Techno

Peneliti Latih Kecerdasan Buatan untuk Deteksi Alzheimer

Sekadar informasi, kemampuan kecerdasan buatan ini ditunjang dengan ribuan gambar arsip milik Rumah Sakit Tiantan Beijing. Kemampuan BioMind juga disebut setara dengan dokter senior dengan tingkat akurasi 90 persen. 

“Saya harap dengan kompetisi ini, para dokter dapat mengetahui kemampuan kecerdasan buatan dan dapat memahaminya lebih lanjut,” tutur VP Rumah Sakit Tiantan Beijing, Wang Yongjun.

Pemanfaatan kecerdasan buatan pemanfaatan di bidang kesehatan memang sedang diuji coba sejumlah pihak. Salah satu perusahaan yang melakukan hal tersebut adalah Google.

Bersamaan dengan anak perusahaannya, Verily, Google memanfaatkan software berbekal machine learning untuk menganalisis mata seseorang.

Software itu diklaim akurat untuk mengumpulkan data seseorang, mulai dari umur, tekanan darah, termasuk kebiasannya merokok.

Berbekal data tersebut, software lantas dapat memprediksi apakah seseorang menderita masalah jantung, misalnya berpotensi terkena serangan jantung. 

Software besutan Google ini disebut memiliki akurasi yang sama dengan metode paling mutakhir sekarang ini.

Secara metode, software ini dapat menjadi alternatif baru bagi dokter untuk menganalisa seseorang. Alasannya, hasil pengujian ini membuat proses analisa lebih cepat dan mudah, termasuk tak lagi membutuhkan uji darah.

Kendati demikian, metode ini masih perlu diuji lebih lanjut sebelum benar-benar diterapkan dalam keperluan medis.

(Jek/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Konferensi Kecerdasan Buatan menampilkan sejumlah robot pintar yang bisa menemani dan memudahkan manusia dalam keseharian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5  +  4  =