Pejabat Hamas Berharap Gencatan Senjata Bisa Tercapai
Internasional

Pejabat Hamas Berharap Gencatan Senjata Bisa Tercapai

Channel9.id-Palestina. Pejabat senior Hamas memprediksi akan ada gencatan senjata beberapa hari kedepan pada konflik Israel-Palestina setelah presiden Amerika Serikat Joe Biden mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk segera mendeeskalasi konflik, Rabu (19/5/2021).

Roket balasan ke Israel telah mereda pada Rabu malam, dan semakin sunyi pada Kamis (20/5/2021) pagi. Israel namun kembali menyerang pada siang harinya. Media Israel mengatakan kalau serangannya kali ini tidak seganas sebelum-sebelumnya.

Sebuah sumber dari Mesir mengatakan kalau kedua belah pihak telah setuju untuk gencatan senjata setelah dibantu oleh mediator, namun rincian lebih jelasnya masih dinegosiasikan secara rahasia.

“Saya rasa upaya secara terus menerus agar diadakannya gencatan senjata akan berhasil,” ujar pejabat politik Hamas, Moussa Abu Marzouk kepada TV al-Mayadeen dari Lebanon. “Saya harap gencatan senjata ini dapat terjadi besok atau lusa, dan itu berdasarkan kesepakatan bersama,” tambahnya.

Saat Menteri Intelejen Israel, Eli Cohen ditanya di radion umum Israel, Kan, soal kabar adanya gencatan senjata yang akan dimulai pada hari Jumat, ia menjawab: “Tidak. Pastinya tekanan dari komunitas internasional akan lebih besar lagi… tapi kami akan menyudahi serangan ini ketika kami merasa kami sudah mencapai gol kami,” tuturnya.

Netanyahu, setelah telponnya dengan Biden pada hari Rabu, mengatakan kalau ia akan terus menyerang Gaza untuk memberikan peringatan keras kepada Hamas agar jangan macam-macam lagi dengan Israel.

Al Jazeera Qatar melaporkan kalau utusan perdamaian PBB dari Timur Tengah, Tor Wennesland sedang bertemu dengan ketua Hamas, Ismail Haniyeh di Qatar.

Semenjak terjadinya konflik pada tanggal 10 Mei, otoritas kesehatan Palestina mengatakan sudah sebanyak 228 orang meninggal karena serangan udara Israel, 64 diantaranya adalah anak-anak dan 38 lainnya adalah perempuan.

Otoritas Israel mengatakan kalau ada 12 warganya yang meninggal karena konflik ini.

(RAG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4  +  3  =