Connect with us

Lifestyle & Sport

Pemprov Jatim Akan Menggelar Peragaan Busana Batik

Published

on

Channel9.id-Surabaya. Di Indonesia, batik sudah menjadi bagian dari budaya bangsa yang dipelihara dan diturunkan secara turun-temurun. Ada banyak jenis batik dan setiap daerah memiliki corak atau motif batik yang khas. Sejak 2 Oktober 2009 Unesco telah menetapkan batik Indonesia sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi.

Pada 14 November mendatang Pemerintah Jawa Timur akan menggelar Fashion show atau peragaan busana dengan lokasi tak biasa. East Java Fashion Harmony 2020 bakal dihelat di pinggir pantai Solong, Kabupaten Banyuwangi

“Lokasinya di Pantai Solong, diselenggarakan pada Sabtu 14 November mendatang,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim Sinarta di Surabaya, (8/11)

Event itu akan memperagakan busana batik. Menurut Sinarta, selain memperkenalkan batik, pagelaran busana di pinggir pantai itu merupakan bentuk pengenalan salah satu destinasi wisata pantai terbaik di Jatim yang berada di Banyuwangi.

Jawa Timur memiliki panjang pantai sekitar kurang lebih 2.128 kilometer dan terdapat 123 destinasi wisata bahari. Masing-masing pantai memiliki eksotisme yang menawan, tentunya pantai Solong juga.
“Pantai Solong dipilih juga karena memiliki keunikan alami yang luar biasa dengan green, clean, and fresh view,” kata Sinarta.

Ia juga menjelaskan bahwa East Java Fashion Harmony menitikberatkan pada eksplorasi keunggulan bentuk, pengembangan, pengenalan filosofi motif-motif batik di berbagai daerah di Jatim, terutama terhadap generasi muda dan pelaku bisnis garmen di skala nasional maupun internasional.

Berperan sebagai model utama, yaitu Puteri Indonesia 2020 Rr Ayu Maulida didampingi sejumlah model lokal, kehadiran 12 perajin, desainer, dan kreator batik, ditambah penampilan penyanyi Vanessa Axelia.

Sementara itu Adikarya Wastra Jatim yang diangkat, yakni Batik Gringsing yakni salah satu batik yang berkembang sejak zaman Kerajaan Majapahit, yang mempunyai arti filosofi kesuburan, kemakmuran, dan keseimbangan, serta ada yang mengartikan sebagai simbol untuk tolak bala.

Pada gelaran tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dijadwalkan akan membatik dan menandatangani kain kanvas berbatik.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Tanpa Disadari, Kebiasaan Ini Merusak Jantungmu

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Mendengar kasus kematian karena penyakit jantung mungkin tak asing bagi Kamu, karena Kamu memang sering mendengarnya. Nah, penyakit kardiovaskuler ini bahkan disebut sebagai penyebab kematian utama di dunia, lho. Angka kematian setiap tahunnya bisa mencapai sekitar 17,3 juta orang dan diperkirakan akan terus meningkat.

Dengan mengetahui fakta itu, sejatinya ada sesuatu yang luput dari penderitanya. Salah satunya soal kebiasaan sehari-hari. Untuk diketahui, secara tak sadar banyak orang, termasuk Kamu, yang mungkin memiliki kebiasaan yang bisa membahayakan jantungmu. Belum lagi penyakit ini tak memandang umur, jadi siapa saja berisiko mengalaminya jika tidak mawas diri.

Baca juga: Awas, Insomnia Bisa Tingkatkan Risiko Stroke Hingga Penyakit Jantung 

Nah, memang apa saja kebiasaan yang tak Kamu sadari yang bisa membahayakan jantungmu dan bagaimana cara menghindarinya? Berikut ini ulasannya.

  1. Terlalu lama duduk

Duduk dalam waktu lama bisa meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke. Hal ini diperkuat oleh penelitian dari Jepang yang menyebutkan bahwa risiko terjebut terjadi akibat penggumpalan darah di paru-paru.

Misalnya, saat kerja dan menonton televisi, Kamu cenderung terus dalam posisi yang sama yaitu duduk, tanpa melakukan aktivitas lainnya. Sehingga peredaran darahmu terganggu. Tak hanya itu, kurang gerakan bisa memengaruhi kadar lemak dan gula dalam tubuh.

Maka dari itu, Kamu sebaiknya sering-sering berganti posisi, melakukan peregangan—misalnya dengan berjalan-jalan, guna mencegah penggumpalan darah di paru-paru, penyakit jantung, ataupun stroke.

  1. Makan terlalu banyak

Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan salah satu faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung. Menurut sebuah penelitian, terlalu banyak makan bisa meningkatkan risiko terkena ini hingga empat kali lipat.

Untuk diketahui, terlalu banyak makan bisa meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah. Kondisi ini bisa meningkatkan kebutuhan oksigen dan menciptakan beban tambahan pada jantung. Bahkan, tekanan darah tinggi ini bisa memecahkan plak kolestrol di dinding arteri, memicu pembentukan gumpalan yang bisa memblokir pembuluh darah sehingga bisa memicu serangan jantung atau stroke.

Maka dari itu, sebaiknya Kamu jangan makan tidak berlebihan. Makanlah di saat lapar dan berhentilah sebelum kenyang.

 

  1. Jarang makan buah dan sayuran

Tak semua orang suka atau jarang mengonsumsi buah dan sayur. Kalau Kamu bagaimana? Sebaiknya sih Kamu sering dan rutin mengonsumsi keduanya.

Perlu diketahui, menurut penelitian, orang yang makan lebih dari lima porsi buah dan sayuran sehari berisiko sekitar 20% lebih rendah terkena penyakit jantung dan stroke, jika dibandingkan dengan yang makan kurang dari tiga porsi per hari. Sebab, kandungan vitamin, mineral dan serat rendah kalori pada bahan makanan ini  bisa membantumu mengendalikan berat badan dan tekanan darah.

  1. Sering makan snack asin

Selain itu, perlu Kamu ketahui juga bahwa mengonsumsi makanan asin secara berlebihan bisa  meningkatkan tekanan darah.  Kondisi ini merupakan faktor risiko utama untuk terjadinya stroke, gagal ginjal, dan serangan jantung.

Maka dari itu, Kamu seharusnya memerhatikan asupannya per hari. Adapun asupannya harus di bawah 2.300 miligram per hari, atau 1.500 miligram bagi yang memiliki penyakit tekanan darah tinggi.

  1. Merokok

Merokok sudah jelas buruk bagi kesehatan. Kebiasaan ini bisa meningkatkan risiko pembekuan darah, yang bisa menghambat aliran darah ke jantung sehingga membantu menumpuk plak di arteri. Selain itu, studi pun menunjukkan bahwa merokok bisa memicu stroke.

Oleh karenanya, kalau Kamu terbiasa merokok, sangat disarankan untuk berhenti. Sebab cara ini bisa mencegah terjadinya penyakit jantung dan stroke.

(LH)

 

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Tips Supaya Kamu Tak Mudah Pikun

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kamu gampang lupa? Jika iya, ada sejumlah faktor yang membikin ingatanmu menurun. Misalnya kurang tidur, kondisi medis tertentu, konsumsi obat tertentu, gangguan emosi, terlalu banyak minum alkohol, dan kekurangan vitamin B12.

Selain itu, ada faktor lain yang menjadi keniscayaan bagi semua orang, yaitu menua.

Seiring bertambahnya usia, ingatanmu juga akan menurun karena otakmu membutuhkan waktu lebih lama untuk memproses dan mempelajari informasi baru. Bahkan Kamu juga jadi kesulitan untuk mengingat. Namun, jangan khawatir, sebab ada cara untuk memperkuat ingatan dan mempelambat efek penuaan terhadap ingatan, lho.

Nah, berikut ini beberapa hal yang bisa Kamu lakukan untuk mengantisipasi pelupa akibat proses penuaan.

1. Amati dengan seksama
Tumbuhkan minat terhadap apa yang mau Kamu ingat, lalu pikirkan terus. Libatkan semua inderamu saat memproses informasi. Pelajari setiap detailnya dengan lebih dekat, mencium, menyentuh, dan mendengarkan dengan seksama. Di sisi lain, otak harus memilih apa yang harus diingat. Lantas perhatikan apa atau siapa yang ingin Kamu ingat.

2. Hubungkan informasi baru dengan yang lama
Hubungkan sesuatu yang ingin Kamu ingat dengan hal yang sudah Kamu ketahui. Cara menghubungkan informasi lam dengan yang baru akan membuatnya jadi lebih bermakna. Sehingga Kamu jadi lebih mudah mengingatnya.

3. Gunakan imajinasi
Visualisasikan gambaran dalam pikiran Kamu tentang apa yang ingin Kamu ingat. Dengan menggunakan imajinasi—yang mengada-ada atau fantastis, ingatanmu bisa lebih kuat. Namun bagi kebanyakan orang, cara ini memerlukan latihan karena kita cenderung bersikap sangat logis dan serius.

4. Pikirkan terus
Pikirkan dan jabarkan setiap detail yang ingin Kamu ingat. Semakin banyak rincian atau informasi yang bisa Kamu dapatkan—dengan melibatkan indera atau mengajukan pertanyaan, Kamu akan menambah makna dan mengingatknya.

5. Konsentrasi
Kemampuan Kamu untuk berkonsentrasi pada saat ini bisa meningkatkan kemampuanmu untuk belajar dan mengingat informasi baru.

Perlu Kamu ingat, ingatan jangka pendek itu rapuh. Jika pikiranmu terganggu, maka Kamu bisa lupa seketika. Jadi, Kamu disarankan untuk tenang, misalnya, dengan tak memikirkan apa yang ingin Kamu lakukan besok, atau khawatir soal yang terjadi kemarin.

6. Ucapkan berulang informasi yang mau diingat atau tuliskan
Jika ada info, nama, atau nomor yang ingin Kamu pelajari, ulangi beberapa kali baik dengan suara keras atau bicara pada diri sendiri. Cara sederhana seperti ini akan membantumu mengingat informasinya.

Atau, Kamu juga bisa menulis di jurnal atau kertas. Cara ini membutuhkan konsentrasi dan bisa membantumu mengingat, lho. Menulis dengan tangan membantumua mengingat lebih baik daripada mengetikkan informasi ke gawaimu.

Nah, itu dia beberapa upaya yang bisa Kamu lakukan untuk memperkuat ingatanmu. Selain itu, Kamu juga sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan—seperti buah berry, pisang, apel, dan sayuran hijau—dan omega-3. Menurut para ilmuwan, antioksidan mampu membunuh radikal bebas yang bisa membunuh sel otak. Sementara, omega-3 akan membantu otak memperbaiki dirinya sendiri.

Kamu juga harus tidur cukup. Pasalnya, melewatkan jam tidur malam akan menyebabkan ingatanmu tercampur aduk atau hilang, dan akan sangat sulit untuk dikembalikan.

Upaya lainnya yaitu dengan berolahraga. Jalan kaki, misalnya. Menurut penelitian, orang dewasa yang rutin jalan kaki akan memperoleh tambahan volume pusat memori otak atau hippocampus. Artinya, seseorang yang sudah tua pun masih punya kesempatan memiliki slot ingatan lebih luas.
(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Kiat-kiat Pencegahan Covid-19 Bagi Penderita AIDS

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Dunia memeringati 1 Desember sebagai Hari AIDS Sedunia sejak 1988. Peringatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran tentang infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus), bahwa penyakit ini bersarang di tubuh manusia dalam waktu lama. Infeksi HIV membuat penderitanya memiliki fungsi kekebalan tubuh yang rendah, sehingga rentan terserang virus berbagai penyakit.

Menurut catatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), hingga 2019 ada sekitar 38 juta orang di dunia hidup dengan HIV-AIDS. Angka ini terus menaik dan karenanya menjadi perhatian dunia.

Tak heran bila pandemi Covid-19 ini menjadi perhatian para penderita AIDS. Pasalnya, sebagaimana umumnya virus, virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 menyerang orang yang kekebalan tubuhnya rendah dan disertai dengan komplikasi berat.

Baca juga : Covid-19 Disebut Bukan dari Cina

Perlu diketahui bahwa kekebalan tubuh para penderita AIDS bisa menurun bila tak rutin mengonsumsi obat antiretroviral (ARV)—yang digunakan untuk menghambat perkembangan HIV, punya jumlah virus yang tinggi dan CD4 rendah.

Namun, menurut WHO, penderita AIDS belum tentu lebih rentan tertular Covid-19. Sebab hingga saat ini, belum ada bukti yang menyebutkannya. Pun belum ada bukti bahwa komplikasi Covid-19 akan lebih berat bagi penderita AIDS daripada yang tak menderitanya.

Sementara, komplikasi berat biasanya muncul karena penyakit bawaan (komorbid) seperti tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit pernapasan, dan lain-lain. Ketika penderita AIDS mengalami komplikasi Covid-19 berat, penyebabnya bisa jadi faktor ini.

Sebuah data menunjukkan bahwa risiko kematian akibat Covid-19 pada penderita AIDS lebih disebabkan karena penyakit kardiovaskular, penyakit pernapasan, diabetes, dan tekanan darah tinggi. Faktor-faktor ini juga sama dengan orang negatif HIV.

Nah, adapun cara terbaik untuk melindungi diri dari Covid-19 ialah dengan melakukan pencegahan. Kiat-kiat bagi penderita AIDS pun sama dengan orang lain pada umumnya, di antaranya berikut ini.

1. Rutin mencuci tangan menggunakan air dan sabun atau hand sanitizer berbahan alkohol.
2. Terapkan physical distancing
3. Tidak bergerombol
4. Tidak menyentuh wajah sebelum cuci tangan.
5. Selalu gunakan masker, terutama saat ke luar rumah.
6. Menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin menggunakan tisu. Jika tak ada tisu, gunakan lengan.

Tak hanya itu, penderita AIDS pun harus menjalani gaya hidup sehat dengan makan makanan bergizi, tidur cukup, dan mengelola stres dengan baik. Jika tubuhmu sehat, sistem kekebalan tubuh tentu bisa melawan infeksi dengan lebih baik.

Simpanlah persediaan obat ARV dan jangan lupa meminumnya sesuai anjuran dokter. Ikuti jadwal imunisasi secara rutin dan konsultasi dengan dokter.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC