
“Kalau hujan, sudah jelas kami kena hujan,” katanya.
Menurutnya, pada awal masa pemulihan, daya beli masyarakat sempat menurun. Namun dalam beberapa waktu terakhir, kondisi mulai membaik seiring meningkatnya aktivitas warga.
Hal serupa dirasakan Nurlela, pedagang sayur di Pajak Atas Kuala Simpang. Ia mulai kembali berjualan sekitar dua bulan terakhir dengan memanfaatkan hasil pertanian lokal dari desanya di Bandar Pusaka.
Pada awalnya, ia mengaku kesulitan mendapatkan pasokan karena banyak lahan pertanian rusak akibat banjir. Kini, pasokan mulai tersedia meski masih terbatas.
“Sekarang ini jualan cuma ubi, bayam, kangkung, itu dari masyarakat di kampung,” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, semakin banyak pedagang yang kembali membuka usaha. Toko pakaian, pedagang buah, hingga penjual sembako mulai beroperasi kembali, memperkuat tanda-tanda pemulihan ekonomi daerah.
Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera per 27 April 2026, sebanyak 196 pasar rakyat di tiga provinsi terdampak telah beroperasi secara fungsional. Rinciannya, 114 pasar di Aceh, 56 pasar di Sumatera Utara, dan 26 pasar di Sumatera Barat.
Kondisi ini menunjukkan bahwa roda ekonomi di wilayah terdampak bencana mulai berputar kembali, memberikan harapan bagi masyarakat untuk bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.
Baca juga: Praja IPDN Ditempa di Aceh Tamiang, Bima: Ini Latihan Jadi Pemimpin Tangguh





