pangan/ satgas2
Ekbis

Pemerintah Pastikan Stok Pangan Aman Hadapi Fenomena El Nino

Channel9.id, Jakarta. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa stok pangan nasional saat ini berada dalam kondisi aman.

Dengan kondisi tersebut, stok pangan nasional dinilai masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama dalam menghadapi tantangan musim kemarau yang berpotensi diperparah oleh fenomena El Nino.

“Jadi, dampak El Nino, insyaallah itu bisa kita mitigasi risikonya,” jelas Amran usai bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (18/6/2026).

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa optimisme tersebut tercermin dari kondisi neraca komoditas pangan strategis per Juni, terutama beras.

Menurut Amran, cadangan beras pemerintah (CBP) saat ini mencapai 5,2 juta ton yang tersimpan di gudang Perum Bulog. Sementara itu, cadangan beras di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) dan rumah tangga diperkirakan mencapai sekitar 12,5 juta ton.

Bahkan menurutnya, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah mengingat Indonesia memiliki tanaman padi yang sedang tumbuh (standing crop) dengan potensi produksi sekitar 10 hingga 11 juta ton.

“Artinya, dengan ketiga cadangan ini, itu bisa (memenuhi kebutuhan) 10 hingga 11 bulan ke depan,” imbuh dia.

Selain beras, komoditas pangan lainnya juga tercatat memiliki pasokan yang memadai dan bahkan mengalami surplus.

Amran mengatakan bahwa pemerintah telah menetapkan 11 komoditas pangan yang perlu dijaga pasokannya berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Cadangan Pangan Pemerintah. Dari jumlah tersebut, delapan komoditas telah mencapai status swasembada.

Hal ini sejalan dengan data Proyeksi Neraca Pangan Nasional hingga Agustus 2026 yang diolah oleh Badan Pangan Nasional. Data tersebut menunjukkan bahwa delapan komoditas pangan strategis mencatat surplus, yakni beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

Lima di antaranya, yakni beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, dan jagung, telah berstatus swasembada. Sementara itu, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah tidak hanya telah mencapai swasembada, tetapi juga telah diekspor.

“Jadi itu kesimpulannya supaya dipahami apa itu swasembada,” imbuh dia.

Selain menjelaskan kondisi stok pangan nasional, Amran juga memaparkan strategi pemerintah untuk menjaga produksi pangan sekaligus memitigasi risiko yang ditimbulkan oleh fenomena El Nino.

Ia mengatakan bahwa pemerintah telah memperkuat infrastruktur sumber daya air, seperti embung, irigasi pompa, dan sumur, guna memastikan ketersediaan air selama musim kemarau. Selain itu, pemerintah juga telah mengoptimalkan lahan rawa agar frekuensi panennya meningkat serta terus melakukan pencetakan sawah baru.

“Ini semua bisa memitigasi risiko. Sekali lagi, insyaallah untuk pangan aman,” jelas Amran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  8  =  9